Lazada Indonesia

BUDIDAYA MANGGA “CARABAO” DI FILIPINA

BUDIDAYA MANGGA “CARABAO” DI FILIPINA

Di negerinya, mangga ini cukup terkenal. Penampilannya menarik, berwarna cerah bila matang. Rasanya pun semain penampilannya, dan segar karena banyak kandungan airnya.Bagaimana budidayanya? Hasil liputan di Filipina secara lengkap disajikan di bawah ini.

Mangga (Mangifera indica) dikenal memiliki banyak varietas yang telah dibudidayakan. Di Indonesia saja dikenal berbagai kultivar mangga yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat, misalnya mangga arum manis, manalagi, gadung, golek, dan sebagainya. Di Filipina dikenal ada enam kultivar mangga yang cukup akrab di masyarakat, yaitu carabao, pico, duldol, binoboy, senora, dan pahutan. Di antara enam kultivar itu, hanya dua yang banyak digemari, yaitu carabao dan pico. Dan carabao-lah yang paling populer dan banyak dibudidayakan, karena rasanya yang manis dan penampilannya yang menarik.

I. Tempat tumbuhnya

cara lengkap budidaya mangga, carabao mango scientific name, carabao mango tree, carabao mango description, carabao mango industry, indian mango, mango for sale, buy carabao mango, carabao mango wiki

Philippines Carabao Mango

Mangga termasuk tanaman yang tidak terlalu rewel. Ia bisa ditanam di berbagai jenis tanah. Tetapi tempat yang paling ideal untuk mangga adalah daerah yang perbedaan musim hujan dan musim kemaraunya nyata, paling sedikit 5 bulan masa kering dan curah hujan tahunan 500 mm. Jenis tanahnya liat, tetapi berdrainase baik, dengan pH 6-8. Karena mangga memiliki perakaran yang dalam, maka kedalaman air tanah yang diharapkan sedang.

Hampir semua daerah di Filipina menempuh syarat tersebut. Sehingga di sebagian besar wilayah Filipina dapat dijumpai tanaman mangga yang tumbuh subur dan menghasilkan buah yang baik. Sentra mangga terdapat di daerah Ilocos, Luzon Tengah dan Barat, Visayas Tengah dan Barat, dan Mindanao Barat.

II. Bibit

Bibit mangga dapat diperoleh dari perbanyakan generatif maupun vegetatif. Perbanyakan generatif dilakukan dengan menanam biji yang telah tua. Bibit yang berasal dari biji akan menghasilkan tanaman yang cenderung tumbuh tinggi dan 5-7 tahun baru mulai berbuah. Lain halnya dengan bibit yang berasal dari perbanyakan vegetatif. Umumnya pertumbuhannya lebih cepat dan berbuah lebih cepat pula, 3-4 tahun sudah dapat dinikmati buahnya.

Petani Filipina umumnya menanam mangga dari bibit sambungan yang dibuat sendiri. Sebagai batang bawah diambil kultivar mangga yang kurang populer, seperti duldol, binoboy, senora, atau pahutan. Sedangkan batang atasnya digunakan kultivar yang sudah terkenal karena rasanya yang enak, yaitu carabao atau pico.

III. Persiapan lahan dan penanaman

Pengolahan tanah umumnya dilakukan sebelum musim hujan tiba. Areal untuk penanaman mangga sebaiknya bebas dari tanaman lain. Pohon-pohon atau semak belukar ditebang dan dikeluarkan dari kebun. Untuk areal yang luas dan tanahnya rata atau sedikit bergelombang, pengolahannya dilakukan dengan bajak dan garu. Lahan dibajak agar lapisan tanah yang keras hancur. Selanjutnya digaru 2 atau 3 kali agar tanah rata dan menjadi lebih remah.

Apabila pengolahan lahan sudah dilakukan, kegiatan selanjutnya adalah menentukan jarak tanam sesuai yang diinginkan. Jarak tanam yang dianjurkan adalah 15 m, populasi tanaman 44 pohon per hektar. Namun tidak semua daerah dapat melaksanakan anjuran itu sehingga ada rekomendasi baru yang menganjurkan penggunaan jarak tanam 10-14 m, dan populasi tanaman 51-100 pohon per hektar. Jarak tanam mana yang sebaiknya digunakan tergantung kondisi tanahnya. Di daerah yang tanahnya kurang subur dan musim keringnya panjang, sebaiknya menggunakan jarak tanam rapat. Sedangkan di daerah yang tanahnya subur dan musim keringnya pendek penanamannya menggunakan jarak tanam yang lebih lebar.

Sebelum bibit ditanam, terlebih dahulu dibuat lubang, sesuai dengan jarak tanam yang dikehendaki. Besarnya lubang tanam harus cukup untuk memasukan bibit dan tanah yang menyertainya, serta pupuk dasar yang akan diberikan. Setelah lubang digali, dimasukkan 10 kg pupuk NPK 14-14-14 dan 20 kg pupuk kotoran ayam. Kira-kira 5-7 hari kemudian, barulah bibit ditanam.

Setelah bibit dimasukkan ke lubang tanam, segera tutup dengan tanah yang subur atau bahan organik (bila ada). Tanah sekitar bibit dipadatkan, tetapi jangan terlalu padat supaya tidak mengganggu pertumbuhan bibit. Penanaman sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan. Tetapi bila ada fasilitas untuk pengairan, penanaman dapat juga dilakukan pada musim kering. Hal ini perlu diperhatikan karena tanaman muda umumnya peka terhadap kekeringan.

IV. Butuh perawatan. Lanjutkan Ke –> Page / Halaman 2