Lazada Indonesia

Pembibitan Kelapa Sawit Berkualitas

Cara Menghasilkan Bibit Kelapa Sawit Berkualitas

pemupukan kelapa sawit, perkebunan kelapa sawit, budidaya kelapa sawit, perusahaan kelapa sawit, pengolahan kelapa sawit, manfaat kelapa sawit, bibit kelapa sawit, pembibitan kelapa sawitPerusahaan pembibitan kelapa sawit dituntut menghasilkan bibit siap pakai yang bermutu baik. Bibit tersebut harus berpotensi produksi tinggi, berjumlah cukup dan sesuai jadwal untuk kebutuhan tanam dan sisip. Umur bibit yang ideal 10-14 bulan, bebas gangguan hama dan penyakit, tumbuh normal, dan tidak akan mengalami stagnasi tumbuh di lapangan.

Minyak kelapa sawit saat ini menjadi salah satu produk perkebunan yang memiliki prospek paling cerah dibandingkan komoditas perkebunan lainnya. Tak heran jika banyak investor tertarik menanamkan modalnya untuk komoditas ini. Luas perkebunan sawit biasanya mencapai ribuan hektar setiap unitnya. Untuk itu diperlukan bibit dalam jumlah tidak sedikit. Dana untuk pengadaan bibit tentunya akan sangat besar jika harus membeli yang siap tanam. Dana dapat ditekan seandainya calon investor bisa melaksanakan kegiatan pembibitan sendiri guna memenuhi kebutuhan intern.

1. Pengadaan Kecambah

Kegiatan pembibitannya biasanya dimulai paling tidak satu tahun sebelum penanaman. Penjadwalannya harus tepat agar ketersediaan kecambah, musim tanam, dan ketersediaan tenaga kerja bisa terjamin. Kecambah sebaiknya dipesan 3-6 bulan sebelum dimulai pembibitan. Kecambah untuk menghasilkan bibit berpotensi produksi tinggi, antara lain bisa dipesan di Pusat  Penelitian Kelapa Sawit (Marihat/Rispa), PT. Lonsum, dan PT. Socfindo, ketiganya di Medan.

2. Persiapan Lokasi

Sebelum kecambah datang, lokasi pembibitan sudah harus ditentukan. Sebaiknya areal ini berupa lahan datar dan drainasenya baik. Untuk mempermudah penyiraman lokasi lahan sebaiknya dekat sumber air, baik berupa sungai, waduk, danau, atau mata air. Jika areal pembibitan itu berbukit, sebaiknya dibuat kontur atau diratakan.

Lokasi pembibitan juga harus dekat atau berada di tengah-tengah areal penanaman untuk mempermudah distribusi bibit. Untuk mempermudah transportasi dari dan keluar lokasi pembibitan, hendaknya dibangun jalan masuk dan keluar yang berbeda.

3. Pembersihan Lahan

bibit sawit topaz, harga bibit sawit, jual kecambah sawit dijamin unggul marihat, bibit sawit unggul, bibit sawit socfindo, bibit sawit marihat, jual bibit sawit, bibit sawit unggul 2011-2020Paling tidak sekitar 6 bulan sebelum kecambah datang, calon lahan pembibitan sudah harus dibersihkan. Kayu-kayu besar/kecil ditebang dan dibakar. Sisa-sisa bakaran yang tidak terbakar habis harus disingkirkan ke pinggir dan dibakar ulang. Bersamaan dengan kegiatan pembersihan lahan dilakukan pula pembuatan parit-parit keliling untuk mengatasi banjir, khususnya pada areal yang terletak di lembah.

Luas lahan yang dibersihkan disesuaikan dengan kebutuhan bibit. Satu hektar areal dapat menampung sekitar 12.500 bibit dengan jarak tanam 90 cm x 90 cm. Untuk pekerjaan perawatan di pembibitan, disiapkan pula alat dan sarana penunjang yang perlu disiapkan antara lain pompa air, selang, dan sprayer.

4. Sistem Pembibitan

Setelah lahan disiapkan, kecambah ditanam di polibag. Ada dua cara yang dapat dipakai untuk memelihara bibit di lahan bibitan, yakni dengan sistem single stage (tahapan tunggal) atau double stage (dua tahapan).

