Tips Skripsi Sastra Inggris dan Kode Etik Pembimbing Saat Ujian Skripsi

Yang Harus Diperhatikan Mahasiswa Saat Presentasi Skripsi dan Kode Etik Pembimbing Saat Ujian Skripsi

tips kuliah sastra inggris, tips skripsi sastra inggris, tips belajar sastra inggris, tips masuk sastra inggris, tips masuk jurusan sastra inggris

Tips Skripsi Sastra Inggris
gambar : trainingtoday.blr.com

Yang Harus Diperhatikan Mahasiswa Saat Presentasi :

  • Kalau Anda memakai powerpoint jangan pasang special effect yang glamor atau blink-blink, apalagi pakai tema Hello Kitty, Winnie the Pooh dan sejenisnya. Multimedia berfungsi untuk membantu kami memahami struktur skripsi anda, bukan piranti canggih yang mubazir kalau hanya sekadar untuk gaya.
  • Khusus untuk mahasiswa Sastra Inggris (Linguistik, Pendidikan, Sastra / Translation): powerpoint nyaris tidak berguna kalau kalian dipakai untuk menampilkan apa yang sudah kami baca. Fokuskan saja pada presentasi lisan yang fasih, didukung pronunciation sempurna dan sikap positif.
  • Kalau diberi waktu 7-10 menit untuk menyampaikan garis besar atau outline skripsimu, sebaiknya jangan membaca tergesa seperti Presiden Soeharto saat menyampaikan laporan nota keuangan dan GBHN di sidang paripurna parlemen.
  • Utamakan point-point yang paling menarik dari skripsimu, jangan bikin kami menguap dengan ringkasan metodologi dan temuan / hasil penelitian yang sudah kami baca sebelumnya.
  • Kami, tiga atau empat orang sebagai penguji yang duduk menghadapi kalian cuma butuh diyakinkan, pengin dibikin kagum dan terkesan. Jangan takut kepada kami sebab kami bukan kanibal, tapi jangan pula terlalu cuek pada kami, terlalu sibuk membaca sinopsis skripsi dengan suara datar seperti pasien stroke tanpa sedetikpun mengangkat wajah atau menoleh kepada kami. Jangan pula ngomong terlalu cepat seperti senapan mesin, sebab kefasihan bicara tidak diukur dari kemampuan kalian menembakkan sekian puluh kata dalam semenit. Ujian skripsi itu semacam ajang promosi. You perlu bersikap persuasif, nampakkan rasa percaya diri, sigap menjawab pertanyaan dengan argumen yang rapi. Panel penguji itu perlu diyakinkan bahwa mahluk yang berdiri memakai jaket alma mater di depan mereka itu memang benar-benar sudah dewasa, kapabel, kompeten, dan layak disemati gelar sarjana.

Kode Etik Pembimbing Saat Ujian Skripsi :

Mungkin belum ada protokol atau pedoman yang spesifik mengaturnya, tapi saya punya semacam code of conduct yang saya jaga sampai sekarang. Pada saat mahasiswa presentasi dan melakukan oral defense, saya tidak ikut menginterogasi, apalagi mencecar dengan pertanyaan-pertanyaan yang bernada memojokkan. Sikap galak sudah saya tunjukkan selama masa bimbingan, antara lain dengan mengobral komentar bertinta merah yang sarat kecaman.

Tapi kepada si mahasiswa tersayang saya sampaikan: you berdarah-darah sekarang, itu lebih baik daripada kita babak belur dihajar dosen penguji, yang pertanyaan dan arah bidikannya mustahil bisa disimulasikan atau diprediksi. Biasanya mahasiswa bimbingan skripsi itu paham dan bisa mengerti gaya koreksi dan komentar saya yang urakan. Tapi saya pegang janji: ketika mereka maju ujian saya hanya bertanya yang ringan-ringan dan membela dia dari pertanyaan yang melampaui kapasitasnya.

Artinya, kalau dia babak belur, saya ikut sakit juga. Saya selalu sampaikan itu kepada mahasiswa skripsi. Lebih baik dia saya gebuki sekarang daripada tulisannya parah dan kami berdua mampus di ruang sidang. Itulah mengapa saya sering geli dalam hati kalau pada saat ujian ada pembimbing yang secara intens ikut menginterogasi, mengkritik dan membuat anak bimbingannya mati kutu tidak berdaya.

“Konsepmu keliru… Bagian ini kurang anu, harusnya kamu begini begitu beranu-anu…” Batin saya: bukankah paduka sendiri yang selama beberapa bulan ini menjadi pengarah dan pemandu proses berpikir dan menulisnya? Harusnya ide-ide cemerlang seperti itu dibisikkan dengan mesra atau diteriakkan ke kuping si calon sarjana jauh-jauh sebelum dia maju mempertahankan opus magnum alias masterpiece-nya… Wallahualam.

Oleh : Bpk. Arif Subiyanto (Dosen Sastra Inggris di Universitas Negeri Malang).

Comments
  1. Juning |