Cara Menangkarkan Jalak Bali Di Bali

Cara Menangkarkan Burung Jalak Bali Di Bali

jalak bali harga, download mp3 suara burung jalak bali, jalak bali youtube, jalak bali jantan jalak bali nganjuk, jalak bali dijual jakarta, jalak bali bird, jalak bali berasal dari daerahJalak Bali atau sering disebut bali mynah (Leucopsar rothschildi) terkenal sebagai salah satu burung langka yang banyak menarik perhatian para penggemar burung. Batapa tidak, diseluruh dunia populasi burung ini tinggal sekitar 1.000 ekor.

Sejumlah 14 ekor diantaranya masih bebas beterbangan di tampat asalnya, Taman Nasional Bali Barat. Kondisi ini mengundang keprihatinan pakar burung dunia, sehingga mereka membantu menangkarkan jalak bali di negara masing-masing. Jerman, salah satu negara yang berhasil mengembangbiakkan burung ‘berkaca mata’ biru itu. Mereka lalu mengirimkan kembali hasil tangkaran ke Indonesia. Kini, burung kiriman tersebut berhasil dibudidayakan.

Keberhasilan Taman Burung Bali memperbanyak burung ini memperbesar peluang usaha mencegah kepunahan Jalak Bali. Jenis kelamin yang pasti hanya bisa dibedakan melalui tes darah atau endoskopi.

Kandang

Di Taman Burung Bali, jalak bali diletakkan di kandang nomor 11, bertetangga dengan pipit benggala, zebra, bondol, dan paradise wydah di kandang nomor 12. Kandang nomor 10 berisi punai, bulbul, dan puyuh gonggong jawa. Dibandingkan kandang kedua tetangganya, ukuran kandang Jalak Bali lebih besar, yakni 4 m x 6 m x 3,5 m. lantainya pasir. Kandang dilengkapi kolam untuk mandi dan piring berisi makanan yang digantungkan di batang pohon. Kandang penuh sesak dengan pepohonan sehingga burungnya sendiri sulit terlihat. “Ini banyak diprotes orang, tapi kondisi seperti itu disukai Jalak Bali”.

Kandang dilengkapi pula dengan sarang untuk bertelur. Sarang terbuat dari batang pohon yang dilubangi itu terletak pada ketinggian 2 m. lubang masuk berkuran 12,5 cm. Sarang dibuat sedemikian rupa sehingga orang bisa dengan mudah mengecek kondisi telur dan mengganti alas sarang kalau diperlukan. Alas sarang berupa dedaunan, ranting pohon yang kecil, dan rumput kering. Di Jurong Bird Park, Singapura, alas sarang Jalak Bali ditambah dengan sobekan kertas sebagai substrat. Ini diperlukan agar suasana sarang nyaman. Berdasarkan hasil pengamatan diketahui, induk Jalak Bali akan memindahkan anaknya yang baru menetas ke pojok kandang bila alas sarang tidak disukainya.

Pakan

Selain kondisi kandang dan sarang yang nyaman, pakan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan penangkaran jalak bali. “Banyak orang yang mencoba breeding jalak bali, tapi gagal. Kegagalan itu kemungkinan disebabkan karena masalah pakan. Pemberian sejenis pakan secara terus-menerus tidak baik untuk Jalak Bali”. Karena keyakinan itu maka jalak bali seharusnya diberi pakan yang sangat bervariasi. Dua sendok makan kroto, tiga sendok pelet, cacahan pepaya, pisang, nanas, labu, kacang, kecambah, biji matahari, jewawut, telur rebus, jangkrik, ulat hongkong, dan vitamin dicampur menjadi satu, kemudian diberikan pada jalak. “Dia akan memilih sendiri makanan yang disukai. Yang tidak disukai tidak dimakan”, kata dokter hewan yang bertugas di Taman Burung Bali, Yang paling disuka tetap serangga.

Pakan campur-aduk itu diberikan tiga kali sehari. Khusus untuk ulat hongkong, jatahnya maksimal 10 ekor per hari. Pakan campuran seperti itu juga diberikan oleh pengelola Jurong Bird Park pada Jalak Bali. Disana, pagi hari jalak bali diberi pelet, kroto, ulat hongkong, dan kue yang dicampur menjadi satu. Sepasang jalak bali diberi jatah 100 gram pakan setiap pagi. Jangkrik, belalang, dan cacing tanah dipakai sebagai substitusi ulat hongkong. Pada sore hari yang diberikan hanyalah campuran pelet, pepaya, pisang, dan apel. Pakan hidup hanya diberikan pagi hari.

Anak Burung

download mp3 suara burung jalak bali, jalak bali jantan, jalak bali nganjuk, jalak bali bird jalak bali harga, jalak bali berasal dari daerah, jalak bali jantan dan betina, jalak bali tour

Jalak Bali Jantan dan Betina

Dengan kondisi kandang dan pemberian pakan seperti itulah, sepasang Jalak Bali kiriman dari Jerman berhasil bertelur. Pertama kali bertelur tiga butir. Telur menetas, anak burung hilang tak berbekas. ”Itu biasa terjadi pada telur pertama. Mungkin dimakan induknya yang terkejut karena mengira anak burung itu musuh”.

Selang sebulan kemudian induknya bertelur lagi. Jumlahnya juga tiga butir. Telur menetas setelah 13 hari dierami. Pada hari keempat belas, anak burung langsung diambil dan dimasukkan ke dalam inkubator bersuhu 32oC-35oC. Inkubator dialasi dengan daun dan ranting. Dua ekor anak burung berbobot masing-masing 85 gram, sedangkan yang ketiga bobotnya hanya 40 gram. Diperkirakan hal ini terjadi karena faktor persaingan memperoleh makanan. Tiga ekor burung itu merupakan jalak bali pertama yang menetas dari hasil penangkaran di Bali.

Selama tiga minggu pertama, anak burung diberi makan campuran setiap 2 jam. Minggu keempat diberi makan setiap empat jam. Menginjak minggu kelima anak burung tidak diberi makan pada malam hari. Jumlah pakan tidak dibatasi. Mereka terus diberi makan sampai tidak memberi respon lagi. Anak burung itu diberi vitamin A, B, dan D3 yang dicampur dalam pakan dua kali sehari. Induk bertelur lagi untuk ketiga kalinya sebulan kemudian. Jumlahnya juga tiga butir. Begitu menetas, anak-anak burung langsung menjalani proses perawatan yang sama. Kini sepanjang induk Jalak Bali itu dicegah agar tidak bertelur lagi karena khawatir kesehatannya terganggu. Cara mencegahnya cukup dengan menutup lubang sarang. Bahan sarang juga tidak diberikan karena dia tidak bisa membuat sarang sendiri karena hasil penangkaran, bukan tangkapan dari alam.

Dengan keberhasilan ini Taman Burung Bali berniat menangkap burung-burung langka yang lain. Program tersebut dilakukan bekerja sama dengan taman burung terbesar di dunia yang ada di Jerman. Cara Menangkarkan Jalak Bali Di Bali – #gtw.