MEMBERI MAKANAN DAN MINUMAN UNTUK BURUNG

TIPS MEMBERI MAKANAN DAN MINUMAN UNTUK BURUNG

Di alam bebas burung bisa langsung mendapatkan makanan segar dari tanaman. Bahkan makanan serupa ini adalah yang paling baik pengaruhnya bagi kebutuhan hidup burung, karena terdapat masih dalam keadaan segar. Sehingga kandungan gizi yang terkandung di alamnya masih murni, berkadar tinggi dan baik mutunya. Dan untuk memenuhi kekurangan unsur hara tertentu, kadang-kadang burung masih mencari makanan tambahan tertentu di atas tanah atau di tempat lain.

pakan burung kenari biar cepat gacor, pakan burung kenari import, pakan burung kenari terbaik, pakan burung kenari biar gacor

Sawi salah satu tambahan pakan burung kenari

Berbeda dengan burung piaraan, seringkali pemelihara memberikan makanan dengan bahan yang sifatnya tetap. Untuk burung pemakan biji-bijian (gelatik, perkutut, bondol) misalnya, sering mekanan yang diberikan cuma kombinasi dari biji-bijian tertentu. Tak terlintas dalam pikiran si pemelihara untuk sesekali memberikan makanan tambahan lain yang sangat diperlukan burung. Tindakan serupa ini adalah keliru, sebab yang diberikan tersebut barulah bahan makanan pokok yang dibersifat sebagai sumber energi. Pdahal burung ini juga memerlukan unsur-unsur yang berasal dari bahan makanan lain. Misalnya protein, lemak, berbagai vitamin dan mineral. Di alam bebas burung pemakan biji-bijian selain memakan bahan makanan lain yang bukan biji. Misalnya rumput-rumputan muda, serangga-serangga kecil dan lain-lain.

Semua burung piaraan membutuhkan bahan makanan yang bervariasi. Untuk burung pemakan biji-bijian, yang banyak digunakan untuk bahan makanan adalah padi, ketan hitam, beras merah dan jewawut. Anda yang memberikan bahan makanan ini secara tunggal, ada pula yang secara kombinasi. Dari bahan makanan ini burung banyak mendapatkan zat-zat sumber tanaga (kalori) seperti hidrat arang, lemak dan protein. Tapi untuk zat pembangun tubuh dan pengganti sel-sel rusak, protein nabati (tumbuhan) belum mencukupi, karena tidak mengandung asam amino esensial yang sangat diperlukan tubuh. Kebutuhan protein hewan ini baru bisa dipenuhi bila burung diberi makanan tambahan berupa telur serangga, ulat, belalang, capung dan lain-lain. Begitu pula untuk jenis burung pemakan buah-buahan juga memerlukan makanan tambahan serupa. Bila makanan tambahan ini tidak dipenuhi, burung bisa menderita panyakit kekurangan gizi.

Untuk bahan makanan biji-bijian (ketan hitam, beras merah, gabah, jawawut dan lain-lain) yang asalnya dibeli di pasar, sebaiknya jangan diberikan langsung sebagai makanan. Biasanya bahan makanan serupa ini kurang sehat, karena tercemar atau mengandung benih penyakit. Untuk membersihkannya, sebaiknya bahan makanan yang baru dibeli direndam dulu dalam air dingin. Dengan demikian butiran-butiran yang keropos akan mengambang, pisahkan. Yang keropos dibuang, sedang yang terendam diangkat. Biji-bijian yang terendam, selanjutnya dijerang dan direndam dalam air panas, mati semua. Kemudian setelah air rendaman dibuang dan bahan makanan ditiriskan, bahan makanan tersebut dijemur kering lewat sinat matahari. Nah, bahan makanan yang telah bersih serupa inilah yang baik dipakai untuk ransum burung pemakan biji-bijian. Tapi untuk jenis burung pemakan buah-buahan, jelas diperlukan bahan makanan berupa buah-buahan segar.

