Sejarah Teh dan Manfaat Kandungan Senyawa Kimia di dalamnya

Sejarah Teh dan Manfaat Kandungan Senyawa Kimia di dalamnya

manfaat teh basi, manfaat teh hitam, manfaat teh untuk wajah, kandungan teh, manfaat minum teh manfaat teh hijau kepala jenggot, manfaat teh untuk kecantikan, manfaat teh hijau

Seduhan daun teh dalam cangkir begitiu menyegarkan.
gambar : webmd.com

Konon, teh pertama kali ditemukan di wilayan Szechwan, China. Salah satu legenda menceritakan, seorang raja Cina beristirahat saat berjalan ke hutan. Sambil melepas lelah, para pengawalnya menjerang (memasak) air. Tak terduga, sehelai dan kerig masuk dalam jerangan air mendidih itu. Raja merasa heran setelah menghirup minuman yang disajikan pengawalnya. Minuman itu benar-benar menimbulkan kesegeran.

Setelah diselidiki, penyebabnya ternyata rontokan daun yang sekarang kita kenal sebagai daun teh. Sejak saat itulah teh menjadi minuman sehari-hari. Awalnya teh diaggap obat keramat. Selanjutnya menjadi minuman yang disukai untuk disajikan pada berbagai acara.

Informasi ini merebak ke Jepang, bersamaan dengan penyebaran agama Budha dan budaya Cina. Kebiasaan minum teh di kalangan orang Eropa diperkenalkan para pendeta Jesuit yang datang ke China dan Jepang pada abad ke 16. Pada tahun 1635, teh menjadi sajian yang disukai di lingkungan istana Belanda. “Wabah” teh selanjutya menyebar ke kalangan bangsawan Inggris. Di Indonesia, perkebunan teh pertama dibuka pada tahun 1828.

Tiga Jenis dan Semuanya Berkhasiat

Masyarakat Cina yang telah mengkonsumsi teh sejak berbad-abad percaya, bahwa teh dapat menetralisir kadar lemak dalam darah. Tidak heran setiap mereka makan makanan berlemak tinggi, selalu dibarengi minum teh.

Pada abadi ke 16 – 17, masyarakat Inggris tercatat sebagai pemium bir tertinggi. Pada pertengahan abad ke 20 angka itu turun drastis setelah kehadiran teh. Kecuali tidak memabukan, teh bermanfaat memberikan rasa segar dan meningkatkan kewaspadaan. Kini, 42 % dari jumlah minuman yang dikonsumsi masyarakat Inggris adalah teh.

Dikenal tiga jenis teh antara lain : teh hijau, teh hitam dan teh olong (oolonng tea). Perbedaan ketiga teh ini terletak pada pengolahannya. Teh hijau dolah tanpa fermentasi. Teh hitam diolah melalui fermentasi, dan teh olong sebagian diolah melalui fermentasi.

Daftar Senyawa Kimia dalam Teh dan Manfaatnya

Senyawa Jumlah (%) Efek Biologis (Manfaat)
Polifenol 10 – 25 Mencegah oksidasi dan mutasi, antikarsinogenik, menurunkan kolesterol dalam tingkat LDL-nya, menghambat kenaikan tekanan darah, menghambat penggumpalan sel darah merah, berkhasiat antibiotika, mencegah alergi makanan dan memperbaiki pemusnahan virus dalam usus serta menghilangkan bau.
Flavonol 0,6 – 0,7 Meningkatkan kekebalan pembuluh darah, mencegah oksidasi, merendahkan tekanan darah dan menghilangkan bau.
Kafein 2 – 4 % Merangsang sistem syaraf pusat meningkatkan semangat, memperkuat jantung, bersifat diuretik, mencegah sma, serta meningkatkan kecepatan metabolisme.
Glikosida ± 0,6 % Antidiabetik / mencegah peningkatan gula darah.
Vitamin C 150 – 250 mg Mencegah Leukemia, antioksidan serta antikarsinogenik
Vitamin E 25 – 70 mg Mencegah oksidasi, antikarsinogenik, mencegah ketidaksuburan.
Karoten 13 – 20 % Mencegah oksidasi, antikarsinogenik, dan meningkatkan kekebalan tubuh.
Saponia ± 0,1 % Antikarsiogenik, dan mencegah radang.
Fluorida 90 – 350 ppm Mencegah karies gigi dan penyakit periodontal.
Seng 30 – 75 ppm Mencegah kehilangan rasa pada kudu rasa, mencegah radang kulit, dan mempertahankan tingkat kekebalan.
Selenium 1,0 – 1,8 ppm Mencegah oksidasi, antikarsionogenik, mencegah kemerosotan fungsi otot jantung
Magnesium 400 – 2.000 ppm Mencegah oksidasi, meningkatkan kekebalan, dan membantu proses pencernaan.

Kualitas teh ditentukan oleh mutu daun dan pengolahannya. Bahan bakunya tidak boleh dicampur antara peko, tangkai, debu, atau bahan lain. Berdasarkan kandungan kimia di dalamnya (lihat tabel) teh merupakan minuman yang tidak diragukan lagi manfaatnya. Kandungan polifenol mempunyai sifat anti karsinogenik, ia mampu menjadi pelindung terhadap penyakit degeneratif , misalnya kanker dan cardiocasuler. Antikoksidan ini mengikat radikan bebas biang penyakit degeneratif.

Teh bukanlah obat, artinya, bila seseorang sudah terserang kanker atau penyakit jantung, tidak bisa disembuhkan oleh teh. Untuk mempercepat penyembuhan kedua penyakit itu, sebaiknya minum obat kimia dikombinasikan dengan teh paling tidak dengan bantuan teh kedua penyakit itu tidak berkembang terus.

Selain mempunyai senyawa utama polifenol, teh juga bersifat diuretik. Bila dikonsumsi secara teratur, yang mengkonsumsi akan terhindar dari gangguan ginjal.

Kandunan fluorida dalam teh sangat diperlukan dalam pencegahan penyakit gigi dan rongga mulut. Bakteri penyebab terbentuknya plak gigi berlubang adalah Streptococcus mutan. Dengan minum teh secara teratur, berbagai pertumbuhan penyakit gigi dan rongga mulut dapat dihambat. #S & D.WI ~~~ Sejarah Teh dan Manfaat Kandungan Senyawa Kimia di dalamnya ~~~