Bertanam Keprok Siem

Cara Bertanam dan Budidaya Jeruk Keprok Siem

Buahnya licin berwarna hijau kekuningan sampai mengundang selera untuk mengupas dan menikmati daging buahnya. Rasanya manis dan segar, cocok untuk pelepas dahaga di kala hari panas dan sebagai pencuci mulut sehabis bersantap. Buah ini tersedia sepanjang tahun karena berbunganya tidak mengenal musim. Ia mau ditanam di mana saja, baik di dataran rendah maupun dataran tinggi. Bagaimana caranya bertanam, akan diuraikan dalam bonus ini.

Jeruk keprok siem, Citrus nobilis var. microcarpa, yang cukup populer di Indonesia ini lebih akrab disebut jeruk siem. Bentuk buahnya bulat dengan kulit tipis licin yang lebih sulit dikupas daripada jeruk keprok yang berkulit tebal. Daging buahnya yang banyak airnya terasa manis segar.

Tempat yang cocok

Di Indonesia jeruk siem paling luas penyebarannya, karena bisa ditanam di mana saja, baik di dataran rendah maupun berketinggian 700 meter dpl. Di daerah yang lebih tinggi lagi, jeruk siem bisa juga tumbuh dan menghasilkan buah, tetapi rasa buahnya sering asam.

Tanaman ini menyukai tanah yang gembur dan mengandung cukup air, tetapi aerasi dan drainasenya harus baik. Kedalaman air tanah 50-200 cm, artinya kalau tanah digali pada musim hujan, air baru akan muncul pada kedalaman 50-200cm. Jeruk siem bisa ditanam di tanah tegalan, tanah sawah yang kering, atau tanah rawa pasang surut yang kering pula.

Memilih dan merawat bibit

Bibit jeruk siem dapat diperoleh dari biji, dari hasil pencangkokan, atau dari hasil okulasi. Bibit berasal dari biji umumnya lama buahnya, dan sifat tanaman sering menyimpang dari induknya, sedangkan bibit dari hasil pencangkokan kini sudah jarang ada, karena pencangkokan sering merusak tanaman induk. Sekarang ini banyak bibit okulasi yang diperjualbelikan. Kita tidak perlu lagi repot membuat bibit jeruk sendiri, karena sudah banyak penangkar buah yang membuat bibit okulasi itu. Namun, membeli bibit jeruk perlu hati-hati. Bibit yang dipilih harus betul-betul sehat, bebas dari hama dan penyakit. Sebaiknya memilih bibit yang bersitifikat bebas CVPD. Tanaman yang tidak bersertifikat tidak terjamin mutunya. Padahal kalau sudah terkena penyakit ini, jeruk sulit disembuhkan.

Bibit yang di beli dari kios bibit umumnya kurang terawat dengan baik. Oleh karena itu, ia perlu dirawat dulu sebelum ditanam di kebun. Perawatan bibit dilakukan selama kira-kira satu bulan. Bibit jeruk diletakkan di tempat yang teduh dan disiram setiap hari. Bila perlu juga disemprot dengan pupuk daun, selain diberi pupuk kandang secukupnya. Perawatan ini dimaksudkan agar tanaman benar-benar kuat sehingga nantinya mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya.

Persiapan tanam

cara lengkap budidaya jeruk, budidaya jeruk pdf, budidaya jeruk siam, budidaya jeruk besar, budidaya jeruk sunkist

Persiapan tanam tanaman buah jeruk

Untuk menanam jeruk siem di lahan kering pada prinsipnya sama dengan menanam tanaman buah lainnya, terlebih dahulu dibuat lubang tanam. Umumnya lubang tanam dibuat minimal berukuran 60 x 60 x 60 cm. Penggalian lubang tidak boleh terlalu dalam, karena akar akan mengumpul ke bagian dalam yang akan merugikan tanaman. Penanam yang terlalu dalam dapat merusak tanaman dan menghambat pertumbuhan.

Lubang tanam digali dan tanah galian bagian atas yang subur (30 cm dari permukaan) dipisahkan dari tanah bagian bawah (30 cm lebih dari permukaan) yang kurang subur. Selanjutnya lubang diangin-anginkan selama 2-4 minggu.

Setelah cukup diangin-anginkan, tanah bagian bawah dimasukkan kembali kedalam lubang, sedangkan tanah bagian atas dicampur dengan 2-3 blek pupuk kandang ditambah 1,5 kg pupuk fosfat, dan dimasukkan ke dalam lubang (Gambar I). lubang tidak langsung ditanami, tetap dibiarkan lagi beberapa hari sampai tanah di atas lubang sedikit lebih tinggi daripada tanah di sekelilingnya. Baru kemudian bibit jeruk ditanam. Jarak tanam diusahakan 6-8 meter, karena jeruk siem bertajuk lebar.

cara lengkap budidaya jeruk, budidaya jeruk pdf, budidaya jeruk siam, budidaya jeruk besar, budidaya jeruk sunkist

Cara Penanaman Jeruk Siam

Di sekitar lubang tanam harus dibuat jalan air agar nantinya bibit jeruk tidak terendam air yang berlebih. Apabila tanaman sudah berumur 2 tahun, dibuatkan saluran air di antara baris-baris tanaman. Saluran itu sedalam dan selebar30 cm. Selanjutnya setiap 6-8 pohon dibuatkan saluran melintang, yang dalam dan lembarnya samadengan saluran yang membujur.
Penanaman jeruk siem di tanah sawah dan tanah rawa pasang surut sedikit berbeda dengan penanam di lahan kering.

cara lengkap budidaya jeruk, budidaya jeruk pdf, budidaya jeruk siam, budidaya jeruk besar, budidaya jeruk sunkist

Bentuk tembokan jeruk di daerah pasang surut

Di sawah dibuat gundukan dari tanah sawah setinggi 50-60 cm dan luasnya 1m² (Gambar II). Setelah gundukan agak mengering, bibit jeruk ditanam. Sebelum tanaman berproduksi, di sekeliling gundukan masih dapat ditanami padi. Seiring dengan pertumbuhan tanaman, gundukan ditinggikan dan diperbesar. Ketika tanaman mulai berproduksi tidak ada lagi padi yang ditanam, yang ada hanyalah hamparan tanaman jeruk. Di sawah, parit-parit drainase harus dibuat untuk membuang kelebihan air bila musim hujan, dan menampung air bila musim kemarau.

Di daerah rawa pasang surut, untuk menanam jeruk siem terlebih dahulu dibuat bedengan-bedengan. Di atas bedengan di buat lagi gundukan, dan di atas gundukan inilah bibit jeruk ditanam. Pembuatan gundukan dimaksudkan agar nantinya tanaman jeruk tidak terkena air pasang (Gambar III).

Penanam bibit. Lanjutkan Ke –> Page / Halaman 2