Awas Merpati Lomba Anda Hilang!

Awas Merpati Lomba Anda Hilang!

merpati balap juara, lomba merpati kolong, lomba merpati kolong pekalongan, lomba merpati balap nasional 2014, 2015-2020, lomba merpati tinggian 2015, lomba merpati tinggi, merpati balap ppmbsi, jual merpati balap

Kendala faktor alam juga bisa menyebabkan burung hilang
gambar : youtube.com

Merpati Anda hilang dalam latihan atau lomba? Jangan terburu-buru memvonis si merpati bodoh! Bisa jadi Andalah yang salah urus. Dan, satu kemungkinan lagi, alam menyesatkan mereka dalam perjalanan pulang kandang.

Kehilangan merpati bagi hobiis merpati pos kandang sangat berarti, baik secara psikologis maupun ekonomis. Kalau tidak menghendaki hal ini terjadi pada merpati Anda, ada baiknya mengikuti analisis berikut ini :

Tiga kemungkinan penyebabnya

Merpati cenderung tidak melupakan insting alaminya yang kuat untuk pulang ke kandang. Kalau memang begitu, kenapa masih banyak saja merpati yang hilang?

Ada tiga faktor yang menyebabkan merpati hilang, yakni faktor merpatinya sendiri, manusia, dan alam. Naluri pulang kandang pada burung merpati merupakan sifat turunan dari induknya. Semakin jauh bisa kembali dari ‘penerbangan’-nya berarti makin pintarlah dia.

Sebaliknya, jika dalam ‘penerbangan’ jarak pendek saja tidak kembali berarti ada kemungkinan kualitasnya memang tidak bagus. Manusia pemilik merpati juga bisa menyebabkan merpati khususnya yang masih piyik hilang. Hobiis baru kandang menganggap semua burung punya naluri yang sama – asal dilepas pasti kembali. Padahal naluri saja tidak cukup tanpa dilatih. Berikut adalah 3 faktor tersebut :

1. Salah urus piyik

gambar manuk piyik, gambar burung merpati piyik, tips merawat merpati lomba, tips merawat merpati balap agar menang, cara melatih piyik merpati balap, piyik merpati tinggian

Tips memelihara merpati piyik
gambar : olx.co.id

Merpati yang hilang sewaktu masih piyik lebih banyak disebabkan oleh hobiis. Pemula biasanya menganggap kemampuan semua burung sama – mereka pasti kenal kandang masing. Padahal tidak sedemikian mudahnya; latihan perlu dilakukan semenjak umur 30 hari ketika mereka baru pintar terbang.

Cara melatihnya, si piyik diletakkan di mulut kandang, mungkin ia akan segera masuk ke dalam kandang, namun tetap diam di tempat. Bila demikian, si pemilik sebaiknya mendorong piyik debutan tersebut perlahan-lahan agar masuk kandang. Hal ini dilakukan berkali-kali selama beberapa hari supaya ia kenal betul pintu kandangnya.

Setelah itu, latihan diteruskan saat ia mencapai umur 35 hari. Piyik dilepaskan di atas atap kandang dalam keadaan lapar. Sehingga begitu melihat pakan di kandang ia akan segera masuk. Latihan sebaiknya dilakukan pada pagi hari atau tepat saat cuaca cerah. Pada umur 35 hari, piyik mulai bisa terbang setinggi kandangnya (kalangan). Saat ‘penerbangan’ pertama, piyik ini jangan dicampur dengan yang dewasa agar tidak tertinggal, terpisah dari kelompoknya, atau malah masuk kandang penggemar lain.

Adakalanya merpati hilang karena terlambat latihan sampai usia lebih dari 50 hari. Ini bisa terjadi karena pemilik cukup sibuk sehingga tidak sempat melatih satwa merpatinya. Jika terlanjur demikian, latihan tetap bisa dilaksanakan seperti anak merpati umur 30 hari, tapi sebelah sayapnya diikat supaya ia tidak terbang jauh.

Kemungkinan lainnya, kandang terlalu padat penghuni dan berisi campuran piyik dan merpati dewasa. Si piyik melarikan diri karena selalu diserang yang dewasa. Apalagi merpati jantan yang sedang masanya kawin, biasanya lebih agresiff dan menjadi penguasa wilayah.

2. Hilang saat latihan. Lanjutkan Ke –> Page / Halaman 2