Aturan dan Cara Mencampur Pestisida yang Benar

Aturan dan Cara Mencampur Pestisida yang Benar

mencampur pestisida, mencampur pestisida dengan pupuk daun, cara mencampur pestisida yang benar, tehnik mencampur pestisida, teknik mencampur pestisida

Orang menuangkan pestisida
gambar : blogs.unpad.ac.id

Pestisida ada yang boleh dicampur, ada pula yang tidak. Bagaimana cara mengetesnya?

Tujuan mencampur pestisida adalah untuk menghemat tenaga sewaktu menyemprotkannya pada tanaman. Yang dimaksud mencampur adalah melarutkan dua macam pestisida dalam air secara bersamaan. Dengan begitu, dua macam pestisida itu adakan bisa dipakai dengan sekali semprot saja. Selain menghemat tenaga, cara itu juga menghemat air. Pencampuran pestisida demikian sudah biasa dilakukan oleh para penggemar tanaman.

Tapi pestisida ternyata tidak selalu boleh saling dicampur. Kalau macam pestisida yang tidak boleh dicampur itu dipaksa dicampur juga, hasilnya tidak sehebat pestisida asli sebelum dicampur. Daya bunuh masing-masing pestisida menurun, malahan bisa hilang sama sekali. Itu karena terjadi “reaksi” antar bahan aktif dari msing-masing pestisida, sampai terbentuk senyawaan baru yang tidak beracun lagi.

Sayangnya tidak ada petunjuk khusus yang menerangkan, apakah dua pestisida bisa dicampur dalam pemakaian atau tidak. Pada tiap kemasan pestisida, paling hanya tercantum tulisan “Pestisida ini boleh dicampur dengan pestisida lain yang tidak bersifat basa”. Petunjuk itu ternyata masih mengandung tanya. Soalnya, pada tiap kemasan pestisida memang tidak pernah tercantum petunjuk, apakah pestisida itu bersifat basa atau tidak.

Tapi kalau hanya untuk mengetahui apakah suatu pestisida bersifat basa atau tidak, caranya tidaklah sulit. Kita bisa mengetesnya dengan pH meter atau kertas lakmus. Sebelum dites, pesisida yang berbentuk bubuk mesti kita larutkan dulu dalam air. Ambil 1 sendok teh bubuk pestisida, larutkan dalam 1 gelas air bersih. Pestisida yang berbentuk cair tidak perlu dilarutkan dalam air. Alat pH meter atau kertas lakmus lalu kita celupkan ke dalam larutan/cairan pestisida. Dari jarum petunjuk pH meter, kita akan langsung tahu pH dari pestisida. Kalau jarumnya menunjuk angka di bawah 7, misalnya angka 6, 5 dan 4, berarti pestisidanya tidak basa. Sebaliknya kalau jarum itu menunjuk angka di atas 7, misalnya 8, 9 dan 10, pestisida itu bersifat basa. Kalau alat pengetesnya berupa kertas lakmus, untuk mengetahui pH pestisida, kita mesti mencocokkan warna lakmus setelah dicelup dengan “warna kunci” yang menyatakan angka pH.

jenis-jenis pestisida, pestisida dicampur fungisida, pestisida campuran, dicampur pestisida, campuran pestisida nabati, cara campur pestisida

Jenis-jenis pestisida
gambar : brainly.co.id

Yang sulit adalah kalau kita menghadapi pestisida yang pada kemasannya sama skeali tidak tercantum petunjuk, apakah pestisida tersebut boleh dicampur dengan pestisida lain atau tidak. Menghadapi hal seperti itu, salah satu perusahaan pestisida PT. ICI melakukan pengetesan terlebih dahulu. Mengetesnya cukup mudah, bisa dilakukan sendiri oleh hobiis tanaman. Pengetesan dilakukan dengan mengambil contoh bahan dari kedua pestisida, masing-masing 1 sendok makan, keduanya lalu dicampur dalam wadah gelas bening, misalnya gelas minum. Kalau salah satu, atau malah kedua pestisidanya berbentuk bubuk, ke dalam gelas itu perlu kita tambahkan air bersih hingga volumenya kira-kira 1/3 tinggi gelas. Tapi kalau kedua pestisida berbentuk cair, penambahan air seperti itu tidak perlu.

Dari campuran pengetasan tersebut kita akan bisa tahu, apakah kedua pestisida itu boleh dicampur dalam pemakaian atau tidak. Kalau kedua pestisida dalam gelas itu bisa bercampur merata, tidak terjadi pemisahan atau timbul endapan (gumpalan), menunjukkan bahwa kedua pestisida tersebut boleh dicampur dalam pemakaian. Tapi kalau terjadi gumpanan-gumpalan, pencampuran tidak diperkenankan. Timbulnya gumpalan-gumpalan menunjukkan bahwa telah terjadi “reaksi” antar bahan aktif dari masing-masing pestisida. Pencampuran juga tidak diperkenankan kalau kedua jenis pestisida itu tidak bercampur merata, tapi memisah seperti halnya minyak dengan air. Kalau pestisida yang memisah demikian dipaksa dicampur juga, maka bahan aktif dari masing-masing pestisida tidak akan bisa disemportkan merata pada tanaman. Contoh dua pestisida yang tidak boleh dicampur dalam pemakaian : Thiodan dengan Calcium Arsenate 10, Benlate dengan Calcium Arsenate 10, dan Morestan 23 dengan Dinitros. (#SJ) ~~ Aturan dan Cara Mencampur Pestisida yang Benar ~~