Lazada Indonesia

Pengelolaan Tanah Berpasir agar Lebih Layak Tanam

Agar Tanah Pasir Lebih Layak Tanam

manfaat tanah pasir, pengelolaan tanah berpasir agar bisa ditanami, ciri-ciri tanah berpasir, ciri-ciri tanah lempung liat berpasir, tanaman tanah berpasir, pondasi tanah berpasir, tanah laterit

Pengolahan tanah berpasir
gambar : flickrhivemind.net

Ciri khas tanah pasir ialah, butirannya tidak kompak atau tercerai-berai. Dayanya menyimpan air rendah sekali, sampai merupakan problem utama, kalau tanah ini dipakai sebagai media tanam bagaimana mengatasinya ?

Tanah pasir adalah tanah yang mengandung pasir 70 %. Penyebarannya di Indonesia tidak seluas tanah liat. Umumnya hanya dijumpai didekat dekat gunung berapi atau sekitar pantai saja. Butirannya kasar, sehingga rongga di antara butir-butir tanah itu besar. Karena besar, maka perembesan air selalu berlangsung cepat. Akibatnya, menjadikan tanah yang cepat kering. Dayanya menyimpan air rendah. Namun besarnya rongga tanah itu menyebabkan pertukaran udara berjalan lancar. Ciri lain adalah, ia tidak lengket kalau basah, sehingga mudah diolah.

Biasanya tanah pasir kurang subur dibandingkan tanah liat, karena daya simpan air dan hara rendah sekali. Hal ini tentu tidak menguntungkan bagi tanaman yang tumbuh diatasnya.

Perlu Perbaikan

Untuk memperbaiki struktur tanah pasir yang mudah kering dan kurang subur itu diperlukan penambahan bahan organik. Bahan organik bisa berupa pupuk kandang, kompos, atau gambut, berperan sebagai pengikat butiran-butiran pasir yang semula bercerai-berai, agar menggumpal menjadi gumpalan yang lebih besar. Struktur tanah lalu menjadi beremah-remah. Bahan organik juga berperan sebagai penyerap air, sehingga daya simpan air dari tanah pasir itu bisa meningkat.

Pupuk kandang atau kompos sebaiknya dipilih yang telah matang. Ciri-ciri pupuk kandang atau kompos matang menurut ketua Kelompok Peneliti Pengendalian Erosi di Puslittan, Bogor, adalah berwarna hitam, tidak berbau, dan beremah-remah.

Bila yang akan ditambahkan itu gambut, hendaknya gambut yang masih setengah matang. Gambut setengah matang menurut Ka Sub-Pengolahan Air, Puslittan, Bogor, mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : kalau diperas atau diremas, maka serpihan-serpihan gambut yang keluar melalui sela-sela jari jumlahnya tidak begitu banyak.

Cara pemberian bahan organik pada tanah pasir prinsipnya tidak berbeda dengan pemberian bahan organik pada tanah liat. Dosisnya pun tidak jauh berbeda, yaitu minimal 20 ton/ha. Atau kalau tanah itu bakal pengisi pot, perbandingan antara tanah dengan bahan organik sebesar 2 : 1. Bahan organik itu dicampur rata dengan tanah.

Penyiraman Lebih Teratur

Selain pemberian bahan organik, ada hal lain yang juga perlu diperhatikan, kalau kita hendak menggunakan tanah pasir sebagai media tanam. Mengingat sifatnya yang mudah kering, maka tanah perlu penyiraman yang lebih teratur. Penyiraman pada musim kemarau terpaksa lebih sering (misalnya 2 – 3 kali sehari) daripada pada musim hujan (misalnya 1 kali sehari). Penyiraman tanah di kebun bisa dengan percikan air melalui selang. Sedangkan penyiraman tanah dalam pot, boleh dengan gembor. Kalau tanah sudah terlihat kering, tibalah waktunya menyiram. (FO) ~~ Pengelolaan Tanah Berpasir agar Lebih Layak Tanam ~~