Yang dimaksud sistem tahapan tunggal, kecambah langsung ditanam ke polibag besar tanpa dibesarkan terlebih dahulu di polibag kecil sebagai tahap pra-nurseri. Jika pemeliharaan dilakukan dengan baik, bibit yang dipelihara menggunakan sistem ini dapat segera dipindahkan ke lapangan lebih awal, yaitu umur 9-10 bulan.

Pada sistem dua tahapan, kecambah ditanam di polibag kecil (pra-nurseri). Setelah berumur 3 bulan, bibit dipindahkan ke nurseri dalam polibag besar dan selanjutnya ditanam di lapangan.

5. Perawatan Bibit

Untuk mendapatkan mutu bibit yang baik, perlu dilakukan perawatan berupa penjarangan, penyiraman, pemupukan, dan pengendalian gulma.

Penjarangan. Kegiatan ini dilakukan pada saat pemindahan bibit dari pra-nurseri ke nurseri. Keterlambatan penjarangan akan berakibat etiolasi dan stagnasi pada bibit di nurseri, sehingga penanaman di lapangan akan terlambat pula. Penjarangan ini dilakukan pada sekitar umur 3 bulan atau bibit telah berdaun 3-4 helai. Bibit dipilih dan dikelompokkan menurut varietas masing-masing supaya bibit sejenis tertanam di petak yang sama.

Penyiraman. Penyiraman dilakukan sesuai umur bibit. Bibit berumur di bawah 4 bulan membutuhkan air 0,5-1 liter/bibit/hari. Di atas 4 bulan membutuhkan 1-2 liter/bibit/hari. Idealnya, penyiraman dilakukan dua kali sehari, pagi pada pukul 06.00-10.00 dan sore hari pukul 15.00-18.00. Apabila curah hujan lebih kurang 10 mm/hari, penyiraman tidak perlu dilakukan.

Pemupukan. Agar mendapatkan hasil yang terbaik, pemupukan perlu dilakukan seefisien dan seefektif mungkin sesuai jadwal.

Pengendalian gulma. Kegiatan ini dilakukan secara rutin, dua kali sebulan di pra-nurseri dan sekali sebulan di nurseri. Gulma yang perlu diperhatikan tidak hanya yang berada di dalam polibag, melainkan juga di luar polibag. Pengendalian gulma di dalam polibag dilakukan secara menual, sedangkan yang di luar menggunakan herbisida apabila bibit sudah berumur di atas 6 bulan.

6. Seleksi Bibit

budidaya sawit, kebun sawit, kelapa sawit, bibit sawit, sawit watch, jual sawit, harga sawit, pupuk sawitSeleksi sejak dini penting dilakukan agar bibit yang ditanam di lapangan benar-benar terjamin keunggulannya. Selain itu biaya perawatan juga dapat ditekan, sebab bibit yang abnormal dapat sejak dini disisihkan.

Selain diturunkan secara genetis oleh induk, bibit abnormal juga bisa terjadi akibat perlakuan yang keliru atau lingkungan yang tak menunjang. Perlakuan tersebut misalnya penanaman terbalik, jarak tanam terlalu rapat, bibit terbakar, salah pupuk atau keracunan pestisida, kantung pecah, dan kekurangan/kelebihan air. Sementara itu, faktor lingkungan yang mempengaruhi misalnya tanah terlalu padat, terlalu masam, atau kualitas air kurang baik.

Untuk membantu kegiatan seleksi, standar pertumbuhan bibit sangat diperlukan sehingga tidak ada bibit abnormal yang tertanam di lapangan. Parameter yang bisa dipakai untuk mengukur pertumbuhan bibit ialah tinggi tanaman, lilit atau diameter batang, dan jumlah anak daun. Pengukuran ini dimulai sejak umur bibit 4,5 bulan, atau 1,5 bulan setelah bibit dipindahtanamkan ke nurseri. Standar pertumbuhan bibit sebaiknya dibuat sendiri di lapangan, karena pertumbuhan itu sangat tergantung pada sifat genetis, kondisi lapangan, dan perawatan di lapangan. Pembibitan Kelapa Sawit Berkualitas  #OT