Mencegah Buah Rontok, Busuk Dan Berulat

Mencegah dan Mengatasi Rontok, Busuk Dan Berulat pada Tanaman Buah

agar bunga tanaman buah tidak rontok, penyakit busuk buah nangka, cara mengatasi rontok buah pada tanaman, obat tanaman agar buah tidak rontok

Buah nangka busuk
gambar : flickr.com

Dengan perawatan yang baik, tanaman diharapkan akan berbuah lebat dan mulus. Sekalipun begitu, ternyata masih saja ada tanaman yang bunga mupun buahnya rontok, sehingga hasilnya jadi terbatas. Kalau ada tanaman buah anda yang demikian, berikut ini uraian sebab-sebanya, cara mengatasinya dan upaya agar buahnya jadi lebat dan mulus.

Jeruk, jambu biji, jambu air, mangga, rambutan dan durian merupakan jenis buah-buahan favorit. Karena itu, tanaman ini banyak ditanam di berbagai tempat, baik sebagai tanaman perkebunan maupun sekedar sebagai tanaman pekarangan dan tanaman hias dalam pot.

Kalau pemeliharaannya cukup baik, umumnya tanaman itu bisa tumbuh baik, sehat dan rimbun tajuknya. Namun sayang, setelah tanaman itu berbunga lebat, sering banyak bunga dan pentil buahnya yang berguguran. Lebih menjengkelkan lagi, ketika buah yang telah matang pohon dipetik, bagian dalamnya busuk dan berulat. Tak jarang buah tuanya pun permukaannya bopeng-bopeng dan berbintik-bintik seperti jerawatan.

Mengapa Buah Rontok, Busuk, Berulat dan Tidak Mulus?

Kerontokan bunga, calon buah, maupun buah itu bisa terjadi karena berbagai faktor, diantaranya yang sangat menonjol adalah:

1. Gangguan Cuaca Buruk

Bunga/buah yang rontok karena cuaca buruk (terpaan angin keras, hujan lebat, kemarau panjang), kondisinya sehat dan tidak ada tanda-tanda busuk, bekas gigitan serta tanda lainnya yang mencurigakan.

Hujan lebat dan angin kencang bisa menyebabkan bunga dan pentil buah berguguran, karena tergesek ranting dan daun. Kerusakan ini bisa dikurangi dengan menanam tanaman pelindung di sekeliling kebun sebagai penahan angin. Selain itu, bisa juga dengan memilih daerah yang jarang mendapatkan hujan lebat dan angin kencang.

Hujan juga bisa mengakibatkan kelebihan air di dalam tanah, sehingga permukaan air tanah menjadi dangkal. Kalau terjadi demikian, maka tempat itu sudah kurang sesuai lagi untuk ditanami buah, karena permukaan tanahnya menjadi padat. Dengan demikian, oksigen dalam tanah berkurang, sehingga akar-akar tanaman rusak dan membusuk. Akibatnya lebih lanjut, pertumbuhan bunga dan buahnya terganggu, bahkan bisa sampai banyak rontok. Drainase yang baik bisa mengatasi masalah ini.

Musim kemarau yang panjang bisa mengakibatkan kekeringan dan air tanah menjadi dalam, sehingga akar tanaman sulit mengisap air. Pohon lalu tidak bisa melakukan fotosintesis dengan sempurna, sehingga produksi makananpun jadi terbatas. Akibatnya, bunga dan pentil buah banyak yang rontok. Hal itu bisa dicegah dengan mengairinya secara baik.

Kerontokan bunga dan pentil buah mangga, jambu air, belimbing, durian atau buah lain sampai 50% dari jumlah total bunga per pohon umumnya masih dianggap normal. Alasannya, secara alami bunga yang bisa berhasil menjadi buah matang yang bisa dipanen, jumlahnya Cuma 5 – 10% dari jumlah total bunga. Bahkan jumlah produksi buah itu bisa lebih kecil lagi kalau pemiliknya sengaja menjarangkannya untuk mendapatkan buah yang berukuran besar.

