Lazada Indonesia

Budidaya Ikan Cupang Hias Juara

Budidaya Ikan Cupang Hias Juara

cara mengawinkan ikan cupang, harga ikan cupang, budidaya ikan cupang hias juara, cara merawat ikan cupang, jual ikan cupang giant, ikan cupang aduan, ikan cupang giant, budidaya ikan cupang hias juara, jenis ikan cupang

budidaya ikan cupang hias juara

Menjadi juara di arena kontes bukan hanya kebanggaan, ia bisa mendongkrak harga dan pamor pemilik. Jika harga cupang biasa Rp. 15.000; harga cupang juara, bisa mencapai Rp 3 juta/ekor. Nama kesohor juga jadi modal mencari pasar. Itulah alasan hobiis dan peternak berlomba-lomba menghasilkan jawara.

Mahalnya harga jual cupang berkualitas kontes, tentu saja menjadi daya tarik. Sayang “Paling-paling 5% – 10% yang berkualitas kontes,’’ ungkap Yamin, peternak di Slipi, Jakarta Barat. Kesulitan itu tetap dialami, walaupun ia berpengalaman sejak 1990. Hal serupa dialami M. Soheh, peternak di Slipi, Jakarta Barat. Walaupun berbekal 6 kolam ukuran 1m x 2 m dan mampu memproduksi lebih dari 2.000 cupang setiap bulan, toh yang berkualitas kontes hanya 10%. Hellen, hobiis yang kini jadi peternak menyiasati dengan memijahkan ikan juara.

Jauh panggang dari api, alih-alih ingin mendapat keturunan mirip sang induk , malah mendapat cupang yang mayoritas kelas ecek-ecek, “Dari 2.000 ekor, 20 yang terpilih,” ungkap Hellen. Kalau diupayakan sungguh-sungguh saja sulit, apalagi yang sembarangan. Mendapat cupang bagus pun belum berarti bisa menang kontes. Sejak sortir pertama sampai melatih harus teliti. Kiat mencetak cupang juara mulai dari persiapan sarana hingga menjelang kontes dari para peternakberprestasi bisa dicontoh.

1. Siapkan Sarana

Pemijahan cupang hias tidak perlu tempat luas. Tempat pemijahan yang umum digunakan bak semen, akuarium, bak fiber, drum bekas, atau galon bekas air mineral ukuran 19 liter yang dipotong 2 bagian. Pilih sesuai dengan kemampuan dan paling mudah didapatkan. Akuarium agak mahal dibanding bahan lain, tapi mudah diatur di rak sehingga terkesan rapi dan gampang dikontrol. Ukuran yang ideal untuk sepasang induk 100 cm x 50 cm x 50 cm.

Wadah untuk pembesaran menggunakan botol bekas air minum, stoples, dan akuarium kecil. Botol bekas air minum mudah diperoleh dan murah. Botol volume 1,5 liter dipotong separuh. Botol dan stoples untuk wadah cupang sortiran pertama. Akuarium ukuran 30 cm x  15 cm x 15 cm dipakai untuk membesarkan cupang berkualitas. Jumlah botol diperbanyak untuk mengantisipasi lonjakan populasi. Wadah-wadah itu ditempatkan di ruangan yang tidak terkena cahaya matahari langsung atau kehujanan. Selain  pemberi pakan, selang untuk sipon, dan mangkuk kecil. Jangan lupa baskom atau ember untuk menampung kutu air atau cuk (larva nyamuk). Antibakteri dan garam dapur perlu juga disiapkan untuk mengobati cupang sakit.

2. Kualitas air

Cupang hias memiliki labirin sehingga tahan oksigen terlarut minim di dalam air. Ia sanggup hidup dengan konsentrasi oksigen lebih kecil daripada ikan umumnya, 3—5 mg/l. Air yang baik bila memenuhi kriteria pH 6,2—7, kesadahan (hardnes) 8˚—10˚HD, dan kandungan nitrit atau nitrat tidak melebihi 0,2 mg/l. Mutu air kurang baik akan menghambat pertumbuhan dan sirip tidak mengembang sempurna. Kualitas air sangat tergantung dari sumbernya.

Jika berasal dari sungai sebaiknya disaring dengan pasir, ijuk, dan zeolit lalu ditampung di bak terpisah. Sebelum dipakai air perlu diendapkan semalam. Air PAM banyak mengandung klorin, sehingga perlu diendapkan semalam. Lebih baik diaerasi minimal 8 jam. Cara lain menetralisir klorin dengan menggunakan kristal K²S²O³ yang dilarutkan dalam 30 liter air. Air tanah sebaiknya diberi perlakuan sama sebelum digunakan untuk budidaya.

3. Pemilihan Induk. Lanjutkan Ke –> Page / Halaman 2

Comments
  1. ucup |
    • Lizam |