Lazada Indonesia

Tanaman Pangkas Untuk Taman

Tanaman Pangkas Untuk Taman

nama latin tanaman anak nakal, manfaat tanaman anak nakal, nama ilmiah tanaman anak nakal, tanaman anak nakal, klasifikasi tanaman anak nakal

Tanaman anak nakal efektif dijadikan pagar
gambar : nuzuliyah.blogspot.com

Hampir setiap taman rumah dan taman umum dilengkapi tanaman pangkas yang dikenal dengan sebutan si anak nakal. Tanamannya memang luwes untuk dibentuk-bentuk ssuai dengan keinginan kita. Saat ini ada dua jenis yang beredar di pasaran. Salah satunya saat ini sangat digemari.

Tanaman pangkas Duranta repens, yang populer dengan sebutan dikatakan tanaman yang paling populer sebagai elemen taman saat ini. Baik yang ditanam untuk membuat ornamen bentuk (umumnya bentuk-bentuk bulat), pembatas maupun pagar taman.

Di pasaran saat ini beredar dua jenis, yang berbeda warna daunnya. Yang satu hijau, sedang satunya lagi hijau kekuningan. Jenis kedua yang di kalangan pembuat taman dikenal sebagai tanaman pangkas kuning, saat ini tengah digemari. Tanaman pangkas kuning ini umumnya ditanam dalam jumlah banyak untuk membuat logo atau sebagai pembatas. Warna kuning yang dipancarkannya memang harmonis kalau dipadukan dengan warna lainnya.

Si anak nakal yang berupa semak ini memang ideal untuk tanaman pangkas. Percabangannya rapat dan pertumbuhannya cepat. Membuat tanaman ini luwes dipangkas untuk membuat ornamen bentuk dalam taman. Namun ia juga mempunyai kelemahan, yaitu jika tingginya sudah lebih dari 75 cm. Biasanya percabangan bagian bawahnya kosong atau tidak rapat lagi. Oleh karena itu, jika kita ingin tanaman pagar atau ornamen bentuk yang tingginya lebih dari 75 cm, sebaiknya menggunakan tanaman lain, misalnya teh-tehan (Acalypha microphylla).

Menanam Untuk Ornamen Bentuk

Kalau kita ingin menggunakan tanaman ini untuk membuat ornamen bentuk dalam taman, misalnya bentuk-bentuk bulat, maka sebaiknya kita menanamnya dari tanaman jadi yang bentuknya sudah bulat seperti bola hasil dipangkas. Walaupun sebenarnya kita bisa juga menanamnya dari stek batang atau stek pucuknya kemudian memangkasnya sendiri, tetapi akan memakan waktu yang lama.

Menanam tanaman si anak nakal ini tidaklah sulit. Kita cukup membuatkan lubang tanam yang besarnya kira-kira tiga kali dari besar bongkahan tanah yang menempel pada akar tanaman. Pada dasar lubang diberi pupuk kandang secukupnya, kemudian tanaman kita tanam dalam lubang tersebut.

Yang penting sebenarnya adalah mempertahankan bentuknya. Para pembuat taman, untuk mempertahankan bentuk tanaman pangkas biasanya dengan menanam tanaman ini tanpa membuka plastik bekas karung pupuk yang dipergunakan untuk membungkus bongkahan tanah yang menempel pada akar tanaman. Namun jika pembungkusnya polybag, mutlak harus dibuka karena tidak bisa ditembus akar tanaman. Dengan tetap terbungkus, akar tanaman tidak bisa berkembang secara leluasa. Akibatnya pertumbuhan tanamannya terhambat sehingga tanaman tidak banyak mengalami perubahan bentuk. Namun walaupun demikian, ia masih tetap tumbuh, maka ia perlu dipangkas secara rutin untuk menjaga kerapiannya.

Menanam Dengan Stek

Jika ingin kita membuat pagar atau pembatas dari tanaman ini, untuk menghemat biaya, kita bisa menanamnya dari stek batang atau stek pucuk.

Caranya, bagian tanah yang di atasnya akan kita buat pagar dibersihkan dulu. Selanjutnya tanah itu kita campuri pupuk kandang, kira-kira setengah karung pupuk permeter persegi tanah. Lalu kita siram sampai basah betul.

Selanjutnya stek berupa potongan cabang atau pucuk tanaman, kita tanam. Jarak tanamnya kira-kira 20-30 cm tergantung kerapatan yang kita inginkan. Agar penyetekannya berhasil, tanahnya harus kita pertahankan tetap lembap. Untuk itu perlu kita siram secara rutin.

Jika penyetekan berhasil, tanaman kita pelihara saja dulu. Baru setelah tingginya melebihi ukuran yang kita inginkan, pangkas pertama kita lakukan, untuk memperoleh bentuk dasarnya. Satu bulan berikutnya tanaman kita pangkas lagi, yaitu ketika tunas-tunasnya sudah banyak bermunculan. Pemangkasan berikutnya kita lakukan berturut-turut setelah 3,2 dan 1 minggu. Pemangkasan secara bertahap ini bertujuan agar kita mendapatkan tanaman dengan percabangan yang rapat dan bentuk tanamannya betul-betul kompak.

Selanjutnya untuk mempertahankan bentuk yang telah kita peroleh, tanaman harus kita pangkas secara rutin, 5-10 hari sekali. Selain untuk mempertahankan bentuk, pemangkasan rutin ini juga untuk menjaga kerapiannya.

Pemeliharaan Tanaman Pangkas

Pemeliharaan yang penting adalah penyiramannya. Setiap hari, asal tidak turun hujan, tanaman ini harus kita siram sekali atau dua kali. Setiap habis dipangkas, tanaman sebaiknya dipupuk dengan menyiramkan larutan pupuk urea, konsentrasinya setengah sendok makan per 10 l air. Tanaman pangkas juga sering diserang kutu putih untuk itu setiap kita melihat ada kutu pada tanaman sebaiknya segera disemprot dengan insektisida (Thiodan, Malathion, Basudin, misalnya) dengan konsentrasi 2 cc/l. (YK) ~~ Tanaman Pangkas Untuk Taman ~~