Cara Merawat Ayam Pelung yang Benar

Bentuk tubuhnya besar, ditambah suaranya yang khas menjadikan Sang Raja dari Cianjur ini lain dari yang lain. Orang sana biasa menyebutnya “hayam welung” lantaran kokoknya yang nyaring baru berhenti ketika leher ayam pelung ini sudah “melungkung” ke bawah!

1. Sejarah Ayam Pelung

cara merawat ayam pelung, harga ayam pelung anakan, harga ayam pelung asli, suara ayam pelung

Ayam pelung asli
gambar : ayam-pelung-mania

Sesungguhnya ayam pelung yang sudah ada sejak pertengahan abad ke-18 ini berasal dari ayam kampung biasa. Waktu itu seorang ajengan bernama Raden Haji Djarkasih berhasil memperoleh bibit unggul berkat ketekunannya memelihara ayam.

Yang paling mengagumkan, ayam milik Raden Djarkasih mempunyai bunyi kokok yang lebih nyaring dan panjang. Kalau si jantan ini sedang berkokok, lehernya akan melengkung sampai ke bawah. Volume suaranya yang lebih besar disebabkan karena tubuhnya yang lebih berat. Dagingnya lebih tebal. Sebagai ayam peliharaan, hal ini menyebabkan ia nampak semakin gagah dan tahan terhadap penyakit. Untuk dikonsumsi ia membuat orang puas. Apalagi dagingnya terasa gurih dan empuk.

Satu keuntungan lain bisa kita mememliharanya : harganya lebih mahal. Satu butir telur ayam pelung laku dijual dengan harga Rp. 10.000,00 s/d 20.000,00. Belum lagi ayam jantan yang sudah “jadi”, berbadan sehat dan pandai “bernyanyi”, harganya mencapai jutaan rupiah per ekornya.

2. Satu di Antara 10

Bibit ayam pelung dapat diperoleh melalui telur yang dihasilkan dari bapak dan ibu ayam pelung. Hal ini dapat saja dilakukan dengan cara mengawinkan satu pejantan ayam pelung dengan beberapa induknya. Yang pasti keturunan ini harus asli. Sebab jika tidak, pasti kita tidak akan memperoleh ayam pelung yang diinginkan.

Telurnya dapat kita tetaskan sendiri dengan cara menitipkannya dalam kandang induk ayam kampung yang sedang mengeram atau dapat juga melalui cara moderen, lewat alat penetas telur.

Biasanya dari 15 butir telur yang dihasilkan oleh induk ayam pelung, rata-rata 10 butir yang dierami. Tujuh butir telur berhasil menetas dengan perincian : 3 ekor jantan dan 4 ekor betina. Lewat pengalaman pemeliharanya, dari 3 ekor jantan itu, yang bakal mempunyai suara yang bagus dan “jadi” hanyalah satu ekor.

Pusat pembibitan ayam pelung telah menetapkan harga-harga bibit sebagai berikut : telur ayam pelung @ Rp. 10.000,00 s/d 15.000,00 sementara sepasang bayi ayam pelung berumur 1 sampai dengan 5 hari harganya adalah Rp. 100.000.

3. Menu Kelas Tinggi

Bayi anak ayam pelung yang baru lahir bisa diberi makanan starter ayam ras pedaging hingga berumur 1,5 bulan. Banyaknya pemberian makanan biasanya berdasarkan ilmu kira-kira. Pokoknya asal jangan terlalu sedikit. Setelah berusia 1,5 bulan berangsur-angsur diberi campuran dedak dengan perbandingan 1 : 2. Dedak tanpa campuran makanan starter ayam ras pedaging sudah dapat diberikan ketika sang bayi berusia 2,5 bulan.

Pada umur itu, dia sudah dianggap besar. Gizinya diperoleh dengan menambahkan protein berupa cincangan daging siput dan sayuran hijau. Kadang-kadang ia diberi lagi ransum atau makanan tambahan seperti : madu dan telur, belut, ikan-ikan tawar kecil, pisang, anak katak atau nasih setengah matang yang dicampur dengan mentega. Semua ini diberikan dalam wadah makanannya. Beberapa tempat di Cianjur malah hanya menebarkan begitu saja makanannya di tengah lapangan. Demikian juga dengan minumannya. Hanya air bersih biasa.

Dapat diambil dari air sumur, air ledeng atau air kali. Kadang-kadang dalam minumannya diberi vitamin tertentu, yang diperoleh di Dinas Peternakan setempat. Walaupun ia lebih tahan terhadpa penyakit, di Cianjur pada waktu-waktu tertentu ia tetap divaksinasi.

4. Kandang Panggung Tinggi untuk Ayam Pelung.

Lanjutkan Ke –> Page / Halaman 2

Comments
  1. hippapi jakarta |
  2. Agus Fadli |
  3. dedi |