Berilah burung peliharaan bahan makanan yang paling disukai dan perhatikan kombinasinya. Bahan makanan yang diberikan harus asli dan mutunya harus baik. Selain itu kebiasaan makan burungpun harus diperhatikan, sebab pemberian makanan yang menyimpang dari kebiasaan akan menimbulkan akibat-akibat fatal. Antara lain burung tidak mau makan sama sekali (bisa mati), mau makan tapi akan menderita sakit perut / mencret atau burung makannya sedikit sekali dengan akibat selalu murung dan tidak mau berkicau.

membeli pakan burung, minuman untuk burung, memberi makan burung, tips memberi makan burung supaya nurut, makanan burung

Bird in Hand (Burung di tangan)
gambar : birdinhand.com

Yang paling baik makanan diberikan pada pagi hari, secara teratur antara jam 06:00 – 08:00. Bersamaan dengan pembersihan sangkar dan penggantian air minum. Pada waktu mengisi makanan, sisa-sisa makanan yang masih tertinggal sedikit dalam tempat makanan, sebaiknya dibuang saja. Sisa makanan tersebut sudah tidak segar lagi, kemungkinan sudah asam atau tercemar. Untuk menghindari terjadinya sisa makanan yang banyak, amatilah sampai berapa banyak burung menghabiskan makanan setiap harinya. Dan bila sudah diketahui jumlah makanan secukupnya saja. Dengan demikian bahan makanan yang diberikan akan selalu segar, disamping menghindari pemborosan.

Jumlah yang diberikan harus cukup untuk keperluan sehari. Tempatkan makanan pada wadah yang mudah dijangkau burung untuk memakannya, dan usahakan makanan tidak tumpah berceceran ketika burung sedang memakan. Makanan yang banyak tumpah berceceran, berarti pemborosan. Penempatan wadah makanan juga harus diatur sedemikian rupa agar tidak dikotori burung itu sendiri.

Tempat makanan yang baik, modelnya harus menjamin makanan tidak sewaktu burung sedang makan (mengais-ngais dengan peruhnya) dan pengisian makanan jangan sampai penuh. Tempat makanan juga jangan sampai mudah terkena kotoran burung, akan tetapi mudah dijangkau oleh burung sewaktu akan makan.

Bagi burung pemakan buah-buahan, berilah buah yang sudah masak ranum dan empuk. Jangan yang masih mengkal atau keras. Bisa dimanfaatkan, misalnya pisang kepok putih, pepaya dan lain-lain. Sedang untuk serangga, bisa diberikan jangkrik, ulat, belalang, orong-orong, telur semut ngangrang dan lain-lain. Sebelum diberikan sebagai makanan sudah harus dibersihkan dulu bagian kaki, kepala, sayap. Setiap hari bisa diberikan 2 – 4 ekor untuk per ekor burung.

Di samping makanan, air juga merupakan kebutuhan pokok bagi kehidupan burung. Sebagai air minum, hendaknya dipakai air yang memenuhi syarat kesehatan. Untuk burung piaraan dianjurkan pemberian air matang yang sejuk, tapi jangan air dingin yang telah disimpan dalam kulkas atau air matang yang masih panas. Air ledeng yang mengandung kaporit sebaiknya juga jangan diberikan pada burung.

Kebutuhan air minum untuk burung, lebih kurang 4 – 5 kali lebih banyak dari jumlah makanan yang dimakan dalam sehari. Pemberian air minum sebaiknya juga berlangsung pada pagi hari, bersamaan saatnya ketika memberihkan sangkar dan pemberian makanan. Sebelumnya tempat air minum juga harus dibersihkan dulu dan dibilas sampai bersih betul. Setelah bersih, baru diisi air minuman. Alangkah baiknya dalam pemberian ir minum ini, setiap 3 – 4 hari sekali, dalam ir minumnya ditambahkan vitamin dan mineral. Pemberian air minum jangan sampai kurang. Bila sampai kekurangan akan menyebabkan pernafasan burung bisa sesak, pertumbuhan terhambat, saling patuk (untuk yang dipiara secara kelompok), nafsu makan mundur dan malas bernyanyi. Bila ragu memberikan air minum secara pas, boleh diberikan agak berlebih, karena nantinya burung akan menyesuaikan dengan keperluannya. Air minum ini setiap hari harus diganti dengan yang baru. Air yang tersisa harus dibuang, wadah dicuci bersih, sebelum diisi air segar yang baru. TLM ~~ MEMBERI MAKANAN DAN MINUMAN UNTUK BURUNG ~~