Lazada Indonesia

Bertanam Kopi Arabika Ala Petani Tanah Gayo

BERTANAM KOPI ARABIKA ALA PETANI TANAH GAYO

Syarat tumbuh kopi arabika

Ketinggian           :    1000 – 1600 m dpl
Suhu                      :    19 – 25 derajat C
Kemasan tanah :    5,5 – 6,7
Jenis tanah         :    andosol dan latosol

Tempat kita duduk sekarang ini ada di ketinggian 1400 m dpl. Suhunya 24 derajat C, pH tanah 6, dan jenis tanahnya latosol,” Ir. Rustam E. Said, Kepala Bidang Adm/Umum PD. Genap Mupakat, mengambarkan betapa tepatnya Pondok Gajah, salah satu kecamatan di Tanah Gayo, dipilih sebagai pusat perkebunan kopi arabika di Aceh Tengah.

Ketinggian tempat Tanah Gayo sendiri bervariasi, mulai dari 800 m dpl – 1600 m dpl. Di dataran rendah yang ketinggiannya di bawah 1000 m dpl, petani banyak yang menanam robusta. Sementara di daerah berketinggian 1200 m dpl, kebun-kebun kopi diisi oleh arabika dengan naungan pohon jeruk. Mulai ketinggian 1400 m dpl naungan jeruk menghilang, diganti dengan peneduh lamtoro. Meskipun peneduh yang dipakai petani ada yang berbeda, tapi prinsipnya sama saja. Berikut disajikan cara bertanam kopi arabika, sebagaimana dianjurkan oleh Balai Penelitian Kopi (BPK) Gayo.

1. Perlakuan Benih

harga bibit kopi arabika, jual bibit kopi arabika, pertumbuhan bibit kopi arabika, bibit kopi arabika 2014-2025, bibit kopi arabica

Bibit Kopi Arabika
gambar : bibitkopi.blogspot.com

Langkah pertama yang dilakukan ialah memilih pohon induk yang baik. Syaratnya, pohon induk itu harus bebas dari serangan penyakit karat daun, hama penggerek buah dan batang. Bentuk tajuknya bagus, berbatang pendek, dan produksi buah tinggi.

Dari pohon induk itu kemudian dipilih yang berasal dari buah yang sudah masak. Buah tersebut harus sehat. Kulitnya tidak berkeriput atau cacat.

Buah terpilih dipetik dan langsung diseleksi dengan cara merendamnya dalam air. Hanya buah yang terendam saja yang diambil untuk diseleksi ulang. Jika pada seleksi kedua ini masih ada buah yang terapung, buah itupun dibuang juga.

Selanjutnya, kulit dan daging buah dibuang. Biji yang sudah terkupas direndam kembali. Hanya yang tenggelam yang kemudian diperam selama 24 jam. Usai pemeraman, biji dicuci sampai lendirnya hilang. Bila lendir belum terkupas habis, biji diperam dan kemudian dicuci lagi.

Tahap berikut biji dikeringanginkan selama satu atau dua hari. Cegah biji itu terkena sinar matahari langsung. Pada tahap ini, biji yang bentuknya seperti kuping gajah, segitiga, dan terserang hama/penyakit, disortir ulang. Biji yang sudah disortir berulang kali itu harus segera disemai. Persentase tumbuh biji akan kecil jika terjadi penundaan sampai lebih dari tiga bulan.

2. Pesemaian dan pembibitan

Sebelum benih disemai perlu dibuat bedeng pesemaian selebar 100 cm, tinggi 20 cm, dengan panjang sesuai kondisi lahan. Sedangkan jarak antarbedeng sekitar 50 cm. Bedengan itu sebaiknya diarahkan ke timur agar terkena sinar matahari pagi.

Tanah untuk pesemaian dicangkul sedalam 30 cm dan kemudian dicampur dengan kompos atau pupuk kandang sebanyak 20 kg per meter persegi. Kalau perlu, tambahkan pula 25 gram Petrofur 3 G atau Currater.

Selanjutnya benih disemai sedalam 0,5 cm dengan jarak tanam 2,5 cm x 5 cm. Benih diletakkan dalam posisi tertelungkup. Dengan jarak tanam seperti itu, maka satu meter persegi dapat menampung sekitar 750 benih. Perawatan lanjutan yang perlu dilakukan hanyalah menyiram bila tanah terlihat kering. Setelah bibit berumur 10-12 minggu, bibit perlu dipindah ke polibag.

Polibag itu sendiri juga perlu diletakkan di bedengan yang menghadap ke arah timur. Selama di polibag, perawatan yang perlu dilakukan hanyalah menyiram dan menyiangi gulma yang tumbuh. Sebagian besar petani di Tanah Gayo tidak pernah memupuk bibit tersebut. Tapi BPK Gayo menganjurkan, kalau pertumbuhannya kurang bagus, bibit bisa disiram dengan 1 kg pupuk SS yang direndam dalam 5 liter air dan kemudian dilarutkan dengan penambahan 15-20 liter. Selanjutnya diaduk merata dan disemprotkan ke bibit.

Bibit yang sudah disiram larutan pupuk, ‘dibilas’ lagi dengan air bersih sehingga daun bersih dari larutan pupuk. Pemberian pupuk diulangi 15-20 hari sekali tergantung pertumbuhan bibit.

Hanya bibit yang sehat saja yang boleh ditanam di kebun. Seandainya di pembibitan ditemukan bibit berbatang pendek pucuk cokelat, berbatang tinggi pucuk cokelat, atau berbatang tinggi pucuk hijau, sebaiknya tidak dipakai karena varietasnya belum diketahui. Varietas catimor maupun arabika lokal berpucuk hijau. Demikian juga jika ada bibit terserang karat daun. Sebab, bibit itu sudah pasti bukan catimor yang kebal serangan penyakit ini.

3. Penanaman Kopi Arabika Lanjutkan Ke –> Page / Halaman 2