Kumbang Penggerek Batang

Kumbang Penggerek Batang

Bentuknya mirip ulat tapi ia berahang kuat, sehingga mampu melubagi batang kayu keras. Itulah larva kumbang bersungut panjang.

Dahan pohon mangga seringkali kedapatan patah, bukan karena terlalu banyak memikul buah, melainkan karena dahan itu memang sudah keropos. Di bagian kayunya (di bawah kulit) ada lubang memanjang mirip terowongan. Kalau tidak terlambat, kita masih bisa menemukan larva mirip ulat dan terowongan itu. Itulah dia, larva kumbang penggerek batang. Bedanya dengan ulat dari kupu-kupu, larva kumbang tidak punya kaki pada abdomen (bagian perutnya). Larva kumbang penggerek tidak hanya menyerang batang mangga, tapi juga pohon lain, seperti durian, jeruk, cengkeh, jambu, dan kenari.

Tapi penggerek yang menyerang mangga, berbeda jenisnya dengan yang menyerang durian, jeruk atau cengkeh, misalnya. Biasanya tiap penggerek punya jenis tanaman kesukaan sendiri-sendiri. Mereka itu larva kumbang bersungut panjang dari suku Cerambycidae.

hama penggerek batang mangga, hama penggerek batang cengkeh, hama penggerek batang kopi, hama penggerek batang padi, hama penggerek batang jagung, hama penggerek batang tebu

Hama penggerek batang mangga
gambar : labscorner.org

Larva masuk ke dalam batang atau cabang melalui lubang bekas gigitan semut, atau menembus bagian lunak di sisi tunas. Dari situ ia terus membuat terowongan ke teras (bagian tengah) batang, tempat ia akan menetap. Setibanya di teras batang, ia tidak tinggal diam, tapi terus menggerogoti bagian tengah batang itu. Dengan begitu, pembuluh kayu dari cabang atau batang akan praktis rusak berat. Sementara itu, sang larva tetap bermukim di situ sampai ia selesai berkepompong. Baru akan keluar kalau ia sudah berubah menjadi kumbang.

Ukuran larva penggerek bisa cukup besar. Larva jenis Rhytidodera simulans yang menggerek mangga, misalnya, panjangnya bisa sampai 7 cm. Tak heran kalau larva ini mampu mematahkan dahan yang besar. Tanda serangan penggerek adalah terdapatnya kotoran mirip blendok berwarna hitam yang menempel dekat lubang batang atau cabang.

Kumbang penggerek ini selalu mengunjungi tanaman tempat kelahirannya kembali, dan memakan kulitnya. Pada kesempatan itulah, kumbang betina menempelkan telurnya pada kulit batang. Kemampuan bertelurnya cukup tinggi. Kumbang Rhytidodera simulans misalnya, bisa bertelur sampai 160 butir. Begitu menetas, larva kecil akan langsung mencari-cari jalan untuk masuk ke batang tanaman.

Penanggulangan hama ini cukup sulit. Larva yang sudah bermukim dalam batang tak gentar disemprot insektisida sistemik. Untuk bisa membunuhnya, kita cari lubang ke terowongannya, kemudian mengisikan cairan insektisida ke dalamnya. Barulah larva bisa mati. Barapa lubang yang harus kita cari? Inilah yang dikatakan sulit. Tapi sebenarnya kita bisa melakukan pencegahan sebelum larva masuk ke dalam batang, yaitu dengan mengamati tanaman dan melakukan penyemprotan insektisida secara rutin, agar larva yang belum sempat masuk ke batang bisa tumpas. Begitu pula kumbangnya. (St) – Kumbang Penggerek Batang