Menyingkap Khasiat Pace (Mengkudu)

Menyingkap Khasiat Pace (Mengkudu)

cara membuat jus mengkudu, khasiat buah mengkudu untuk rambut, mengkudu pdf, morinda citrifolia, mengkudu noni, jus mengkudu, mengkudu pdf, khasiat buah mengkudu, mengkudu adalah, mengkudu diabetes

Mengkudu (Noni morinda citrifolia)
gambar : flickr.com

Konon dulu sebelum ada brasso, air perasan buah (pace) mengkudu-lah yang digunakan para abdi keraton untuk membersihkan keris. Kini mengkudu sudah jarang ditemui. Bahkan manfaatnya sebagai obat tradisional hampir terlupakan.

Pace atau lebih dikenal dengan nama mengkudu, belakangan ini memang seakan terlupakan. Kalau dulu pamornya di pedesaan tidak jauh berbeda dengan tanaman berkhasiat lainnya, maka sekarang tanamannya pun sudah sulit ditemukan. Jika mungkin ada satu dua terlihat tumbuh dikebun atau pekarangan, ia bukanlah sebagai tanaman berguna yang sengaja ditanam, tapi lebih banyak tumbuh secara kebetulan. Padahal kalau disimak manfaatnya, mulai dari daun, buah, sampai akarnya bisa digunakan untuk berbagai keperluan. Dahulu akarnya lazim dipakai sebagai bahan pewarna batik. Daun dan buahnya di pedesaan dimanfaatkan untuk mencuci benda-benda yang terbuat dari logam dan juga dibuat ramuan obat tradisional untuk pegal linu serta ketombe.

Mudah Rimbun dan Berbuah

Perawakan tanaman atau udu kata orang Sumatera, juga cangkudu, mangkudu dalam bahasa Sunda, secara keseluruhan nampak seperti pohon bacang. Daunnya besar dan lebar berwarna hijau mengkilat, dan berdaging, dengan letak berhadap-hadapan. Bunga putih berbentuk “piala” muncul pada tangkai daun.

Adapun ciri-ciri buahnya berbentuk bulat dengan permukaan benjol-benjol seperti kutil. Yang khas dari buah ini baunya yang langu dan banyak mengandung air bila masak. Karena baunya yang kurang sedap inilah orang pun jadi kurang perhatian padanya. Oleh karena itu sering tampak buah seukuran telur itik itu masak dan berguguran tanpa dimanfaatkan. Di dalam buah terdapat banyak biji kecil-kecil.

Sifatnya mudah tumbuh subur dan memberi keduhan membuat orang tak tega membunuhnya bila kebetulan ia tumbuh di kebun. Lebih dari itu, tanamannya sendiri tidak begitu jelek, sehingga tepat juga bila ditanam di pekarangan sebagai tanaman peneduh.

Sebagai tanaman asli Indonesia yang saat iini sudah menyebar sampai ke Afrika Timur, (Mengkudu – Morinda citrifolia) atau pace, biasa disebut juga dengan buah noni dapat tumbuh dari tepi pantai sampai ketinggian 1.500 di atas muka laut. Tempat tumbuh yang diinginkannya agak basah dan agak lembab. Maklum mengkudu ini masih kerabat dekat dari kopi-kopian (Rubiaceae). Pembiakan tanaman dapat dilakukan dengan biji dan cangkokan.

Kandungan Buah Mengkudu

Menurut buku kuno “Warisan Nenek Moyan” (Sudarman Mardisiswojo & Harsono Rajakmangunsudarso) akar dan kulit batang mengkudu mengandung zat pewarna merah yang disebut Morindon yang berdaya pencahar. Konon, di India dan Jepang, kulit mengkudu ini sudah lazim digunakan sebagai bahan dasar dalam industri cat.

Buah mengkudu, mengandung senyawa metil, asetilester dari asam-asam karil, crinadiol  dan soronyidiol yang dalam dunia farmasi dikenal sebagai zat yang berguna untuk melancarkan air seni dan obat cacing gelang. Sedangkan duannya bisa digunakan lalapan dalam makanan karena mangandung zat-zat antara lain : protein 4,5 mgr, zat kapur 35 mgr, zat besi 2,3 mg, karoten 36,3 mgr, dan askorbin 50 mgr. Kadang-kadng buahnya yang masih muda juga dibuat rujak. Tepat kiranya bila pekarangan ditanami satu atau dua tanaman mengkudu. #TT ~~~ Menyingkap Khasiat Pace (Mengkudu) ~~~