Lazada Indonesia

MEMBUAT BONSAI BERBUAH

MEMBUAT BONSAI BERBUAH

Bonsai tergolong pohon unik. Tumbuhnya di pot dangkal. Penampilannya khas. Secara keseluruhan tanaman ini merupakan miniatur pohon besar yang tumbuh di alam bebas.

Kehadirannya sebagai pohon hias dalam pot tampak mempesona, seolah-olah melambangkan keharmonisan alam semesta yang unsur utamanya terdiri dari langit, bumi dan manusia. Hal ini tercermin dari bentuk tajuknya yang selalu merupakan segitiga tidak simetris. Titik segitiga tertinggi melambangkan langit, titik terendah melambangkan bumi, dan titik tengah melambangkan manusia.

Kesan ketuaan dan kekokohan pohonnya sering dianggap sebagai lambang kekuatan dan semangat suatu makhluk yang selalu dalam keadaan survive, karena ia mampu memperjuangkan dirinya agar tetap hidup dan berhasil mengatasi kesulitan di lingkungan yang serba terbatas dan minim kebutuhannya.

1. Apakah bonsai itu?

how to bonsai an apple tree, how to bonsai an oak tree, how to bonsai from seed, how to bonsai bougainvillea, how to bonsai a jade plant, how to bonsai a maple tree, how to bonsai a japanese maple, how to bonsai juniper

Cara lengkap membuat bonsai berbuah

Dalam bahasa Jepang, bonsai artinya adalah pohon (sai) yang ditanam dalam pot atau jambangan (bon) bermedia tanah. Perawatan dan pembentukannya membutuhkan kesabaran, keterampilan dan citra seni yang tinggi.

Bonsai merupakan karya seni yang benar-benar hidup secara fisik. Karya itu benar-benar hidup. Ia bisa tumbuh, bertunas, berbunga dan berbuah. Agar kondisinya selalu prima, ia membutuhkan perhatian, pemeliharaan dan perlakuan istimewa seperti kesabaran, ketekunan dan kehalusan, berpadu dengan imajinasi yang bersumber dari keindahan alam.

Tidak semua pohon yang ditanam dalam pot bisa disebut bonsai. Tanaman pot yang hanya sekadar menonjolkan keindahan bentuk dan warna, tanpa memperhatikan keharmonisan tanaman dengan potnya bukanlah bonsai. Ia baru disebut bonsai kalau telah memenuhi kriteria yang berlaku pada bonsai, yaitu ukuran pohonnya relatif kecil dengan tinggi kurang dari 1,5 meter, penampilannya wajar sesuai bentuk dan jenis pohon tersebut di alam bebas, sosoknya berkesan dewasa atau tua dengan umur antara belasan sampai ratusan tahun. Di Indonesia, penggemar umumnya lebih menitikberatkan syarat bentuk daripada syarat ukuran dan umur. Bonsai yang indah bentuknya dengan ukuran dan umur sedang lebih dihargai daripada bonsai yang sangat kecil dan tua, tapi kurang menarik bentuknya. Namun orang awam sering menganggap, bonsai yang bagus adalah pohon kerdil yang sudah ratusan tahun umurnya.

2. Memilih bahan bonsai

Alam Indonesia sangat kaya akan jenis-jenis pohon yang dapat tumbuh di tempat terbatas (dalam pot), berumur panjang (dapat mencapai puluhan sampai ratusan tahun), keras kayunya dan secara alami memiliki bentuk dasar yang indah, pertumbuhan vegetatifnya tak terlalu cepat (agar bentuk bonsainya tidak cepat berubah), daya tahannya kuat sehingga kalau dibentuk tanamannya tidak mudah mati, memiliki bentuk batang dan cabang yang artistik, pertumbuhan batangnya cepat membesar tapi pertumbuhan tajuknya tidak cepat meninggi, permukaan kulit batangnya menarik, perakarannya menonjol dan bagus, pertumbuhan daunnya lebat tapi kecil-kecil dan tidak mudah rontok, warna daun mudanya mencolok atau kontras dengan daun tuanya.

Beberapa jenis pohon yang bisa dibonsai antara lain cemara duri (Juniperus chinensis), cemara udang (Causarina equistifolia), cemara pua (Cupressus papuanus), sisir atau kaliage (Cudraina cochinsinensis), serut (Streblus asper), beringin (Ficus benyamina), bunut (Ficus clauca), beringin karet (Ficus retusa), jeruk kingkit (Triphasia trifoliata), loa (Ficus glomerata), rukem (Flacourtia indica), jambu kerikil (Psidium guava), siantho atau dewa ndaru atau asam selong (Eugenia uniflora), kemuning Jepang (Murraya exotica), asem londo (Pithocellobium dulce), ulmus (Ulmus lancaefolia), pinus (Pinus mercusii), ampelas (Ficus hampelas), kawista (Ferronia lucida), wareng (Gmelina elliptica), murbei (Morus alba), delima (Panica granatum), asem keranji (Diaium indum). Semua jenis pohon itu terbukti telah bisa dibonsaikan oleh penggemar bonsai di Indonesia.

Pohon yang akan dibonsai bisa diperoleh dari tanaman asal biji, cangkok, setek, dan tunggul. Pohon yang berasal dari hasil penanaman sendiri dengan bibit dari biji, setek dan cangkok, dengan tepat bisa diketahui usianya. Sebaliknya yang berasal dari tunggul dan pohon liar hasil galian dari alam bebas, sulit diperkirakan dengan tepat usia ketuaan tanamannya.

Bahan dari bibit berupa biji, setek dan cangkok, baru bisa dibentuk menjadi bonsai setelah tanamannya disemai selama dua tahun. Maksudnya, agar kuat dulu kondisinya.

Paling menarik kalau bisa mendapatkan bonsai bentukan alam, karena penampilannya benar-benar alami. Bonsai alam ini sangat langka. Orang yang memilikinya tinggal merawat atau membentuk dengan perlakuan yang sederhana. Di kalangan penggemarnya, bonsai alam ini lazim disebut “Bonsai Tunggal”.

3. Menentukan muka dan bentuk. Lanjutkan Ke –> Page / Halaman 2