Lazada Indonesia

Merawat Durian di Pekarangan

MERAWAT DURIAN DI PEKARANGAN

Durian akan tumbuh baik di pekarangan kalau ditanam di tempat yang memenuhi syarat hidupnya. Akan tetapi pohon durian yang tumbuh gemuk dan rimbun belum tentu bisa menghasilkan buah yang diidamkan. Agar bisa berbuah, syarat apa saja yang mesti dipenuhi?

1. Pekarangan Rumah Untuk Bertanam Tanaman Buah

pohon durian cepat berbuah, pohon durian monthong, pohon durian bawor, pohon durian montong, nama latin durian, tentang durian, sầu riêng, sau rieng

Pohon buah durian
gambar : lintasnusabunga.com

Rumah adalah tempat tinggal yang nyaman bagi manusia, baik sebagai perorangan maupun kelompok keluarga. Rumah tinggal yang baik dibangun di atas sebidang tanah yang luasnya lebih besar dari bangunan rumah itu sendiri.

Kelebihan areal tanah di sekitar rumah itu lazim disebut halaman atau pekarangan. Sisa tanah itu manfaatnya besar sekali bagi penghuni rumah, karena dapat dipergunakan untuk berbagai keperluan. Fungsinya antara lain sebagai pembatas dan penghubung antara rumah satu dengan lainnya, tempat menjemur cucian, tempat bermain anak-anak, dan tempat menanam berbagai tanaman kesayangan, misalnya pohon durian.

Tentu saja untuk menanam durian Anda harus mempertimbangkan luas-sempitnya areal tanam yang tersedia. Selain itu, dibutukan juga berbagai pertimbangan lain agar tanaman durian bisa tumbuh dengan baik, seperti iklim setempat, sifat dan keadaan tanah, situasi lingkungan, cara perawatan dan pemupukannya.

2. Durian Sebagai Penghias Pekarangan

Tata cara menanam pohon durian di pekarangan dengan di kebun yang luas agak berbeda. Penanaman di kebun tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan hasil buah sebanyak-benyaknya. Tanaman tersebut diperlakukan sebagai komoditas usaha tani, sehingga mutlak ada perhitungan untung-ruginya. Sebaliknya, untuk penanaman durian di pekarangan, hasil buah adalah nomor dua. Yang terpenting justru bagaimana agar tanaman itu bisa tumbuh bagus dan sedap dipandang, potongan tajuknya serasi dengan situasi lingkungan sekitar, besarnya pertumbuhan pohon tidak mengganggu kegiatan keluarga sehari-hari, rindangnya pohon bisa memberi kenyamanan tempat tinggal dan tempat sekitarnya.

Menanam pohon durian di pekarangan kini telah menjadi trend baru di kalangan penggemar durian di daerah perkotaan dan penduduk kompleks perumahan. Tanaman itu ada yang menghiasi pekarangan rumah mewah berhalaman luas, ada juga yang ditanam di pekarangan sempit rumah-rumah KPR-BTN.

Sosok tanaman durian pekarangan itu tampak berbeda jauh dengan sosok tanaman durian yang tumbuh di tengah-tengah kebun di desa. Durian kampung tumbuhnya kekar perkasa, batang pokoknya besar, dan tinggi menjulang di atas permukaan tanah. Sebaliknya, sosok tanaman durian di pekarangan tumbuhnya rendah, berbatang pokok pendek, dahan dan percabangan rantingnya hampir menyentuh tanah, tajuk pohonnya nampak rimbun mungil, sehingga lebih mengesankan sebagai tanaman hias daripada pohon penghasil buah. Namun justru penampilannya yang tidak kampungan itulah yang menarik simpati penggemarnya.

Sayang seribu sayang, pohon pendek yang sudah rindang berdaun rimbun itu sering dikeluhkan pemiliknya, karena tak kunjung menghasilkan buah. Kalau toh suatu saat berbunga, bunga itu akhirnya gugur sebelum menghasilkan pentil buah. Kenapa bisa terjadi demikian? Kesalahan apa yang telah terjadi dalam perawatan, lalu perlakuan yang bagaimanakah yang harus dikerjakan agar tanaman itu kembali berbunga dan mau menghasilkan buah?

3. Pilihlah Tempat Tanam Yang Tepat

Ada orang bilang, bertanam itu gampang-gampang susah. Kalau kondisi tanahnya memadai, biasanya tanaman bisa tumbuh dengan baik. Namun kalau kondisi tanahnya kurang cocok untuk tempat tanam, walau diperlakukan bagaimanapun, pertumbuhan tanmaan tidak akan menjadi baik. Agar pertumbuhannya baik, hendaknya dipilih lokasi atau tempat tanam yang tepat.

Umumnya durian tumbuh baik kalau ditanam di daerah pada ketinggian 50-600 m dpl. Walau begitu tak jarang kita jumpai tanaman itu bisa tumbuh dengan baik di daerah setinggi 800 m dpl dan di daerah dataran rendah setinggi 10 m dpl. Akan tetapi paling cocok jika durian ditanam pada daerah berketinggian 400-600 m dpl.

Tipe tanah yang dikehendaki durian adalah lempung berpasir, yang subur dan banyak mengandung bahan organik. Tanah tipe ini mampu mengikat dan merembeskan air, tidakmudah tergenang air kalau hujan. Kedalaman air tanahnya 50-200 cm dari permukaan tanah. Keasaman tanahnya hampir netral sampai netral, berkisar antara pH 6,0-7,0.

Di alam, durian tumbuh dengan baik di daerah beriklim basah dengan curah hujan antara 1.500-2.500 mm per tahun, curah hujannya merata sepanjang tahun. Namun pada masa pembungaan dan pembuahan, durian membutuhkan musim kering selama sekitar 3 bulan. Curah hujan itu mungkin tidak menjadi masalah bagi durian yang ditanam di daerah beriklim kering, asalkan setiap hari disiram.

Di daerah kompleks perumahan atau lingkungan yang tanahnya sudah padat dan banyak mengandung sisa-sisa bahan bangunan dan pecahan tembok beton, struktur tanahnya yang sudah mengeras itu harus diperbaiki lebih dulu sebelum pohon durian ditanam. Caranya dengan mencangkulinya dan menambahkan kompos atau pupuk kandang banyak-banyak agar bertekstur gembur. Pengolahan tanah diutamakan di lubang tanam yang akan digunakan untuk menanam bibit durian.

Jika ditanam di tempat yang tanahnya gembur, subur, cukup kandungan air tanahnya, tanaman durian itu bisa tumbuh dan memberikan hasil yang baik. Dalam perawatannya, masalah pengairan perlu mendapatkan perhatian utama, karena tanaman durian yang masih muda itu sangat rawan terhadap kekurangan air.

4. Bibit Dipilih Yang Sesuai. Lanjutkan Ke –> Page / Halaman 2

Comments
  1. diana |