LATIHAN BURUNG BERKICAU

LATIHAN BERKICAU

Banyak burung piaraan merupakan burung pekicau ulung (kenari, poksay, hwa mei, kutilang, cucak rawa, beo, jalak dan lain-lain), walau banyak juga burung yang dipiara semata-mata karena keanehan atau keindahan bulunya. Untuk burung pekicau, nilainya sangat ditentukan oleh mutu lagu dan suaranya.

melatih burung makan voer, melatih burung hantu, melatih burung elang, melatih burung ciblek, melatih burung dara, melatih burung nuri, melatih burung trucukan, melatih burung cendet

Tips melatih burung
gambar : dodijb.wordpress.com

Kepandaian berkicau setiap burung, tidak bisa terwujud sekali jadi. Dari burung bakalan sampai menjadi burung kicauan yang royal suaranya, diperlukan waktu latihan yang cukup panjang. Biasanya burung bakalan yang dipiara dalam jumlah banyak dan ada diantaranya burung kicauan yang sudah jadi, akan cepat pandai berkicau dibanding burung bakalan yang dipiara secara sendirian. Cara melatih burung bakalan pekicau agar mau bernyanyi adalah dengan menggantung berdekatan (jarak kurang lebih 3 meter) dengan burung yang sudah jadi. Biasanya sambir berjemur sinar matahari pagi burung akan berkicau. Bila burung yang satu berkicau, burung yang lain pun akan terangsang menirukan kicauan yang sudah jadi, bisa digunakan bantuan kaset sebagai pembantu. Sebaiknya pentetelan suara kaset harus lebih kecil dari suara burung yang dilatih. Kalau suara kaset harus lebih kecil dari suara burung yang dilatih. Kalau suara kaset terlalu keras, suara burung akan tenggelam dan burung akan berhenti bernyanyi karena tak mampu mengimbangi. Bagi burung pekicau yang suka meniru suara orang atau binatang lain, biasanya terjadi pada burung yang hidup dan dipiara secara sendirian, karena tak ada burung sejenis yang bisa diajak berlatih untuk berkicau. Hal ini banyak terjadi pada burung beo, nuri, kakatua, pok say dan lain-lain.

Banyak pemelihara mempunyai kebiasaan menyembul paruh dan mulut burung dengan udara, dengan harapan burung akan cepat berkicau dengan gencar. Kebiasaan menyembul secara berulang-ulang, sehingga leher burung menjadi kembang-kempis, adalah perlakuan yang salah, karena akan menyebabkan kerusakan gelembung paru-paru dan kantong udara dalam tubuh, lantaran organ tubuh tersebut akan mengembang secara terpaksa. Perlu diketahui suara burung terjadi dari udara yang ditiupkan keluar dari kantong udara melewati paru-paru menuju syrink (ranting tenggorokan) dan menggetarkan tali suara, sewaktu udara keluar melalui tenggorokan.

Burung yang sudah pandai berkicau, kadangkala belum stabil caranya bernyanyi. Karena tempo dan iramanya bernyanyi masih belum tetap. Untuk memantapkannya bunyi suara dan irama nyanyiannya, burung harus dilatih secara teratur dan dibina kestabilannya, tidak mudah grogi dan takut bila didekati orang lain. Selain itu juga jinak. Hal ini bisa ditempuh dengan cara mengakrabkan antara burung dengan pemelihara dan lingkungan sekitarnya. Sering-seringlah burung didekati dan diceteti dengan jari. Burung yang sudah mulai mengenal dan jinak, biasanya akan segera turun dari plangkringan mendekati jeruji sangkar lalu berkicau.

Dengan sering mengadakan pendekatan, pemelihara secara tidak langsung juga akan memeriksa kondisi kesehatan burung dan keadaan sangkar serta lingkungan sekitarnya. Bila dirasa ada kelainan, akan segera cepat diketahui biang keladi penyebabnya. Bila burung sakit, bisa dengan cepat ditolong dan diobati sebaik-baiknya. Bila keadaan sangkar, situasi tempat dan perubahan cuaca lingkungan kurang memenuhi persyaratan lagi, bisa dengan cepat dilakukan perubahan yang sesuai dengan yang diperlukan burung. Sebab faktor-faktor tersebut akan berpengaruh besar sekali terhadap kesehatan, kerajinan dan kejernihan suara burung kicauan. N/A ~~~ LATIHAN BURUNG BERKICAU