Lazada Indonesia

Mengapa Anjing Menggigit, Bagaimana Cara Mencegah dan Mengatasinya?

Mengapa Anjing Menggigit, Bagaimana Cara Mencegah dan Mengatasinya?

jual kandang anjing bekas, harga kandang anjing, kandang anjing murah, kandang anjing besar, pembuat kandang anjing, jual kandang anjing, kandang anjing aluminium, kandang anjing bekas

jika dikurung, naluri agresifnya justru terangsang

Salah satu resiko memelihara anjing adalah digigit, cara terbaik mencegahnya adalah mengetahui pendorong anjing menjadi ganas.

Di Indonesia memang belum ada penelitian jumlah hobiis anjing yang digigit oleh peliharaannya. Namun di Amerika Serikat lebih dari 44.000 kasus terjadi setiap tahunnya. Dari jumlah itu, 16.000 di antranya luka parah. Yang lebih merepotkan, sasaran gigitan kebanyakan adalah anak kecil berumur 4 – 10 tahun. Sekitar 90 % penggigitan terjadi secara tiba-tiba di lingkungan rumah.

Status anjing di luar negeri memang bisa dikatakan lebih terhormat. Kalau disini ia sekedar dijadikan penjaga aau klangenan. Namun di Eropa dan Amerika, hewan berkaki empat ini banyak dijadikan teman setia. Lalu, mengapa anjing yang dimanja itu mendadak bisa berubah ? Seperti ibarat air susu dibalas air tuba (mirip lagu dangdut). 😀

Ketahui dan Pelajari Penyebabnya

Menggigit sebenarnya naluri anjing. Demikian pemaparan C.W. Meisterfeld Ph.D di Dog Fancy. Itulah sebabnya, kebiasaan ini masih mungkin muncul walaupun segala upaya telah dilakukan. Hukuman, misalnya, bisa menekan kebiasaan menggigit. Tetapi hal itu akan menimbulkan kebiasaan negatif lainnya. Kendatipun demikian, memahami tingkah laku dan perasaan ajing akan meminimalkan resiko penggigitan.

Salah satu pendorong anjing untuk menggigit adalah naluri untuk bertahan. Naluri muncul jika anjing menganggap ada satu ancaman terhadap dirinya. Jika mungkin, anjing akan segera menghindar. Seandainya tidak, ia memilih melawan dengan mulut dan giginya. Agresivitas itu dapat dilunakkan melalui latihan dan adapatasi lingkungan. Pola latihan yang menekankan pemberian hukuman suatu saat meledak menjadi pendorong anjing untuk menggigit. Dengan latihan yang benar, naluri primitif anjing untuk menggigit dapat dikurangi.

merawat anjing, tips merawat anjing, tips memelihara anjing

Anjing yang terlatih emosinya terkontrol walau tanpa tali atau rantai
gambar : quoteko.com

Penyebab lain adalah naluri kekuasaan. Anjing merasa dirinya memiliki kekuatan dan kekuasaan. Hewan ini mengandalkan giginya utuk menunjukkan ketangguhannya. Pada anjing terlatih, gigi itu sering dijadikan alat gertakan saat ia menjaga wilayahnya, yaitu rumah sang majikan. Demonstrasi itu juga dilakukan kepada anjing lain, kucing dan bahkan manusia untuk menunjukkkan dirinya berkuasa.

Secara umum, naluri ini konstan sampai umur 3 bulan. Selanjutnya anjing mulai banyak belajar dari lingkungan. Naluri itu meningkat terus sampai berumur  9 bulan. Selanjutnya masih bertambah sampai 12 bulan dan berangsur angsur dewasa. Trah anjing kecil dewasa pada umur 24 bulan, trah anjing besar pada umur 36 bulan. Berdasarkan analisis, penggigitan dilakukan oleh anjing berumur 7 – 12 bulan, saat naluri ini sedang berkembang.

Ingin Melayani

Pada dasarnya anjing memiliki naluri melayani. Tetapi seperti naluri kekuasaan, naluri ini harus dipupuk dan dilatih terus menerus. Kurangnya latihan, atau latihan dengan metoda kekerasan akan memunculkan naluri kekuasaan. Naluri melayani hilang. Bagaimana perkembangannya? Naluri ini bisa mulai turun setelah anjing berumur 3 bulan jika ia tidak diberi latihan kepatuhan jika ia tidak diberi latihan kepatuhan. Setelah itu sampai umur 7 bulan, tidak ada perubahan. Namun lewat 7 bulan sampai dengan 12 bulan, kecenderungan melayani turun drastis.

Saat naluri melayani berkurang, naluri kekuasaan mulai menguat. Akibatnya, anjing merasa lebih dominan daripada sang majikan. Pada kondisi seperti inilah sering muncul kasus-kasus penggigitan. Jadi mungkin saja anjing menggigit walaupun tidak diganggu. Saat itu ia hanya ingin mewujudkan kekuasaannya.

Jika naluri kekuasaan si anjing lemah, bentuk  negatif yang muncul ialah tingkah laku yang aneh. Misalnya, menggonggong terus-menerus, berlari kian kemari, atau merusak barang. Mungkin saja naluri kekuasaan agak kuat, tapi masih takut pada majikan utama. Di sini ia akan mencari sasaran lain yang lebih lemah, anak kecil misalnya. Digigitlah sang anak sebagai pelampiasan.

Langkah terpenting mencegah penggigitan ajing ialah mengontrol emosi anjing. Artinya, si pemilik harus meninggalkan bentuk-bentuk hukuman fisik. Yang perlu diciptakan ialah respek anjing pada pemiliknya. Ini akan menimbulkan rasa aman bagi anjing. TY — Mengapa Anjing Menggigit, Bagaimana Cara Mencegah dan Mengatasinya?