RANSUM JITU UNTUK ITIK PETELUR

RANSUM JITU UNTUK ITIK PETELUR

Mengandalkan pakan toko untuk menyusun ransum itik sangat tidak menguntungkan karena harganya cukup mahal. Padahal di sekitar kita cukup melimpah limbah yang berpotensi sebagai penyusun ransum. Kenapa ini tidak kita manfaatkan?

Banyak peternak itik gulung tikar lantaran terlalu mengandalkan pakan jadi (pakan produksi pabrik). Sebaliknya, para peternak di pedesaan yang menggunakan ransum asal jadi warisan leluhur banyak mengeluh karena itiknya malas bertelur atau malah tidak mau bertelur.

Perlu pemikiran bisnis

itik petelur unggul, kandang itik petelur intensif, harga itik petelur 2013, kandang itik petelur, ternak itik petelur tanpa air, itik petelur mojosari

Budidaya Itik Petelur
gambar : agenbebek.com

Ransum itik adalah merupakan adonan bahan-bahan makanan yang disusun sedemikian rupa dan memenuhi persyaratan agar itik dapat bertelur secara optimal. Persyaratan yang baik tidak hanya ditinjau dari segi teknis semata, melainkan juga melibatkan segi ekonomis. Ransum itik yang secara teknis memenuhi syarat, namun membutuhkan biaya mahal, tidaklah ekonomis jika tidak sebanding dengan produksi telur yang dihasilkan. Sebaliknya, bila terlalu irit biaya namun segi gizi tidak memenuhi syarat, ia tidak akan menghasilkan telur secara optimal.

Menurut H. Rasyid Emilly, B.Sc., pengusaha itik yang cukup berhasil di Ciseeng, Bogor, jika misalkan rata-rata produksi telur 216-270 butir/ekor/tahun dengan harga Rp. 150,00/butir dan kebutuhan ransum 0.15 kg/ekor/hari, maka secara ekonomis harga ransum tidak boleh melebihi Rp. 246,00/kg. Perhitungannya, “Ternyata tidaklah ekonomis menggunakan ransum pabrik di atas 30%”, jelas H. Rasyid yang memulai usahanya dengan 2.000 ekor itik petelur.

Ransum Yang Dikehendaki

Standar gizi bagi ransum itik petelur usia produksi, menurut Dr. Budi Tangendjaja, peneliti dari BPT Ciawi, Bogor yaitu 16% protein, 2.700-2.800 Kcal energi (ME), dan 3.0-3.2% kalsium. Dan Dr. Yono Rahardjo yang juga dari BPT Ciawi menekankan bahwa makin tinggi tingkat protein atau energi dalam pakan itik, makin tinggi pula produksi telur yang dihasilkan.

Selain kadar gizi ransum, pola pemberian ransum mempunyai pengaruh yang tak kalah pentingnya terhadap kesanggupan itik untuk bertelur. Pemberian ransum dengan adonan bahan yang berubah-ubah akan menurunkan kemampuan itik untuk bertelur. Tubuh itik akan “terkejut” dengan pemberian ransum yang berbeda dari biasanya. Itik membutuhkan tenggang waktu untuk dapat terbiasa dengan pola ransum yang baru tersebut, dan selama waktu tersebut produksi telur tidak menentu, bahkan mungkin tidak bertelur sama sekali.

Memanfaatkan Potensi Daerah

Alternatif yang paling tepat untuk tidak sering mengubah-ubah pola ransum pada itik adalah dengan memanfaatkan potensi yang ada di lokasi peternakan. Dengan demikian ransum itik di suatu daerah dapat berbeda dengan ransum untuk daerah lain. Umpamanya, masyarakat di daerah Tegal, Cirebon, dan Brebes, rajin mengumpulkan nasi bekas untuk dikeringkan menjadi loyang / nasi aking kering sebagai bahan ransum itiknya.

Loyang alias nasi kering ini, menurut Dr. Budi, mengandung energi yang cukup tinggi tetapi kandungan proteinnya rendah sehingga perlu dikombinasikan dengan dedak. Ransum itik dengan komposisi 40% dedak, 40% loyang, dan 20% konsentrat terbukti dapat memberikan keuntungan yang cukup tinggi.

Beberapa resep ransum lainnya untuk itik yang mampu menggenjot produksi telur biasa Anda amati pada tabel. Penggunaan dedak untuk menggantikan jagung sebagai bahan baku penyusun ransum merupakan alternatif yang tepat. Selain harganya lebih murah dan mudah diperoleh peternak, dedak juga mengandung protein lebih tinggi serta tidak mudah ditumbuhi jamur Aspergillus sp penghasil aflaktosin yang berbahaya bagi itik.

Masyarakat di daerah Jepara memanfaatkan limbah pabrik pengolahan udang berupa kulit dan kepala udang sebagai campuran ransum itiknya. Sebagai sumber protein hewani yang lain, Anda dapat mencoba pula memanfaatkan siput sawah, bekicot, gensing, dan sebagainya. Sebagai pengganti tepung daun dapat pula digunakan daun ketela, gamal, kaliandra, dan daun lamtoro. (MZ) ~ RANSUM JITU UNTUK ITIK PETELUR

Comments
  1. bardani |
  2. munir hafizi |
    • nyai.ngasih |
  3. Umar |