Lazada Indonesia

Ikan Merakan atau Kerapu Kembang

Ikan Merakan Atau Kerapu Kembang

comet calloplesiops altivelis, calloplesiops altivelis habitat, calloplesiops altivelis classification, mimic roundhead calloplesiops altivelis, es calloplesiops altivelis, calloplesiops argus, jenis ikan komet, makanan ikan komet, harga ikan komet, klasifikasi ikan komet, harga ikan merak merah

Ikan Kerapu Kembang (Merakan) yang cantik
gambar : liveaquaria.com

Ikan kerapu tidak hanya enak rasanya, warnanya pun cantik sebagai ikan hias. Merakan salah satu di antaranya. Keistimewaannya terletak pada siripnya yang lebar dan berbintik seperti ekor merak.

Kerapu termasuk ikan laut konsumsi yang harganya tinggi, jenisnya banyak sekali dengan pola warna beraneka ragam. Beberapa diantaranya bagis dijadikan ikan hias di akuarium. Salah satu anggota kerapu ‘hias’ ini adalah kerapu kembang atau yang lebih dikenal dengan nama ikan merakan.

Nama merakan diambil dari bentuk ekornya yang lebar mirip ekor burung merak jantan. Merakan yang bernama ilmiah Calloplesiops altivelis sering juga disebut marine comet ini tergolong famili Plesiopidae, ia juga mendapat julukan blue-spotted longfin, artinya kurang lebih si sirip panjang berbercak biru. Penyebarannya dari Pantai Timur Afrika sampai Samudera Hindia.

Memang tidak jauh dari namanya, ikan merakan ini tubuhnya agak tipis, siripnya panjang dan melebar ke samping. Seluruh permukaan tubuhnya yang berwarna kehitaman itu berbintik-bintik putih dan khusus pada sirip bintiknya biru terang. Matanya nyaris sulit terlihat, karena sewarna dengan tubuhnya dan bergaris-garis putih di tepi bola matanya.

Selain warnanya yang istimewa, merakan ini juga langka seperti diungkapkan Hari, pegawai Star Akuarium di jalan Sumenep, Jakarta. Oleh karena itu, harganya cukup tinggi, paling murah Rp. 50.000,00 per ekor, ukuran 10 cm. Menurutnya kerapu kembang bisaanya diperoleh pedagang ikan hias dari perairan Lampung dan Bali. Namun, yang dari Bali warnanya lebih kontras, sehingga kelihatan cerah.

Warna tubuhnya tidak berubah, Cuma kadang-kadang memucat karena pengaruh turunnya pH air. Yang baik untuk warna tubuh di kerapu ini pH 8. Bila sudah mencapai 7 ke bawah, maka air perlu diberi buffer pH, berupa serbuk putih untuk meningkatkan pH. Obat ini bisa dibeli di toko-toko keperluan akuarium laut. Dosisnya sesuai dengan petunjuk pemakaiannya.

Pecah ekor

Meskipun si longfin ini relatif mudah dipelihara, tapi kadang-kadang dia stres juga kalau mendapat perlakuan kasar. Misalnya, pemindahan ikan yang dilakukan dengan tergesa-gesa akan mengakibatkan ekornya terpecah-pecah dan menguncup. Demikian juga kalau takut, dia akan bersembunyi di pojok akuarium, bahkan ‘nyumput’ di pasir. Kalau sudah begini, pemilik harus membiarkannya tidak terusik selama 2 minggu agar ekornya kembali terkembang.

Kerapu kembang tergolong ikan buas, meskipun demikian di kalangan ikan buas lainnya dia kalah. Di akuarium, dia tidak boleh dicampur dengan ikan galak, seperti trigger, tapi boleh disatukan dengan ikan angel.

Perlu tempat sembunyi

Karena sifatnya suka bersembunyi, sebaiknya akuarium dilengkapi dengan tempat persembunyian berupa tanaman air dan karang. Untuk menjaga kebersihan akuarium, penggantian air dilakukan sebulan sekali, seperempat bagian. Pada saat yang sama, tanaman airnya juga perlu diganti yang baru. Selain itu, akuarium juga diberi under gravel supaya bakteri yang berasal dari kotoran mengendap.

Karena adanya tanaman air dalam akuarium, cahaya menjadi penting agar tanaman dapat tumbuh. Apabila tidak mendapat cahaya, akuarium berukuran panjang 1,5 m bisa dilengkapi dengan lampu ultraviolet, paling tidak 3 lampu masing-masing 40 watt.

Pakan ikan ini berupa cere atau udang rebon, jatahnya tidak tentu tetapi jangan terlalu banyak karena berapapun yang tersedia akan dimakannya. Untuk 10 ekor ikan diberi satu kantung kecil yang kira-kira berisi 50 ekor cere. Pakan cukup diberikan 2 hari sekali selama ikan masih terhitung baru (selama 2 minggu pertama), selebihnya tiap pagi.#Lpa ~~~ Ikan Merakan atau Kerapu Kembang ~~