Menguak Sejarah Rahasia Primbon Kecantikan Putri Keraton

Menguak Rahasia Primbon Kecantikan Putri Keraton

Serat primbon jampi jawi karya Sri Sultan Hamengku Buwono II, Raja Mataram yang memerintah pada tahun 1792 – 1828 menjadi bukti sejarah. Leluhur kita zaman itu bukan hanya sudah memperhatikan kesehatan tubuh tetapi juga kecantikan. Terbukti diantara ribuan resep yang tertulis  dalam kitab tersebut adalah ramuan untuk kecantikan kaum wanita.

kecantikan putri keraton, perawatan kecantikan ala putri keraton, rahasia kecantikan wajah putri keraton, rahasia kecantikan putri keraton, princess beauty

Putri keraton
gambar : flickr.com by anggaprstya

Kitab Primbon Jampi Jawi tersebut terbilang referensi tertulis tentang jamu-jamu kecantikan tertua yang berasal dari Kerajaan Mataram (Ngayogyakarto Hadiningrat). Menurut Adjikoesoemo, cucu BRAY. Poedjokoesoemo, istri adik Sri Sultan HB IX, buku ini diperkirakan ditulis Sri Sulran HB II saat berada dalam masa pembuangan pada zaman kolonial Belanda.

Adji yang menjadi pewaris primbon berisikan kurang lebih 3.000 resep jamu tersebut kini sedang berusaha menerjemahkan isinya. “Hingga kini saya baru mengalibahasakan 632 resep, belum ada separuhnya”, paparnya saat ditemui di kediamannya, nDalem Pujokusuman yang terletak di lingkungan keraton Yogyakarta. Pengalihbahasaan yang sudah dilakukannya sejak 1991 itu memang menemui kendala, misalnya perubahan istilah. Ia mencontohkan daun waru (Hibiscus tiliaceus) ditulis dengan istilah bolodewo; pulowaras untuk menyebut pulosari (Alyxia stellata) dan masih banyak istilah yang menyebabkan penerjemahan jadi makan waktu lama.

Begitu berharganya isi buku resep kuni itu hingga Adjikoesoemo menampik tawaran senilai Rp. 350 juta dari sebuah perusahaan jamu terkenal yang hendak membelinya tahun 1992. Ia bertekad melestarikan pusaka dan mempelajari resep-resep dalam buku tersebut agar berguna bagi masyarakat. Berbekal pengetahuan Serat Primbon Jampi Jawi dan belajar pada beberapa orang pakar jamu, Adji merintis pembuatan jamu kecantikan tradisional tahun 1994. Salah satu produksinya adalah jamu kecantikan penghilang vlek pada wajah. “Jamu kecantikan penghilang vlek ini berinspirasikan salah satu ramuan yang dulu untuk mengobati penyakit barosi,” ungkap Adji yang melabel produknya dengan nama “Sekar Mataram”. Ini hanyalah satu dari sekian banyak ramuan kecantikan yang dahulu berperan dalam membentuk kecantikan puteri-puteri keraton.

1. Kebanyakan dari Tumbuhan

Bahan-bahan ramuan untuk kecantikan / perawatan tubuh dan kesehatan dalam Primbon Jampi Jawi umumnya berasal dari tumbuh-tumbuhan. Namun ada pula yang berupa jamur seperti jamur kyai ageng ampes yang sekarang ditemukan di lereng Gunung Sumbing; batu karang merah (lempung karawang). Bagian tumbhan yang dimanfaatkan meliputi umbi, akar, batang, kulit batang, getah, ranting daun, bunga dan buah.

Banyaknya resep dalam primbon mencerminkan pengetahuan tentang berbagai khasiat tumbuh-tumbuhan dan bahan lain telah diketahui sejak dulu. Bahan-bahan ramuan itu ternyata bukan hanya berasal dari Pulau Jawa melainkan juga luar Jawa. Hal ini terlihat pada cuplikan naskah Primbon Jampi Jawi, “oyot gineshah meniko kathah ing telatah Lampung” yang berarti salah satu bahan ramuan bernama akar gineshah (belum diketahui namanya sekarang) banyak terdapat di Lampung. Tak Cuma dari luar Jawa, beberapa bahan malah asli mancanegara seperti Cina. Sebagai contoh, kajeng manis cinten atau kayumanis cina (Cinnamomum cassia) dan klembak tiongkok (Rheum spec).

Menurut Adjikoesoemo, diantara bahan ramuan banyak yang tidak dapat dijumpai lagi dengan mudah. Merinagi misalnya, adalah salah satu bahan ramuan berupa tumbuhan yang dulunya banyak ditemukan di pematang sawah. Sekarang tanaman itu sudah “langka”. Dari 131 bahan ramuan untuk mandi rempah saja, Adjikoesoemo hanya bisa menemukan 98 macam. Kendati kurang lengkap, setelah dicoba dengan bahan sejumlah itu, ramuan mandi rempah sudah terasa khasiatnya.

2. Kesegaran Wajah Sampai Pinggul Besar. Lanjutkan Ke –> Page / Halaman 2