Lazada Indonesia

Jenis-Jenis Hama Dan Penyakit Jambu Biji Di Malaysia Dan Cara Mengatasinya

Jenis-Jenis Hama Dan Penyakit Jambu Biji Di Malaysia Dan Cara Mengatasinya

Jambu biji tidak lepas dari serangan hama dan penyakit. Di Malaysia, hama yang merugikan kebun jambu biji antara lain lalat buah, kutu apid, kepik helopeltis, dan ulat pemakan daun. Sedangkan penyakit pada jambu biji yang cukup merugikan adalah bengkak akar, kudis, dan antraknosa. Bagaimana mengatasinya dan cara penanggulangannya serta pengendaliannya ?

Seperti buah-buahan lain, jambu biji (Psidium guajava) juga sering terserang hama dan penyakit. Hama dan penyakit itu jika tidak segera dikendalikan dapat merusak tanaman dan buahnya, bahkan dapat mematikan tanaman itu.

Pengendalian hama dan penyakit sangat penting dilakukan untuk menghindari kerugian besar. Berikut ini Institut Penyelidikan dan Kemajuan Pertanian Malaysia (MARDI) mencatat beberapa hama dan penyakit yang sering dijumpai di perkebunan jambu biji di Malaysia serta cara menanggulanginya.

1. Lalat buah (Dacus pedestris)

hama jambu biji, artikel hama jambu air, hama penyakit pada jambu, tanaman jambu, klasifikasi lalat buah

Lalat buah
gambar : entnemdept.ifas.ufl.edu

Lalat buah merupakan hama perusak utama di Malaysia. Di sana, lalat ini terdapat di semua negara bagian. Serangan dimulai saat lalat buah betina bertelur dalam buah yang masih muda sampai buah matang. Setelah telur di dalam buah menetas, larva akan memakan daging buah yang menyebabkan pembusukan yang tidak menyeluruh.

Hama ini dapat dikendalikan dengan beberapa cara, antara lain mengumpulkan dan menimbun semua buah yang rontok pada kedalaman minimum 15 cm. Selain itu, buah yang berukuran sebesar telur ayam dibungkus dengan kantung kertas untuk melindungi serangan lalat buah. Pembungkusan buah ini juga berfungsi menjadikan buah lebih bersih dan mulus.

Lalat buah juga dapat dikendalikan dengan umpan protein beracun yang disebut Promar. Caranya, larutan 40 ml Promar disemprotkan pada setiap tanaman lim ahari sekali sejak awal berbuah sampai buah siap petik. Umpan dapat dibuat sendiri dengan mencampur 5 gram essence panili, 30 gram amoniak gosok, 1 liter cairan 0,5% formalin, 500 gram gula pasir, dan 1 liter air. Umpan ini ditaruh dalam piring atau kaleng ceper dan digantungkan di tiap pohon.

2. Kutu daun (Aphis sp.). Lanjutkan Ke –> Page / Halaman 2