2. Kegagalan Penyerbukan

Tanaman yang berumah satu hanya menghasilkan bunga jantan atau betina saja. Tanaman jantan praktis tidak bisa menghasilkan buah. Sebaliknya, tanaman betina masih bisa diharapkan menghasilkan buah, asal mendapatkan serbuk sari dari tanaman lain. Karena itu, tanaman betina sebaiknya ditanam berdekatan dengan tanaman jantan. Bisa juga dengan menyeleksi bibitnya secara ketat sehingga bisa diperoleh tanaman berumah dua – yang berbunga jantan dan betina sekaligus.

Tanaman yang membutuhkan penyerbukan silang, seperti durian dan alpokat, umumnya baru bisa membentuk buah kalau putik bunganya diserbuki oleh tepung sari dari bunga tanaman lain yang sejenis. Kalau bunganya layu dan rontok, berarti pembentukan buahnya gagal. Penanaman pohon sejenis yang berlainan kultivar tetapi masa pembungaannya hampir bersamaan, dapat megatasi kesulitan itu.

3. Kesalahan Teknik Bercocok Tanam

* Kesalahan pembibitan

Salah sambung pada okulasi atau sambung bibit menyebabkan kerjasama antara batang bawah dengan batang atas tidak serasi, sehingga tanaman tidak bisa tumbuh sempurna. Akibatnya, bunganya akan selalu rontok dan sulit menjadi buah. Kejadian salah sambung itu bisa diatasi dengan pembuatan bibit yang selektif dan teliti, serta pemilihan bahannya harus betul-betul cocok.

* Kesalahan kultur teknis budidaya

Kegagalan buah akibat kesalahan kultur teknis ini biasanya dikarenakan umur tanaman masih terlalu muda, populasi tanaman terlalu banyak, pemberian pupuknya kurang, atau perawatannya kurang baik.

Kerontokan bunga/buah yang terjadi pada tanaman berumur muda biasanya akan semakin jarang kalau umurnya meningkat dewasa. Untuk itu, tanaman yang masih terlalu muda sebaiknya jangan dipaksa berbuah dulu. Bunga dan buah yang ada dirontokkan saja agar pertumbuhan pohonnya lebih kuat. Kalau tanaman itu sudah cukup umur dan kondisinya membaik, bunganya pasti tidak akan banyak yang rontok.

Untuk bisa berbunga dan berbuah dengan baik, tanaman membutuhkan pupuk yang mengandung unsur P dan K yang cukup. Kekurangan P menyebabkan pembungaan tanaman terhambat. Kalau tanaman dipaksa juga untuk berbunga, bunganya akan mudah rontok. Kekurangan K akan membuat tangkai bunga dan buahnya lemah, sehingga gampang rontok. Selain itu, kekurangan P dan K juga akan menyebabkan daya tahan tanaman terhadap perubahan lingkungan menjadi rendah. Gejala kekurangan P dan K ini biasanya terjadi pada tanaman yang ditanam asal saja.

Dengan pemupukan P dan K yang tepat, tanaman yang menderita kekurangan hara itu biasanya bisa baik kembali. Sayangnya, aturan pemupukan pada tanaman buah-buahan sangat bergantung pada jenis tanah, keadaan lingkungan dan iklim, serta jenis dan umur tanamannya. Kurang perhatian dalam perawatan juga membuat pohon terlalu rimbun dan enggan berbunga. Kalau berbunga, bunganya sedikit dan umumnya akan gugur setelah membentuk pentil buah, karena tanaman kekurangan makanan untuk proses pembentukan daging buah. Penyebabnya, proses fotosintesis tanaman tidak efektif dan makanan yang tersedia lebih banyak dipakai untuk pertumbuhan vegetatif. Pemangkasan tajuk yang terlalu rimbun, pemotongan cabang air dan cabang liar, serta pemupukan NPK yang cukup dan seimbang bisa mengatasi masalah ini.

4. Gangguan Hama. Lanjutkan Ke –> Page / Halaman 2

Comments
  1. BUDI harianto |
  2. helmi |
  3. nyai.ngasih |
  4. Siti Nurrohmah |