Lazada Indonesia

ASOK GLONDONG PENGARENG-ARENG

ASOK GLONDONG PENGARENG-ARENG

peribahasa jawa, istilah jawa kontrak, istilah jawa dan artinya, istilah jawa lucu, kata mutiara bahasa jawa, bahasa jawa halus, pidato bahasa jawa, translate bahasa jawaIdiom Jawa yang berarti memberi persembahan, balas budi (budi maneh! Nggilani!), atau upeti dari seorang sahaya kepada majikannya atau dari seorang bawahan kepada atasannya, atau dari seorang politisi kepada patron atau mentornya. Bisa juga dari seorang bekas kroco yang dinaikkan pangkat derajatnya. Secara katawi, ‘asok glondong pengareng-areng’ berarti ‘sowan kepada orang yang dimuliakan, membawa setumpuk glondongan kayu bakar’ sebagai tribute, upeti atau sekadar tanda terimakasih. Dalam budaya Jawa ini dianggap praktik yang lazim.

Di jaman dulu, seorang pamong praja bahkan dengan sukarela membiarkan istrinya digagahi ndoro Tumenggung atau Adipati yang singgah ke rumahnya, sebagai perwujudan glondong pengareng-areng. Di jaman sekarang, asok glondong pengareng-areng bisa dilakukan dengan melacurkan idealisme atau ideologi demi kepentingan, syahwat dan sungut pentolan partai. Politisi atau birokrat yang berbakti dan loyal bisa memberi konsesi politik nyaris tanpa batas kepada gendruwo mbahurekso junjungannya.

Misalnya saya ketiban berkah diangkat jadi RT oleh bu lurah, maka saya musti tahu diri. Anaknya bu lurah saya angkat jadi tokoh masyarakat atau mungkin bendahara, meski bocah itu tidak ketulungan songong atau moronnya. Saya juga manut saja kalau gendruwo atau wewe gombel itu mengintervensi tugas-tugas dan wewenang saya. Ini hanya contoh. Saya tidak nyindir siapa-siapa, hanya membahas sebuah idiom Jawa sesuai kapasitas saya sebagai pemerhati bahasa.

ASOK GLONDONG PENGARENG-ARENG Oleh : Bpk. Arif Subiyanto