Lazada Indonesia

Membuat Arang Tempurung (Batok) Kelapa Sistem Kiln Drum

Membuat Arang Tempurung (Batok) Kelapa Sistem Kiln Drum

arang batok kelapa daftar perusahaan, arang batok kelapa banten, harga arang batok kelapa 2014, harga arang batok kelapa per kg, jual arang batok kelapa jawa timur

Proses pembuatan arang
gambar : tokomesinkelapa.com

Murah dan sederhana, itulah kunci utama dari teknologi pembuatan arang dengan sistem drum, rendemen hasil arangnya pun jauh di atas cara tradisional.

Rendemen atau hasil arang yang diperoleh dengan cara ini memang tinggi. Menurut penelitian Puslitbang Hasil Hutan, yang memodifikasinya, rendemen arang yang dihasilkan alat ini berkisar 34 – 39 % dari berat tempurung kelapa kering. Bisa dibandingkan, misalnya, dengan rendemen arang yang dibuat secara tradisional, hanya 25 %. Tingginya rendemen ini membuat produksi arang, dengan bahan yang sama banyaknya menjadi lebih tinggi. Teknologi pengarangan ini tentu bisa dijadikan salah satu alternatif menarik yang bisa dikembangkan dalam industri rumah tangga.

Sarana pengarangan itu bisa dibuat dari drum bekas. Konstruksi tungku dan operasi pengolahannya pun mudah dilakukan oleh siapa saja yang berminat, tanpa pendidikan khusus. di samping itu, apabila potensi tempurung kelapa di suatu daerah cukup besar, maka sistem drum ini dapat juga dikembangkan ke dalam skala industri kecil atau menengah. Dengan begitu, pusat pengarangan di pedesaan itu akan dapat memasok kebutuhan arang tempurung kelapa secara kontinyu dalam jumlah besar.

Desain Alat

Bahan yang digunakan adalah drum minyak tanah bekas yang bervolume 200 liter. Tutup drum dipisahkan (dipotong) dari badannya sehingga bisa dibuka dan ditutupkan. Tutup kiln ini dilubangi bagian tengahnya, lubang ini akan dihubungkan dengan cerobong asap setinggi 30 cm, yang berdiameter sama.

Selanjutnya. Badan kiln drum dilubangi, diameternya 13 mm. Lubang udara itu terdiri atas 3 baris, masing-masing baris terdiri atas 4 lubang, dengan jarak antar baris 30 cm. Dengan demikian jumlah lubang keseluruhan ada 12 buah (lihat gambar)

membuat arang sekam, membuat arang kayu, cara membuat arang kayu, cara membuat arang aktif, cara membuat arang dari kayu, cara membuat arang shisha, cara membuat arang aktif dari tempurung kelapa

Mempersiapkan Bahan Tempurung

Tempurung yang akan diarangkan sebaiknya dalam keadaan kering udara. Kadar airnya tidak lebih dari 20 %. Tujuannya, agar proses pembakaran bisa berlangsung lebih cepat dan tidak menghasilkan banyak asap yang bisa mengganggu lingkungan tempat tinggal. Agar hasil arangnya bermutu baik, sebelum diolah tempurung kelapa dibersihkan dari sabut, tanah, pasir dan kotoran lain yang melekat. Ukuran dan bentuk tempurung diusahakan supaya dapat mengisi drum sebanyak mungkin dan menghasilkan arang yang memenuhi standar ukuran yang diperlukan. Sebaiknya ukuran tempurung itu paling kecil lebarnya 2,5 cm. Apabila penataan baik, drum dapat menampung 90 kg bahan, bisa juga lebih.

Pengisian Bahan

Sebelum tempurung dimasukkan ke dalam drum, sebatang kayu dan bambu berdiameter 10 cm yang panjangnya 1 m ditempatkan tegak lurus di bagian tengah drum. Selanjutnya, kiln diisi tempurung sampai penuh. Setelah itu, batang kayu atau bambu dicabut pelan-pelan, hingga terbentuk lubang di pusat drum.

Untuk memudahkan pembakaran awal, dasar drum sebaiknya diberi umpan bakar seperti sisa-sisa kertas, daun-daun kering, ranting-ranting kayu, atau percikan minyak tanah.

Proses Pembakaran

Mula-mula, umpan bakar dinyalakan. Jika pembakaran telah berlangsung dan diperkirakan apinya tidak akan mati, kiln ditutup dan selanjutnya cerobong asap dipasang. Selama proses pengarangan, bari lubang udara terbawah dibuka, sedangkan 2 baris lubang di atasnya ditutup dengan asbes atau tanah liat. Proses pengarangan ini berawal dari bagian bawah, lalu bergerak ke atas. Pengarangan di bagian bawah drum dianggap telah selesai apabila sudah terjadi bara merah, yang dapat dilihat pada semua lubang udara di baris terbawah yang terbuka. Pada saat demikian, lubang udara itu segera ditutup. Nah, pada saat itulah tempurung baru bisa ditambahkan dari bagian atas drum. Ketika baris lubang terbawah itu ditutup, maka baris lubang berikutnya harus dibuka. Jika di bagian baris ini pun arang sudah membara merah, lubang segera ditutup.

Prosedur pembakaran diulangi sampai terjadi bara pada baris lubang teratas. Proses pengarangan dianggap selesai apabila asap yang keluar dari cerobong sudah tipis dan berwarna kebiru-biruan. Pada keadaan ini, semua lubang udara yang masih terbuka, termasuk cerobong asap, ditutup rapat. Untuk mencegah kemungkinan masih adanya udara yang masuk, kiln ditutup dengan asir atau tanah. Masuknya udara ke dalam drum akan membuat tempurung yang diharapkan menjadi arang malah berubah menjadi abu. Ini tentu akan menurunkan kualitas arang yang dihasilkan.

Setelah dianggap pasti tidak ada udara yang bisa masuk ke dalam badan kiln, drum dibiarkan mendingin sekitar 6 jam. Setelah dingin, tutup kiln dibuka dan hasil arangnya dipisahkan dari abu dan arang mentah. Dengan metode ini, apabila prosedurnya dipenuhi, sangat kecil kemungkinan akan terbentuk arang mentah.

Lebih murah

Nah, kalau drum bekas itu masih terasa mahal. Anda bisa menggunakan bahan lain yang lebih murah, yakni seperti bata dan tanah liat. Keuntungan lain penerapan teknologi ini, bahan baku yang akan diarangkan tak harus melulu tempurung kelapa. Kalau tempurung kelapa sudah habis, kiln bisa dimanfaatkan untuk mengarangkan ranting, cabang, atau potongan-potongan kayu kecil. Kalau masyarakat lebih memilih mengarangkan ranting dan cabang jatuhan atau potongan kayu mati, tentu penebangan pohon sebagai bahan baku arang bisa dikurangi atau bahkan dihindari.  TI ~~~ Membuat Arang Tempurung (Batok) Kelapa Sistem Kiln Drum ~~~