Pengendalian Gulma Padi Sawah

Pengendalian Gulma Padi Sawah

pengendalian gulma pada tanaman padi, pengendalian gulma secara kultur teknis, pengendalian gulma secara preventif, pengendalian gulma lalang

Pengendalian gulma menggunakan landak / gasrok
gambar : bpbpadisubunitkawalu.blogspot.com

Gulma adalah salah satu kendala utama dalam memperoleh hasil yang tinggi dalam budidaya padi sawah. Persaingan gulma dengan padi dalam stadia pertumbuhan hingga masa pematangan sangat besar sekali pengaruhnya terhadap penurunan hasil panen.

Gulma dapat menurunkan hasil panen karena adanya persaingan antara gulma itu sendiri dengan padi, dalam pengambilan unsur hara, air dan cahaya. Di samping itu ada beberapa gulma yang dapat dijadikan tanaman inang oleh hama dan penyakit tanaman padi, sehingga kalau kita membiarkan gulma tumbuh tanpa dikendalikan, jelas kerugian akan kita dapatkan termasuk kerugian akibat peledakan hama dan penyakit.

Pengendalian gulma padi sawah, umumnya sudah dilakukan oleh para petani, baik dengan penggunaan tenaga manusia (penyiangan tangan) dengan peralatan khusus (landak/gasrok) ataupun cara kimiawi dengan penggunaan herbisida.

Cara pengendalian dengan penyiangan tangan, sekarang ini sudah jarang sekali dilakukan karena adanya keterbatasan tenaga penyiang, terlebih-lebih untuk daerah-daerah yang sulit mendapatkan tenaga kerja. Demikian juga penyiangan dengan alat (landak) di beberapa tempat juga sudah ditinggalkan mengingat penggunaan alat ini juga memerlukan banyak tenaga dan kadang-kadang juga bisa mengakibatkan kerusakan pada perakaran padi yang sedang tumbuh.

Dengan adanya kendala-kendala itu, sekarang petani banyak beralih menggunakan cara lain yang lebih mudah dan efisien, yaitu penggunaan racun kimia atau lebih populer dengan nama (herbisida).

Pengendalian Secara Kimia

Banyak sekali jenis herbisida yang bisa digunakan untuk mengendalikan gulma pada padi sawah. Cara penggunaan herbisida (racun rumput) ini banyak sekali macamnya. Ada yang harus disemprotkan pada saat gulma sudah tumbuh, ada juga yang digunakan khusus untuk membunuh gulma yang baru mulai tumbuh yang belum tumbuh. Herbisida yang disemprotkan sesudah gulma tumbuh biasanya jenis yang dapat membunuh gulma secara cepat. Kadang-kadang herbisida itu juga dapat mengenai padi, sehingga daun padi akan menguning untuk sementara sebelum sembuh kembali setelah diberi pupuk susulan.

Perkembangan teknologi telah membantu kita untuk mendapatkan herbisida yang bersifat selektif. Artinya, kalau kita semprotkan pada padi sawah akan sangat efektif mengendalikan gulma tetapi tidak meracuni atau mengganggu tanaman padi.

Herbisida Setoff 20 WG adalah salah satu dari banyak jenis herbisida yang dapat dipergunakan untuk menanggulangi gulma di pertanaman padi di sawah. Herbisida ini sudah terbukti dapat mengendalikan secara efektif gulma-gulma yang sering terdapat pada areal padi sawah seperti eceng, wewehan, genjer, semanggi dan lain-lain.

Setoff 20 WG adalah herbisida dari golongan Sulfonylurea yang paling mutakhir di produksi oleh CIBA-GEIGY. Herbisida ini mengandung bahan aktif Cinosulfuron dan diperlukan hanya dalam jumlah yang kecil untuk untuk mengendalikan gulma di pertanaman padi sawah. Setoff 20 WG dipasarkan dalam bentuk sachet 10 gram, terdiri dari 5 strip sachet yang masing-masing berisi 2 gram. Ini dilakukan untuk memudahkan petani mendapatkan takaran dosis yang tepat, yaitu 2 gram (1 strip sachet) untuk satu tangki penyemprotan dan digunakan untuk menyemprot lahan seluas ± 400 m2.

Herbisida Setoff 20 WG cukup disemprotkan sekali selama musim tanam, pada saat padi berumur 2 – 6 hari setelah pindah tanam. Dosisnya 50 gram per hektar luasan. Penyemprotan sebaiknya dilakukan saat sawah tergenang setelah saluran pemasukan dan pembuangan di tutup, dengan ketinggian air ± 2 – 3 cm. Kemudian lahan sawah dibiarkan pada kondisi itu selama 1 –  2 hari sebelum saluran air dibuka kembali. Sejak saat itu gulma akan terkendalikan hingga saat panen datang.

Kelebihannya kalau kita menggunakan Setoff 20 WG adalah tidak meracuni tanaman padi dan gulma bisa terkendalikan sejak dari awal, sehingga semua pupuk yang diberikan dimanfaatkan secara maksimal oleh padi. Dengan penggunaan Setoff 20 WG, padi akan terbebaskan dari persaingan dengan gulma dan akhirnya kita bisa mengharapkan hasil panen yang tinggi dan bermutu baik. #Ik ~~ Pengendalian Gulma Padi Sawah ~~

Comments
  1. Radianto |