Mitsuba, Sayuran Mirip Seledri

Mitsuba, Sayuran Mirip Seledri yang Eksotik Untuk Lalap

mitsuba herb, mitsuba wiper blades, mitsuba perfume, mitsuba starter, mitsuba menu, mitsuba delicatessen menu, mitsuba seeds, shiso

Sayuran bernama mitsuba yang mirip seledri
gambar : dailyfoodporn.wordpress.com

Mitsuba popular di kalangan para pengunjung restoran jepang atau pasar swalayan tertentu. Sayuran ini mirip daun seledri, tetapi agak lebar, berwarna hijau tua dan lemas, ia dikonsumsi sebagai lalap mentah atau setengah matang.

Bagi masyarakat Sunda lalap sudah merupakan kebutuhan yang sulit dipisahkan dari lauk makan sehari-hari. Tanpa lalap, kenikmatan makan tidak akan afdol. Selain menambah selera makan terhadap kesehatan pun lalap berpengaruh baik karena kandungan mineral dan vitaminnya.

Namun mitsuba (Oenanthe linearis wall) pasti belum banyak yang mengenalnya, padahal sayuran ini cocok sekali untuk lalapan. Selain rasanya enak, ia juga berkhasiat mempercepat penyembuhan luka, terutama bagi wanita yang baru melahirkan.

Sisa penjajahan jepang

Meskipun kedengarannya masih asing dan jarang dikenal orang, mitsuba sebenarnya sayuran yang sudah lama dibudidayakan di Indonesia. Di daerah sentra produksi sayuran, seperti Lembang, Pangalengan dan Cipanas, dapat ditemukan petani yang menanaminya. Mitsuba memang termasuk sayuran yang penyebarannya luas. Dataran sedang sampai tinggi bisa ditanaminya, ia ditanam tanpa mengenal musim dan mudah sekali dibudidayakan.

Budidaya Mitsuba : Setiap hari panen

Budidaya mitsuba selain mudah juga tidak banyak membutuhkan modal karena pemeliharaannya yang sangat sederhana, yang lebih penting lagi sayuran ini bisa dipanen setiap hari dalam jangka waktu lebih dari 1 bulan. Pemanenannya sudah bias dimulai pada waktu tanaman berumur 60 hari.

Cara-cara menanam sayuran mitsuba tidak berbeda dengan sayuran-sayuran lainnya. Pertama, benih disebar pada lahan persemaian yang sudah diberi pupuk kandang  (5 kg/m2) seminggu sebelumnya. Kemudian setelah bibit mencapai tinggi 5 cm atau sekitar umur 20 hari baru dipindah ke polybag. Media tanam di polybag menggunakan campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1. Kira-kira berjarak satu bulan dari pemindahan ke polybag bibit siap dipindahtanamkan ke guludan yang sudah dipersiapkan pula (diberi pupuk kandang 3 – 5 kg/m2) dengan jarak tanam 40 cm x 40 cm.

Pemeliharaan selanjutnya tergantung kondisi tanaman. Bila kelihatan kurang subur perlu diberi pupuk yang mengandung unsur N, karena fase vegetatifnya yang diharapkan.

Harga Cukup Baik

Sampai sekarang belum ada petani yang mengembangkan mitsuba dalam skala luas, rata-rata hanya di bawah 50 m2. Hal itu terjadi karena masih terbatasnya pemasaran, selama ini baru restoran-restoran jepang dan pasar-pasar swalayan tertentu saja yang turin menggunakan, pasar-pasar lokal di Bandung hanya kadang-kadang saja menerima sayuran ini.Namun permintaan mitsuba bisa meningkat pada saat-saat menjelang Natal. Selain sebutan orang Jepang mitsuba, banyak juga sebutan-sebutan lain untuk tanaman ini diantaranya orang Eropa dan Inggris menyebutnya Japanese wild parsley, stone parsley, honeywort. Orang Asia seperti Taiwan, China dan Korea menyebutnya san ip, dan san ye qin. #AQ ~~ Mitsuba, Sayuran Mirip Seledri ~~