Menghormati Seseorang

Menghormati Seseorang…

cara hormat yang benar, cara hormat kepada guru, cara hormat orang, cara hormat suami, cara hormat ibu bapa, respect, hormat kami, hormat ke hadapan hormatMenghormati orang itu ada waktunya, ada konteksnya, ada logika dan rasionalitasnya. Orang bisa dihormati karena senioritasnya, kepakarannya, jasa-jasanya, kharismanya, inspirasi yang dipancarkannya, atau semata-mata karena susur galur keturunannya, misalnya dia punya gelar Pangeran Dobleh Kencono, atau dia keturunan seorang pahlawan pembebas planet bumi dari penjajahan bangsa munyuk.

Tapi menghormati seseorang tidak bisa digebyah uyah, tidak bisa dilakukan tanpa kontrol dan akal sehat. Boleh jadi kau menghormati dia karena sungguh-sungguh berjasa atau semata-mata karena dia pernah menunjukkan kenekadan luarbiasa pada jaman kejayaan Dasamuka… Kau hanya boleh menghormati dia dalam konteks itu saja, tapi jangan kau biarkan dia mempengaruhi kehidupanmu di jaman sekarang, sebab kemungkinan besar isi benaknya sudah kuno, usang, dan tidak relevan, belum lagi kemungkinan besar benak dia sudah tidak genah lagi fungsinya.

Terhadap orang semacam itu kamu harus tegas, jangan biarkan dia mempengaruhi kehidupanmu, kebijakanmu, kepemimpinanmu, dan hajat hidupmu! Itu bukan lagi penghormatan tapi pemberhalaan. Matamu picek karena takhayul yang kau besar-besarkan sendiri, takut kuwalat kalau sampai kau bikin pesugihanmu itu sakit hati. Dalam konteks seperti itu, kamu jadi orang sesat, musyrik, dan akal budimu sudah mati (terlebih di masa kini, nama budi kok terdengar nggilani).

Menghormati Seseorang Oleh : Bpk. Arif Subiyanto