Kotoran Sapi Sebagai Pupuk

Kotoran Sapi Sebagai Pupuk

Bagi petani pedesaan, pemakaian kotoran sapi sebagai pupuk, bukanlah hal yang baru. tapi untuk para penggemar tanaman di kota-kota besar, ternyata masih banyak yang ragu. “Bisakah kotoran itu untuk memupuk tanaman hias, misalnya ?” Demikian antara lain pertanyaan itu. Apa jawabannya ?

kotoran sapi dan kandungannya, kotoran sapi untuk pakan ikan, kotoran sapi untuk biogas, kotoran sapi memiliki kandungan, kotoran sapi untuk pakan lele, kotoran sapi mengandung, kotoran sapi menjadi parfum

Peternakan sapi
gambar : energitoday.com

Memang, bau tak sedap akan kita nikmati manakala kita nikmati disaat berada dekat kandang sapi. Apalagi pada pagi hari, sebelum kandang dibersihkan. Kotoran sapi masih berserakan di lantai. Baunya minta ampun. Kesan itu rupanya, yang membuat penggemar tanaman di kota-kota besar merasa sayang, kalau tanamannya dipupuk dengan kotoran sapi. Padahal, harap diketahui, sayuran yang kita santap hampir setiap hari, seperti kol, wortel, tomat dan bawang, dihasilkan dari ladang yang dipupuk berat dengan kotoran sapi.

Pupuk kandang kotoran sapi sebenarnya sama sekali tidak menjijikan. Tidak berbau. Kita pun boleh saja memegang-megangnya menggunakan tangan. Pupuk ini bisa dipakai untuk memupuk segala macam tanaman, termasuk juga tanaman hias.

Tapi yang dimaksud dengan pupuk kandang, memang bukan kotoran sapi yang baru saja keluar dari perut binatang itu, yang masih lembek, dengan aroma yang kelewat harum sehingga mengundang banyak lalat. Kalau seperti itu masih dinamakan kotoran sapi, bukan pupuk kandang. Bila untuk memupuk tanaman, bisa jadi tanaman malah akan mati. Soalnya, kotoran sapi yang masih seperti ini masih “panas”. Bila terlalu dekat dengan akar tanaman, maka daun tanamannya bisa menguning, layu. Ini karena ulah dari jutaan mikroorganisme di dalam kotoran yang masih “baru” menguras nitrogen di dalam tanah. Saking banyaknya jumlah mikroorganisme itu, menyebabkan tanaman yang dipupuk malah tak kebagian nitrogen. Jadi daun-daun akan menguning. Di samping itu, berhubungan dengan kegiatan dari mikroorganisme tersebut juga menaikan suhu tanah, maka daun-daun tanaman juga bisa layu, kepanasan dari bawah. Maka, memupuk dengan kotoran sapi yang belum matang demikian, akibatnya bisa berbahaya bagi tanaman.

Adapun yang dimaksud pupuk kandang kotoran sapi adalah, kotoran sapi yang telah kering dan lapuk, bisa didremas dengan mudah dan rapuh. Wujud asli barang itu sudah susah untuk dikenali, juga tidak berbau seperti aslinya. Kita lalu tidak merasa jijik untuk memegangnya. Pupuk dengan ciri-ciri seperti itu dikatakan sudah matang. Petani pedesaan bisa menyebutnya bahwa pupuk sudah dingin. Memang, kalau tangan kita dimasukkan dalam tumpukan pupuk tersebut, akan terasa dingin.

Selama ini pemakaian pupuk kandang sapi memang masih terbatas untuk sayuran, tanaman perkebunan dan tanaman buah-buahan di pedesaan. Penggunaannya untuk memupuk tanaman hias di kota-kota masih sangat jarang. Maklumlah, rasanya memang belum ada, kios-kios tani yang menjual pupuk kandang ini. umumnya di kios-kios tani hanya ada kompos. Kalau toh ada pupuk kotoran binatang, paling-paling dari kotoran walet dan kelelawar. Padahal seumpama kotoran sapi itu digiling sampai halus, lalu dikemas plastik kemasan kompos, kiranya para penggemar tanaman hias juga akan menggunakannya. Pengemasan demikian dapat menghilangkan kesan jorok dari kotoran itu, sewaktu masih bertebaran di kandang.

Pupuk kandang kotoran sapi cocok untuk memupuk anggrek, terutama jenis anggrek tanah. Petani anggrek tanah di Kebon Jeruk Jakarta Barat, juga di Taman Anggrek Ragunan, sudah terbiasa menggunakan pupuk kandang kotoran sapi untuk mendapatkan bunga anggrek tanah yang berukuran besar-besar, menyenangkan. Selain untuk anggrek tanah, pupuk kandang ini juga bagus untuk aneka tanaman hias berbunga, misalnya untuk bunga kana. Petani bunga potong di daerah Bendungan, Ambarawa, Jawa Tengah, juga telah terbiasa memupuk tanaman bunga sedap malam, aster, krisan dan gladiola.

Sebagaimana pupuk organik lainnya, kotoran sapi terutama juga berperan untuk memperbaiki sifat-sifat fisik tanah. Tanah berpasir, atau sebaliknya tanah yang liat, dapat menjadi gembur dengan menambahkan kotoran sapi dalam jumlah yang cukup. Daya simpan air dari tanah tersebut akan meningkat. Demikian pula, hara dalam tanah juga tidak akan mudah hanyut oleh air. Sebab, bahan organik di dalam tanah juga berperan memegang unsur hara. Selain itu, penambahan kotoran sapi juga akan memperkaya unsur hara di dalam tanah, meski jumlahnya sangat kecil. Dari hasil analisa kimia, kotoran sapi itu mengandung 0,65 % N dan 1,25 % K2O. Angka kandungan nitrogen dan kalium ini bisa berubah-ubah, tergantung dari jenis makanan yang diberikan pada sapi. Tapi yang sudah pasti, harga pupuk organik ini masih lebih murah dibandingkan pupuk organik kotoran kelelawar, misalnya *** (Sj) ~~ Kotoran Sapi Sebagai Pupuk ~~