Cara Menyemprotkan Pupuk Daun yang Baik dan Benar

Pengertian dan Cara Menyemprotkan Pupuk Daun yang Baik dan Benar

pupuk daun terbaik, jenis pupuk daun, pupuk daun padi, pupuk daun jati, pupuk daun growmore, pupuk daun gandasil, cara memberi pupuk daun, pupuk daun untuk cabe

Salah satu jenis pupuk daun gandasil
gambar : arfengarden.blogspot.com

Yang dimaksud pupuk daun adalah pupuk yang diberikan pada tanaman melalui daun. Beberapa contoh jenis-jenis pupuk daun yang sudah dijual bebas di toko-toko atau kios-kios pertanian antara lain adalah : surplus, gandasil, gemari, florita, nutrifol, wuxal, dan sandoflor. Aturan pengaplikasian pupuk daun sebenarnya sudah tercantum pada wadah kemasannya. Tapi petunjuk itu biasanya terlalu singkat hingga masih banyak pemakai yang merasa kurang jelas atau kurang mengerti. Di bawah ini beberapa penjelasan tentang tata cara penyemprotan pupuk daun yang baik dan benar.

Sprayer

Pada dasarnya semua alat penyemprotan tanaman bisa digunakan untuk pupuk daun. Kuncinya asalkan noselnya (muara pemancar airnya) masih bagus, hingga semprotannya bisa merata. Paling bagus kalau dipilih nosel yang bisa memancarkan butiran-butiran air yang sangat halus. Soalnya, butiran-butiran yang halus akan lebih mudah menempel pada daun, selain itu semprotannya juga akan lebih merata. Lain halnya jika nosel yang dipakai menghasilkan butiran-butiran semprotan yang besar. Selain semprotannya akan kurang merata, butiran-butiran yang besar juga sukar menempel pada daun, hingga menggelinding jatuh ke tanah. Ini merupakan pemborosan.

Waktu Penyemprotan

Waktu penyemprotan yang baik adalah pada pagi dan sore hari, ketika cuaca cerah dan tidak banyak bertiup angin. Penyemprotan pada siang hari tidak dianjurkan. Dikarenakan, pada siang hari stomata (lubang-lubang kecil pada daun) yang merupakan jalan masuknya pupuk ke dalam tanaman, dalam keadaan menyempit, untuk mencegah penguapan air terlalu banyak. Lubang-lubang ini hanya terbuka lebar pada pagi dan sore hari, kalau penguapan berkurang. Selain itu, pada siang yang terik biasanya juga disertai dengan bertiupnya angin. Dalam cuaca seperti ini maka butiran-butiran pupuk yang disemprotkan akan banyak hilang menguap dan tersapu angin panas.

Frekuensi Penyemprotan

Tanaman yang sedang rajin membentuk daun, baik itu tanaman hias, tanaman buah-buahan, maupun tanaman perkebunan lainnya, disemprotkan pupuk daun setiap 10 – 15 hari sekali. Pupuk daun yang dipakai adalah yang mempunyai kandungan N cukup tinggi. Penyemprotan juga dilakukan pada saat tanaman menjelang berbunga hingga berbuah, dengan selang waktu yang sama. Tapi pupuk yang dipilih adalah yang kandungan P dan K-nya cukup tinggi. Namun perlu diingat bahwa pemberian pupuk daun bukan dimaksudkan untuk menggantikan pemupukan lewat tanah. Jadi tanaman juga masih harus dipupuk seperti biasa, melalui tanah.

Cara Penyemprotan

Terlebih dulu pupuk daun dilarutkan dalam air, dosisnya mengikuti petunjuk masing-masing merek pupuk. Kedalam larutan itu boleh ditambahkan zat perata (wetting agent) seperti accutrol 1070, agral 900, agristick dan citowett. Tujuannya agar semprotannya bisa lebih merata pada daun. Tapi janganlah menambahkan zat perekat. Soalnya, bila pupuk itu melekat pada daun, ia malah susah diserap masuk tanaman.

Setelah diisikan pada sprayer, lalu disemprotkan merata pada seluruh daun tanaman, terutama pada permukaan daun bawah. Hal ini karena stomata, jalan masuknya pupuk itu ke dalam pupuk itu ke dalam tanaman, banyak terdapat pada permukaan daun sebelah bawah. Sj *** ~~ Cara Menyemprotkan Pupuk Daun yang Baik dan Benar ~~

Comments
  1. aniie |