Cara Membuat Tanaman Hias Mini

Tidak Sulit Membuat Tanaman Mini

membuat miniatur tanaman, cara membuat tanaman mini, cara membuat miniatur tanaman, cara membuat tanaman hias mini

Membuat tanaman mini dalam ruangan
gambar : trendhunter.com

Dengan modal bibit atau bakalan serta sedikit sentuhan rasa seni, Anda bisa mendapatkan tanaman mini buatan sendiri. Namun karena ukurannya yang di luar normal, dibutuhkan kesabaran untuk merawatnya.

Bagi pecinta tanaman hias, penampilan pot-pot mungil berisi tanaman yang juga mungil tentu sagat menarik perhatian. Pasalnya, tanaman mungil tersebut adalah merupakan tanaman hias indoor maupun outdoor yang selama ini tampil dalam ukuran besar. Bahkan tanaman sansevieria dan hanjuang yang selama ini hanya dikenal sebagai border atau pagar bisa tampak indah dipajang di atas meja tamu.

Kelapa yang sering terlihat di taman-taman bergaya tropis, kini dapat dipindahkan ke atas meja pajangan di sudut ruangan. Tanaman-tanaman unik itu akan menjadi lebih menarik lagi jika dipadukan dengan pot-pot mungil berbahan keramik, gerabah, semen maupun fiberglas. Panduan tersebut akan menambah nilai estetikanya.

1. Dipaksa kecil

Tanaman mini sebenarnya bisa berupa tanaman biasa tapi ukurannya masih kecil. Si mini jenis ini kebanyakan berasal dari benih yang sengaja ditanam lalu dipertahankan tetap dalam ukuran kecil. Untuk keperluan itu, tanaman kita perlakukan agar ia tetap dalam ukuran yang dikehendaki. Selain itu, ada juga tanaman mini yang berasal dari tanaman sudah dewasa tapi ditata dan diperlakukan hingga penampilannya menjadi mini. Pada tanaman mini yang satu ini diterapkan prinsip-prinsip pembuatan bonsai tanpa pengawatan dan pemangkasan rutin.

Tanaman mini asal biji pada umumnya berupa berjenis-jenis palem, nolina, cordyline, filodendron dan pachira. Khusus palem, ia juga bisa diminikan dari anakannya. Tanaman tua yang dapat dibuat mini misalnya, bambu. Menurut hobiis tanaman, hampir semua jenis bambu yang biasanya berukuran besar bisa diminikan. “Dibutuhkan waktu agak lama untuk mendapatkan bentuk yang kita inginkan,” ungkap salah seorang hobiis.

Selain menggunakan bakalan kecil, pembuatan tanaman mini juga bisa dilakukan dengan pemotongan akar, terutama akar-akar yang besar dan tumbuh keluar dari pot. Pada tanaman dikotil, akar tunggang harus dibuang agar pertumbuhannya tidak meninggi. Selanjutnya, tanaman ditumbuhkan di pot-pot ukuran kecil yang terbatas medianya supaya pertumbuhannya dapat diperlambat.

2. Cara membuat

tanaman minimalis, tanaman mini organik, tanaman minim sinar matahari, tanaman mini dalam ruangan, tanaman minim cahaya matahari, tanaman minim perawatan

Philodendron mini salah satu tanaman yang biasa di minikan / dikecilkan
gambar : qfhhlz.com

Ada beberapa langkah untuk membuat tanaman mini. Langkah pertama adalah penyediaan bakalan. Bila bakalan berasal dari biji, Anda harus menyemaikannya lebih dahulu. Biji-biji palem misalnya, bisa diperoleh dengan mengambilnya dari pohon atau membelinya di nurseri khusus palem. Sebelum disemai sebaiknya biji dibersihkan lalu dikupas sabutnya atau direndam dengan air panas lantas digosok hingga sabut atau kulit luar terlepas. Biji-biji ini dibiarkan dulu sampai kering baru disamai. Media semainya boleh berupa pasir saja atau pasir dicampur humus.

Dalam waktu sekitar 3 bulan biasanya bibit sudah bisa dipindah ke dalam pot pembesaran. Setelah bentuknya dinilai pas untuk dijadikan tanaman mini, bibit palem ini bisa dipindahkan ke pot hias sesuai selera Anda. Selama pemindahan ini ada beberapa perlakuan. Pertama-tama, bola akar tanaman dari polibag atau pot pembesaran dikurangi tanahnya sampai akar kelihatan. Akar –akar yang panjang dan besar dibuang. Bagian bawah bola akar sekaligus dibentuk supaya rata dan besarnya disesuaikan dengan ukuran pot. Pot hias diisi sedikit media yang terdiri dari campuran tanah merah dan humus daun. Dianjurkan tidak menggunakan media pupuk kandang agar tanaman yang diletakkan dalam ruangan ini nantinya terhindar dari cendawan.

Bersamaan penanaman, media diberi sedikit pupuk NPK dengan dosis sekitar 1% dari bobot media. Peletakan pangkal tanaman dalam pot, tidak harus masuk seluruhnya. Sebagian akar justru keindahan dibiarkan menyembul keluar supaya dapat dinikmati keindahannya. Agar tampak artistik, akar yang menyembul ini dibersihkan dari tanah dengan cara disemprot air pelan-pelan.

Langkah berikut adalah memotong sisa-sisa tangkai daun. Bila penampilan tanaman dinilai cukup baik, permukaan media lalu ditutupi dengan lumut atau batu-batu kecil. Satu bulan kemudian pemberian pupuk NPK bisa diulangi kembali. Dosisnya sekitar 4 butir/pot. Kalau NPK tidak ada, bisa pula diganti dengan pupuk lengkap yang lain.

Beberapa waktu setelah penanaman, terkadang daun bagian bawah ada yang menguning. Jangan khawatir, ini bukan menandakan tanaman akan mati tapi akibat proses pemotongan akar. Kalau daun yang menguning tampak mengganggu, potong saja pangkal tangkainya dengan pisau tajam.

Bila Anda menginginkan tanaman mini dari tanaman besar, langkah pembuatannya diawali dengan penggalian di alam atau pemindahan dari pot. Pada tanaman bambu ambil tunas akar atau batang yang bagus. Tanam tunas ini di pot yang berbentuk melebar seperti pot bonsai. Setelah beberapa tunas baru tumbuh, lakukan pemangkasan atau pembuangan tunas yang tidak perlu. Biarkan tunas-tunas baru tumbuh lagi, kemudian dilakukan kembali perbaikan bentuk. Pembentukan tanaman ini dilakukan berkali-kali sampai bentuknya serasi dengan pot yang ditempatinya. Proses ini biasanya perlu waktu minimal satu tahun.

3. Langkah-langkah membuat tanaman mini. Lanjutkan Ke –> Page / Halaman 2

Comments
  1. pecinta tanaman |
  2. ian |
  3. www.obunga.com |