Bakterisida adalah Racun Pembunuh Bakteri

Bakterisida adalah Racun Pembunuh Bakteri

pengertian bakterisida, bakterisida adalah, bakteriostatik, fungisida, rodentisida, contoh bakterisida, fungsi bakterisida, bakterisida adalah, bakterisida agrept

Contoh Bakterisida Agrept
gambar : gallery.faedahjaya.com

Racun ini adalah bernama bakterisida, memang dibuat khusus untuk bakteri. Bakterisida memang kurang populer tidak seperti insektisida (racun serangga) maupun fungisida (pembasmi cendawan). Kehadirannya di Indonesia bisa dibilang lamban. Sejarahnya baru muncul sekitar tahun 1984-an. Padahal, keluhan gangguan bakteri pada tanaman sudah dirasakan sejak dulu. Pecandu bunga krisan kerap kali harus jengkel mendapatkan tanamannya mati karena layu, di saat sedang musim hujan. Tanaman pisang juga sering ditemukan mati dengan gejala serupa. Terlebih-lebih tanaman tomat, kentang dan cabe (cabai), gejala mati layu seperti itu sudah bukan barang ateh lagi. Bila batang tanaman layu itu dipotong melintang, lalu potongan itu dicelupkan dalam air jernih dalam gelas sambil dipencet, maka akan keluar lendir berwarna putih yang agak menggumpal. Lendir itu merupakan kumpulan bakteri Pseudomonas solanacearum, biang keladi kelayuan pada tanaman.

Penanggulangan penyakit layu bakteri tersebut, bisa dilakukan dengan menggunakan bakterisida. Dua macam merek dagang bakterisida : agrept 25 WP dan Agrimycin 15/1,5 WP, yang kini dapat dibeli di kios-kios tani, khusus dibuat untuk mengendalikan bakteri Pseudomonas solanacearum. Agrept mempunyai bahan aktif streptomisin sulfat 25 %. Sedang agrimycin, selain berisi bahan aktif berupa (Streptomisin sulfat) 15 %, juga mengandung oksitetra siklin 1,5 %. Kedua nama bakterisida tersebut, dibuat dalam bentuk bubuk, yang sebelum dipakai harus dilarutkan oleh air terlebih dahulu. Keduanya juga bersifat sistemik, bisa masuk ke dalam jaringan tanaman, menjadikan jaringan itu bersifat racun bagi bakteri.

Cara mengendalikan penyakit layu dengan bakterisida adalah sebagai berikut :

Perendaman Bibit

Sebelum bibit dipindahtanamkan di kebun, terlebih dulu direndam dalam larutan bakterisida. Tujuannya adalah untuk memberi kekebalan pada bibit terhadap ancaman bakteri Pseudomonas solanacearum yang mungkin terdapat pada tanah kebun. Kalau bibit itu berupa bibit anakan, atau bibit yang tumbuh dari biji, maka yang direndam adalah bagian akarnya. Sedang bila berupa stek, maka pangkal stek itu yang mesti direndam. Tapi kalau berupa umbi, maka umbi itulah yang direndam. Untuk perendaman bibit, ambilan 5 – 10 gram bakterisida, larutkan dalam 10 liter air, lalu bibit direndam selama 30 – 60 menit. Boleh pilih, Agrept atau Agrimycin.

Penyemprotan

Selain untuk tujuan pencegahan, penyemprotan juga bisa mengobati tanaman sakit yang belum parah. Penyemprotan dilakukan terhadap bibit dipesemaian, maupun terhadap tanaman yang di kebun. Penyemprotan pada bibit dimulai ketika bibit sudah berdaun 2 helai. Penyemprotan dilakukan setiap 7 hari sekali, hingga bibit siap dipindahtanamkan ke lapang. Cara penyemprotan seripa juga dilakukan terhadap tanaman di lapang. Untuk penyemprotan, dosisnya adalah 5 – 10 gram bakterisida yang dilarutkan dalam 10 liter (lt) air, baik Agrept maupun Agrimycin.

Tapi yang perlu direndam dan disemprot dengan larutan bakterisida tersebut, hanyalah jenis-jenis tanaman yang emmang peka terhadap bakteri Pseudomonas solanacearum, seperti jenis-jenis tanaman yang sudah disebut di atas. Sedang untuk tanaman jagung dan kedelai misalnya, maka tidak membutuhkan bakterisida. #Sj ~~ Bakterisida adalah Racun Pembunuh Bakteri ~~

Comments
  1. Peneliti Pertanian |