Lazada Indonesia

Mengatasi Penyakit Mencret Pada Burung Cucakrawa

Mengatasi Burung Cucakrawa Mencret

Banyak penggemar burung cucakrawa mengeluh karena burung kesayangan mereka sering mencret. Penyebab mencret sebenarnya dapat diketahui dengan memperhatikan kotorannya; bisa karena memang sudah bawaan, bisa juga karena penyakit perut.

Sungguh sayang kalau burung cucakrawa yang tadinya lincah berlompatan dan riang berkicauan tiba-tiba jadi lemah dan tidak bergairah. Kalau anda menemukan burung cucakrawa anda demikian bisa saja anda mulai menduga-duga jangan-jangan ia sedang terserang mencret. Boleh jadi itu benar, apalagi kalau bulu-bulunya yang biasanya mulus dan indah itu lalu berubah menjadi berdiri. Nah, untuk memastikannya Anda bisa mengamati kotorannya.

Mencret Bawaan

Mencret pada burung cucakrawa bisa karena bawaan atau kebiasaan, atau memang sudah begitu bentuk kotorannya. Berbagai jenis burung berkicau pemangsa serangga dan buah-buahan (omnivora) umumnya kotorannya lunak. Burung cucakrawa merupakan salah satu dari burung omnivora ini. Selain makan berbagai jenis serangga dan hewan kecil, ia juga makan buah-buahan masak. Oleh karena itu tidak mengherankan bila kotorannya lunak hingga tampak seperti mencret.

Mencret dapat juga terjadi bila burung mendapatkan makanan baru yang tidak alamiah, sehingga harus menyesuaikan organ pencernaannya. Kalau burung yang sudah suka berkicau tiba-tiba doyan minum, biasanya untuk membasahi kerongkongannya, kemungkinan juga akan menjadi mencret-mencret. Akan tetapi, mencret karena makanan baru atau minuman ini tidaklah menghawatirkan. Mencret akan berkurang sendiri perlahan-lahan.

Mencret Karena Sakit Perut

Sakit perut pada burung cucakrawa dapat disebabkan oleh masuk angin dan gangguan pencernaan.

1. Masuk Angin

penyakit pada burung hantu, penyakit pada burung merpati, penyakit pada burung perkutut, penyakit pada burung murai batu, penyakit pada burung love bird, penyakit pada burung kenari, penyakit pada burung parkit, penyakit pada burung dara

Burung terlihat murung ketika terkena penyakit

Burung cucakrawa sering kali terkena penyakit masuk angin pada waktu musim hujan. Untuk mencegahnya sangkar diselubungi kain. Agar pertukaran udara tetap dapat berlangsung baik, bagian atas sangkar dibuka untuk ventilasi. Cara lain adalah dengan memasukkan burung ke dalam ruangan yang hangat. Ruang penghangat diberi lampu 25 watt (untuk ruang besar) atau 15 watt (untuk ruang kecil). Selain itu, penggemar burung cucakrawa dianjurkan tidak memandikan burung pada musim hujan.

Burung yang sudah terlanjur masuk angin dapat diberi pertolongan darurat. Caranya, setengah siung bawang putih ditumbuk sampai halus, lalu disuapkan ke mulut burung. Atau, bisa juga menggunakan jahe sebatas telunjuk yang ditumbuk sampai halus, kemudian airnya diteteskan ke paruh burung, sebanyak 3-5 tetes. Pil Ciba atau minyak gosok (untuk obat luar) dapat dipergunakan juga.

Setelah diberi pertolongan darurat, burung dapat diobat dengan Terafit Capsul. Cara pengobatannya tertulis pada bungkus obat.

Burung yang terkena penyakit mencret bercak mencretnya berbau tengik, tapi berbentuk normal. Burung juga tampak murung, bulu-bulunya berdiri, nampak kedinginan, dan tidak berkicau.

Gangguan Pencernaan

Gangguan pencernaan yang berbahaya adalah berak darah (Coccidiosis) dan beerak kapur (Pullorum), karena alat pencernaan burung terkena bakteri. Biasanya penyebab penyakit ini adalha makanan dan minuman burung yang sudah rusak atau berjamur, misalnya makanan buatan seperti Poer atau Krotovit dan buah yang busuk, yang merupakan sumber bakteri yang berbahaya. Demikian juga air minum yang kotor atau keruh.

Penyakit berak darah disebabkan oleh bakteri dari genus Eineria dan berak kapur disebabkan oleh bakteri Salmonella. Kedua bakteri tersebut bercokol dalam usus burung dan merusak dindingnya sehingga usus berlubang dan mengakibatkan pendarahan. Darah akan keluar bersama kotoran yang encer. Selain pada kotorannya, ciri burung yang terkena penyakit ini sama dengan burung yang terserang masuk angin.

Bila darah yang keluar bersama kotorannya sudah pekat, berarti penyakit sudah gawat. Sebaliknya, bila darah masih encer maka penyakit masih ringan. Meskipun penyakit berak darah lebih berbahaya, namun demikian penyakit berak kapur pun berbahaya karena keduanya dapat mengakibatkan kematian pada burung.

Pengobatan darurat utuk gangguan pencernaan dapat dilakukan dengan memberikan garam oralit atau teh pahit. Bisa juga menggunakan garam ¼ sendok teh dan gula ¼ sendok teh yang diseduh dalam air masak 10 sendok makan, kemudian diaduk hingga larut. Larutan ini dapat ditaruh di tempat minum. Bila burung tidak mau meminumnya larutan gula-garam itu dapat diminumkan 3 – 5 tetes sekali minum dan diberikan 3 kali sehari. Teh pahit dapat juga diberikan dengan cara yang sama.

Selain sakit, burung hendaknya diberi makanan lunak saja. Obat mencret dapat dibeli di toko atau warung makanan burung, seperti Terafit capsul, Coxalin, Furazon. Petunjuk penggunaannya dapat dilihat pada bungkus obat.

Makanan dan Minuman mesti Bersih

Pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan makanan dan minumannya yang diberikan pada burung. Makanan harus dijaga agar tidak rusak dan diganti sekurang-kurangnya 5 hari sekali. Air jangan sampai keruh atau kotor dan paling lama setiap 3 hari harus diganti. Lebih baik lagi bila air masak yang diberikan pada burung cucakrawa kesayangan anda itu.

(D/WE)Mengatasi Penyakit Mencret Pada Burung Cucakrawa