Lazada Indonesia

Penyakit Layu dan Keriting Daun pada Tomat

Layu dan Keriting Daun pada Tomat

penyakit tanaman tomat dan cara pengendaliannya, penyakit tanaman tomat dan cara mengatasinya, penyakit tanaman tomat pdf, penyakit tanaman tomat dan pengendaliannya, penyakit tanaman tomat pada musim hujan

Tomat yang sehat produksi buahnya prima
gambar : wikipedia.org

Seseorang bertanam tomat apel di halaman rumahnya. Jumlah tanaman tomatnya 295 batang. Tanamannya tumbuh subur, tetapi suatu ketika ada beberapa tanaman tomatnya yang tampak layu. Gejala layu itu pada mulanya dianggap masalah biasa. Namun jumlahnya makin lama semakin bertambah banyak.

Tanaman yang mati dicabut. Hari berikutnya menyusul ada yang mati lagi. Dari 295 tanaman itu, akhirnya hanya tinggal 100 yang bertahan hidup. Tentu saja dia sangat kecewa. Tanaman yang mati ia periksa, ternyata bagian tengah batangnya membusuk. Penyakitnya menyerang melalui batang, bukan dari akar, akhirnya ia mencoba menggunakan Agrept 20 WP untuk penanggulangannya dan ternyata tidak mempan. Ada juga tomat yang daun mudanya menggulung, sehingga pertumbuhannya terhambat. Apakah itu yang disebut penyakit layu bakteri pada tomat, apakah tomat tersebut juga terserang penyakit keriting ?

Gejala-gejala tersebut itu mengesankan dan memberikan ciri-ciri bahwa tanaman tomat terserang penyakit layu bakteri. Gejala awal serangan terlihat beberapa daun muda layu, atau beberapa daun tua yang ada di bawah menguning. Tingkat kelayuan pada tanaman sangat tergantung pada ketahanan tanaman dan kondisi serangan penyakitnya.

Tanaman yang layu, kalau dicabut akar dan batangnya terlihat masih normal. Tapi kalau dikelupas kulitnya, tampak warna kecokelatan pada jaringan di bawah kulit batang maupun akarnya. Jika tangkai dan kulit batang dipotong, jaringan pembuluhnya juga berwarna cokelat.

Penyakit Keriting pada Tomat

Penyakit keriting pada daun tomat disebabkan oleh virus seperti TMV (Tobacco Mosaic Virus), PVY (Potato Virus Y), PVX (Potato Virus X), CMV (cucumber Mosaic Virus), dan TYNV (Tomato Yellow Net Virus). Penularannya dapat melalui luka mekanis, gigitan kutu dan Myzus persicae dan Aphis gossypii, serta penyambungan bibit.

Umumnya penyakit keriting tomat di Indonesia disebabkan infeksi ganda virus TMV dan PVX. Virusnya berbentuk tongkat, berukuran 300 nm dan 550 nm. Tanaman tomat yang sakit karena virus menunjukkan gejala berdaun keriting. Selain itu pertumbuhannya terhambat atau kerdil; jarak antartangkai daun satu dengan yang lain jadi pendek; ukuran daun mengecil dan terpilin, pembungaannya sedikit, bentuk buahnya kecil-kecil, dan akhirnya produksi buahnya turun drastis.

Cara Mengatasi dan Penanggulangannya

Tanaman yang sudah terlanjur sakit, tak dapat disembuhkan. Sebaiknya tanaman itu segera dicabut dan dimusnahkan saja dengan cara dibakar agar tidak menjadi sumber penyebar penyakit pada tanaman lainnya. Penyakit layu ini disebabkan bakteri Pesudomonas solanacearum. Pencegahannya, sewaktu memindahkan bibit dari pesemaian ke kebun pertanaman, usahakan jangan sampai terjadi kerusakan pada akar. Akar yang terluka mudah sekali terinfeksi penyebab penyakit layu bakteri.

Ketika benih tomat akan disemai, sebaiknya direndam dalam air panas bersuhu 50oC selama 15 menit. Perlakuan ini bertujuan untuk membunuh bibit penyakit yang mencemari biji. Benih tomat yang disemai nantinya akan bebas dari layu bakteri.#AQ ~~~ Penyakit Layu dan Keriting Daun pada Tomat ~~~