MENGEBUNKAN TANAMAN BUAH

MENGEBUNKAN TANAMAN BUAH

Membuka perkebunan buah-buahan untuk tujuan bisnis harus memperhatikan aspek produksi, pemasaran, dan keuangan. Aspek produksi dimulai dari pemilihan jenis tanaman berdasarkan permintaan pasar dan kesesuaian lahan. Dengan pemasaran yang baik serta ditunjang keuangan yang kuat akan diperoleh keuntungan optimal.

tanaman buah buahan, tanaman buah yang cepat berbuah, tanaman buah yang menguntungkan, tanaman buah lengkeng, tanaman buah delima, pengertian tanaman buah, tanaman buah dataran tinggi, bibit tanaman buah

Buah-buahan segar sehat dan mulus
gambar : healthland.time.com

Mengusahakan perkebunan buah-buahan menjadi trend saat ini, baik yang sekedar hobi dan kebanggaan maupun yang dikelola secara profesional untuk memperoleh keuntungan. Meskipun hanya sebagai hobi, pengelolaan kebun yang baik tetap diperlukan untuk mendapatkan hasil optimal. Hanya saja pengelolaan untuk hobi tidak serumit yang untuk bisnis.

Ada tiga aspek penting yang tidak boleh diabaikan dalam mengusahakan kebun buah-buahan untuk tujuan bisnis. Pertama aspek produksi, kedua pemasaran, dan ketiga keuangan. Ketiga aspek ini saling bergantung satu sama lain, hingga diperlukan manajemen yang tepat untuk kelangsungan usaha, tidak sekedar untung.

Manajemen produksi mencakup perencanaan sistem produksi dan pengendalian produksi, termasuk juga pengambilan keputusan dalam bidang persiapan produksi dan proses produksi jangka pendek atau panjang. Manajemen pemasaran yang tepat sangat diperlukan dalam suatu usaha. Tanpa kegiatan pemasaran, produk yang bagus sekalipun tidak akan dapat memasuki pasar dengan lancar. Manajemen keuangan tidak kalah pentingnya dengan aspek produksi dan pemasaran. Kesalahan dalam penanganan keuangan dapat mengakibatkan langkah produksi dan pemasaran menjadi pincang, bahkan dapat berhenti sama sekali.

Penentuan Skala Usaha

Untuk menentukan skala usahatani harus diperhitungkan daya serap pasar yang akan dimasuki, meliputi jumlah permintaan pasar terhadap komoditas tersebut, sifat permintaan itu terus-menerus atau musiman, serta jangka waktu permintaan tersebut lama atau sementara.

Setelah jumlah permintaan pasar diketahui, langkah selanjutnya adalah menentukan jumla hbuah yang akan diproduksi untuk memenuhi kebutuhan pasar. Kemudian ditentukan pula luas lahan yang dibutuhkan, jumlah dan kemampuan tenaga kerja yang diperlukan, sarana dan prasarana produksi yang harus disediakan, serta modal yang harus tersedia untuk usaha tani tersebut.

Faktor Iklim

Pemilihan lahan untuk kebun tanaman buah dengan tujuan komersial, tidak dapat terlepas dari pertimbangan agroklimat maupun agroekonomi. Faktor-faktor agroklimat meliputi dua hal, yaitu iklim dan tanah. Yang termasuk dalam iklim adalah radiasi matahari, ketinggian tempat, dan curah hujan. Sedangkan tanah meliputi keadaan tanah dan letak lahan.

Radiasi matahari mempunyai peranan yang penting bagi pertumbuhan tanaman, sebab energi ini dibutuhkan untuk fotosintesis. Selain itu, radiasi matahari juga mempengaruhi temperatur di sekitar tanaman. Di Indonesia kebutuhan tanaman terhadap sinar matahari cukup terpenuhi, karena panjang siang di daerah ekuator antara 11 jam 53 menit sampai 12 jam 7 menit. Sedangkan pada lintang 10o, panjang siang 11 jam 17 menit – 11 jam 33 menit.

Ketinggian tempat berpengaruh langsung terhadap suhu udara. Rata-rata suhu udara di sekitar pantai per tahun mencapai 32o C. Dan setiap kenaikan 100 m, suhu akan turun 0,57o C. Ketinggian tempat juga menentukan intensitas sinar matahari dan kelembapan udara. Semakin tinggi suatu tempat, intensitas sinar matahari dan kelembapan udaranya akan semakin tinggi.

Selain curah hujan, sumber ari memegang peranan cukup penting dalam usaha tani, karena air merupakan kebutuhan vital tanaman. Sumber air itu bisa berupa air tanah, air sungai, air hujan, air rawa, air danau, air irigasi, atau air PAM. Selain sumbernya, kualitas air juga harus diperhatikan. Air yang hendak digunakan untuk menyiram tanaman seharusnya tidak berbahaya bagi tanaman. Jika air yang ada mengandung bahan kimia atau zat lain yang berbahaya sebaiknya, jangan dipakai dan kita harus mencari sumber air yang lain.

Faktor Tanah

Dalam memilih lahan untuk kebun buah harus diperhatikan kesuburan tanah, karena dengan modal tanah yang subur tanaman akan tumbuh baik tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan yang besar. Lahan ideal untuk tanaman buah adalah mengandung banyak zat makanan, daya kapiler harus tinggi, dan daya penahan air dari tanah tersebut baik. Untuk mengetahui secara pasti kondisi tanah tersebut, lebih baik dilakukan analisa tanah di lembaga-lembaga terkait yang memiliki laboratorium tanah, seperti Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat-Bogor, Balai Penelitian Tanah, atau perguruan tinggi yang memiliki jurusan tanah.

Untuk mendapatkan lahan datar dengan keadaan tanah yang baik saat ini tidak mudah. Jika kita hanya memiliki lahan miring, hal ini tidak menjadi masalah dan masih dapat diatasi. Kemiringan lahan dibedakan menjadi tiga tingkatan, yaitu lahan dengan kemiringan 9% atau 4,05o, kemiringan 15% atau 6,75o, dan kemiringan 100% atau 45o.

Lahan dengan kemiringan 9% atau 4,05o lebih baik dibuat terasering. Jika tidak memungkinkan, hal ini masih dapat ditolelir asal penanaman disesuaikan dengan garis kontur (baris tanaman tegak lurus dengan kemiringan). Pada kemiringan 15% atau 6,75o, lahan harus dibuat terasering untuk mencegah erosi. Untuk memperkuat tepi teras dapat ditanam pisang atau lamtoro. Lahan dengan kemiringan mulai 100% atau 45o tidak baik diusahakan karena sangat berbahaya, bisa longsor. Lahan seperti ini hanya cocok dihutankan.

Selain aspek-aspek di atas, kita juga tidak bisa mengabaikan ketentuan-ketentuan pemerintah mengenai tata guna alahan maupun rencana pengembangan daerah. Sehingga lahan kita tidak tergusur oleh kebijakan yang memang sudah ada tapi tidak kita ketahui. Di samping itu, juga perlu pertimbangan agroekonomi yang mencakup ketersediaan tenaga kerja, sarana produksi, jarak lahan dari gudang atau pasar, prasarana transportasi, dan saluran irigasi.

Penentuan Waktu Produksi. Lanjutkan Ke –> Page / Halaman 2