Lazada Indonesia

Burung Poksay : PERLU KASIH SAYANG

Burung Poksay : PERLU KASIH SAYANG

Agar rajin berkicau, burung poksay pantang ditakut-takuti. Ia membutuhkan perlakuan seperti anak manusia.

Poksay (Garrulax chinensis) merupakan burung kicauan yang sangat menarik, karena gaya dan kemampuan berkicaunya sangat bervariasi. Pada waktu bernyanyi, ia bisa berputar-putar mengagumkan, dan jarang ada burung lain mampu melakukan. “Penggemar poksay banyak, dan ia tergolong tiga besar burung kicauan yang paling sering dikonteskan orang“, kata Kosasih, penjual burung di Jl. Wastukencana No. 50, Bandung.

Perlu Kasih Sayang

“Merawat burung poksay ini butuh perlakuan penuh kasih sayang”, katanya pula. Kasih sayang yang dimaksud, ia gambarkan seperti merawat anaknya sendiri. Karena poksay sangat senang kalau diperhatikan dan sering diajak bicara pemiliknya. Lebih-lebih kalau pemilik berhati sabar dan tahu betul sifat-sifat burungnya, besa kemungkinan dalam waktu tak terlalu lama burung bakalan akan cepat berkicau. Selain banyak mengoceh, ia juga tumbuh bagus, sehat, riang dan lincah.

Sebagai penghuni sangkar, poksay biasanya ditaruh dalam sangkar bulat berdiameter 50 cm dan tingginya 60-70 cm. Bisa juga pada sangkar persegi berukuran panjang 40 cm, lebar 40 cm, dan tinggi 60 cm. Dalam sangkar terdapat tangkringan, tempat makan dan minum. Sangkar ini harus ditaruh di tempat yang aman, tenang, serta jauh dari binatang pengganggu.

Jangan Sampai Stres

garrulax chinensis wiki, black-throated laughing thrush, poksay mantel, burung poksay mandarin, poksay mandarin mp3, poksay hitam, poksay mp3, poksay jambul, poksay mandarin

Gambar burung poksay di alam liar
gambar : youtube.com

“Burung bakalan yang baru saja dibeli, biasanya akan mengalami stres setelah sampai di rumah”, tutur Kosasih. Hal ini terjadi, karena adanya kelelahan dalam perjalanan dan adanya proses adaptasi (penyesuaian diri) pada lingkungannya yang baru. Biasanya ia akan sembuh sendiri dalam waktu 3-7 hari kemudian, kalau tidak terjadi gangguan lain. Misalnya terkejut, karena tiba-tiba sangkar jatuh sewaktu akan dipindahkan, atau terbang ketakutan dalam dalam sangkar karena ada binatang (kucing, tikus) lewat. Poksay yang menderita stres, malas berkicau dan tampak lesu. Kalau segera dirawat dengan baik, ia mudah terserang pilek dan sakit pernapasan.

“Poksay yang telah dipelihara dalam sangkar berbeda dengan yang masih beterbangan di daerah pegunungan”, Kosasih berpendapat. Burung yang masih hidup di alam aslinya, daya tahan tubuhnya kuat terhadap pengaruh angin malam, karena lebih banyak bergerak bebas. Akan tetapi yang telah dipelihara dalam sangkar, tidak demikian halnya. Ia mudah sekali lesu, kalau sering terkena angin malam. Untuk melindunginya, waktu mengeluarkan dan memasukkan sangkar dari dalam rumah, harus dijaga betul. Keluarkan sangkar dari dalam rumah pada pagi hari, sewaktu udara cerah dan matahari bersinar hangat, dan masukkan pada sore hari sebelum matahari terbenam.

Makanan Pokok dan Tambahan Untuk Poksay

Poksay dalam sangkar tak bisa mencari makanan sendiri, sehingga makanan perlu disediakan secara teratur dan jumlahnya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Makanan harus bersih dan bergizi. Bisa diberikan dalam bentuk biji-bijian seperti ketan hitam, kacang hijau, kedelai, jagung, beras, atau campuran biji-bijian tersebut yang ditumbuk menjadi butiran-butiran kecil sebagai makanan pokok.

Boleh juga poksay diberi makanan jadi (buatan) berupa pelet seperti Kroto Vita atau Kroto Food, yang biasanya berbentuk butiran.

Selain itu, poksay juga membutuhkan makanan tambahan berupa serangga dan buah-buahan. Untuk serangganya bisa dipergunakan ulat hongkong atau jangkrik hidup, sedang buahnya bisa pepaya atau pisang masak.

Minumannya berupa air tawar biasa yang bersih. Dalam minumannya, kalau perlu bisa diberi tambahan obat-obatan atau vitamin. Bisa dipergunakan misalnya Growvit (obat agar pertumbuhan bulu selalu bagus) dan Vitavit (untuk mempertinggi daya tahan tubuh dan menggairahkan nafsu makan).

Penggantian makanan dan minuman baru, sebaiknya dilakukan pada pagi hari. Begitu pula pembersihan kotoran pada sangkar. Selain itu perhatikan juga keadaan dan tingkah laku burungnya. Kalau terdapat kelainan, cepat dicari dan diatasi penyebabnya. Sebab hanya burung yang sehat sajalah yang rajin berkicau atau bernyanyi. (B. S/JRn.H) ~~~ Burung Poksay : PERLU KASIH SAYANG