Anjing Bouvier yang Kekar dan Berbulu Lebat

Bouvier Anjing Kekar Berbulu Lebat

bouvier family, bouvier puppies, bouvier for sale, bouvier breeders, bouvier pronunciation, bouvier rescue, bouvier wiki, bouvier insurance

Anjing Bouvier des Flandres
gambar : akc.org

Mukanya seperti kakek-kakek yang berjenggot dan beralis lebat. Namun bedanya tegap dan kekar seperti anak muda. Itulah bouvier, si anjing penjaga yang suka menulurkan lidahnya.

Ia dinamakan bouvier, karena bulu merupakan anjing penggembala ternak sapi (bovine herder). Dulu ia juga dimanfaatkan sebagai penarik kendaraan seperti kuda. Misalnya untuk menarik gerobak susu. Namun setelah ada kendaraan bermotor, tugasnya beralih hanya sebagai penggembala ternak. Namun namanya yang tetap bouvier, menunjukkan bahwa ia meruakan anjing pekerja yang handal.

Asal-usulnya

Sejarahnya anjing bouvier sudah ada di Indonesia sejak tahun 60’an dibawa oleh orang-orang Belanda yang waktu itu masih banyak tinggal di Indonesia. Namun tempat asal anjing itu bukan Belanda, tapi Perancis. Akhir-akhir ini anjing berkualitas baik justru berkembang di Negeri Belanda. “Harga keturunan yang baik untuk anakan usia 4 bulan Rp. 6,5 – 7,5 juta per ekor,” Menurut Dedy. C, hobiis anjing di Jakarta.

Jenis-jenis bouvier hampir punah seluruhnya pada Perang Dunia I. Bouvier de Moerman, Bouvier de Roulers, Bouvier de Paret dan Bouvier de Ardennes, kini tinggal kenangan. Yang tersisa hanya Bouvier des Flanders.

Kuat, pintar dan bersahabat

Bentuk badannya bujur sangkar, artinya panjang dan tingginya seimbang. Berat anjing dewasa bisa mencapai 40 kg dengan tinggi sekitar 74 cm. Warna bulunya ada yang keabu-abuan, hitam dan putih fawn.

Karena struktur tubuhnya yang kompak, kuat dan tinggi besar seperti beruang, ia cocok sebagai anjing penjaga. Di negeri Belanda ia digunakan sebagai anjing polisi karena kepintarannya bisa disejajarkan dengan herder. Bahkan pada Perang Dunia I, anjing ini dimanfaatkan sebagai ambulance dog dan messenger (pembawa pesan). Namun disamping itu, karakternya yang ramah dan bersahabat memungkinkan ia juga menjadi toy dog (anjing rumah).

Mandi setelah dicukur

Bulunya yang tebal dan berombak tidak membuatnya ‘kepanasan’ di alam Indonesia yang tropis ini. “Daya adapasinya baik. Nafsu makan dan gairah mainnya tidak berubah,” tutur Dedy.

Namun demikian, bulunya harus dirawat dengan baik, kalau tidak bisa panjang ‘awut-awutan’. “Sisirlah 2 – 3 hari sekali agar tidak kusut,” demikian Dedy mengungkapkan pengalamannya. Selain itu, bulunya harus dicukur satu atau dua bulan sekali, sekaligus dibentuk agar lebih indah dan rapi.

Setelah dicukur, jangan lupa dimandikan, tapi ingat “Bouvier ini tidak boleh terlalu sering dimandikan, sebab kulitnya tidak ‘waterproof’. Justru kalau terlalu sering mandi, ia bisa terserang penyakit kulit seperti eksim atau jamur,” ungkap Dedy lagi. Jadi hanya setelah cukur saja ia boleh dimandikan.

Bulu yang bagus juga didukung perawatan dari ‘dalam’, yakni pakannya. Dedy memberikan dogfood untuk anakan bouvier miliknya sebanyak 700 – 800 gr/hari dengan frekuensi pemberian tiga kali sehari – pagi, siang dan malam. Sedang yang dewasa dua kali sehari, pagi dan malam, sebanyak 800 – 1.000 gr/hari. Di samping itu diberikan juga vitamin dan kalk untuk kesehatan dan kekuatan tubuhnya.

Kondisinya akan lebih terjaga kalau sehari-hari ia dipelihara dalam ruang ber-AC, yang suhunya mirip suhu di negara asalnya, yakni 20 – 25OC. Pendeknya dengan perawatan yang baik, ia akan tumbuh menjadi anjing berkualitas bagus. Apalagi bouvier ini pada dasarnya termasuk ‘tahan banting’.#LPA ~~~ Anjing Bouvier yang Kekar dan Berbulu Lebat ~~