7 Hal yang Perlu Kita Tahu Soal Kencan / Pacaran Ala Korea

7 Hal yang Perlu Kita Tahu Soal Kencan / Pacaran Ala Korea

tentang korea selatan, tentang korea utara, fakta tentang korea utara, artikel tentang korea selatan, berita tentang korea utaraPacaran di Indonesia, Amerika, Zimbabwe atau di belahan dunia lain tentu memiliki keunikan masing-masing ya, Bro-Sist. Termasuk di negara yang terkenal menelurkan boyband, girlband dan filmnya ini. Yep! Korea.

KPOPers tentu sudah tak asing dengan kebiasaan pasangan artis Korea yang segalanya serba couple-an. Ya kausnya, sepatu karetnya, topinya, dst. Enggak heran deh kalau ada penyanyi, aktor atau aktris Korea yang memakai barang sama, para fans akan menyimpulkan mereka jadian atau lagi kencan. Padahal mungkin aja yang dipakainya barang sponsor atau apa. Kekeke.

Tapi begitulah, pacaran ala Korea sangat menunjukkan kasih-sayang antara sesama. Selain barang yang serba matching, ada juga satu hari-hari spesial yang biasa dirayakan. Pokoknya mereka gemar melakukan segala sesuatu sama pasangannya.

Siapa tahu gitu kita cem-ceman orang Korea? Kyuhyun, mungkin? Kyaaa! Atau, bagi yang cuma ‘pengin tahu’, jom baca lebih lanjut!

Pertama, di Korea itu Udah Biasa Kalau Seorang Teman Mengenalkan dan Mendekatkan Kita dengan “Seseorang”

Kalau orang Korea itu single dan butuh seseorang untuk diajak kencan, biasanya mereka akan minta bantuan teman. Semacam jadi mak comblang, gitu. Terus kita berhubungan dan ketemuan deh. Mereka itu jarang-jarang mau ketemuan sama orang sembarangan, yang kenal karena sms nyasar atau dapet dari sosmed. Kecuali… ya itu, kalau dikenalin teman.

Kedua, Kencan di Korea itu Menawarkan Dua Pilihan; Satu untuk Semua apa Satu untuk Si Dia (Saja)?

Sudah disinggung sebelumnya, kalau pasangan Korea itu demen banget sama barang couple-an. Mereka pengin lebih stylish sekaligus menegaskan hubungan yang tengah dijalin. Tak hanya couple-an barang-barang pribadi, lingkungan juga mendukung. Misalnya restoran, kafe bahkan bioskop juga. Tempat-tempat itu biasanya punya ruang khusus untuk pasangan. Hanya aku dan kamu. Tanpa mereka. Atau dia dan si dianya. Tanpa mereka (juga).

Jadi bener-bener deh, budaya couple-centric mereka emang lekat banget. Nah bagi kita yang enggak segitunya, mungkin kita akan berpikir ‘lebay banget’, ‘hueks!’ atau ‘iwh!’. Tapi begitulah Korea, kita benar-benar mesti membedakan antara orang lain sama seseorang spesial. Mereka menganggap hubungannya itu selain bermakna sekaligus fun.

Ketiga, Cewek atau Cowok, Kalau Tiap Kencan Mesti Persiapan Uang

Pastinya akan jadi sesuatu yang bikin kagok atau canggung pas mesti bayar tagihan restoran atau apa, apalagi kalau kencannya itu yang perdana. Memang sih kebanyakan pihak cowok lah yang bertanggung-jawab soal tetek-bengek pembayaran. Tapi biasanya kalau cowok yang bayarin tiket bioskop, maka nanti giliran ceweknya yang nanggung makan. Akhirnya fifty-fifty, gitu. Atau 60:40 lah, gimana nyamannya.

Keempat, Bawa Ponsel Ke manapun Kamu Pergi

Orang Korea itu dikenal sebagai pecinta smartphones, berikut dengan aplikasi bertukar pesannya yang serba cepat serta emoticons-nya yang lucu-lucu. Nah pasangan di Korea ini kalau lagi jauhan enggak punya alibi untuk enggak komunikasi. Jadi deh mereka sama ponselnya amat nempel kayak perangko. Kalau aja kita punya cem-ceman orang sana, jangan syok kalau dia terus menghubungi kita, bahkan untuk menanyakan hal-hal kecil; lagi apa?, makan apa?, mikirin apa?, dst.

Nah kenapa kita mesti bawa ponsel ke mana pun? Soalnya kita perlu membalas pesan secara ge-pe-el alias gak pake lama. Kalau enggak, dia bisa berprasangka yang tidak-tidak. Lagipula hal itu jadi tanda kalau kita itu care sama dia.

Kelima, Anniversary sama Hari Libur itu Statusnya Penting Banget

Kalau kebanyakan pasangan di dunia merayakan 1 tahun pernikahan mereka, maka di Korea sedikit lain. Mereka juga merayakan 100 harinya, 200 harinya atau sampai 1000 harinya kebersamaan dengan pasangan. Belum lagi mereka menambahkannya dengan hari keempat belas tiap bulannya. Nah kalau datang hari-hari spesial lain macam Valentine’s Day, Rose Day, White Day atau apa gitu, mereka sebisa mungkin enggak absen buat ngeramein. Entah dengan dinner romantis atau tukeran kado yang cute.

Keenam, Mereka Cukup Menahan Diri Dari PDA

PDA adalah Public Displays of Affection, atau semacam tanda dan gerak-gerik kasih-sayang kita sama seseorang di depan publik. Emang sih orang Korea itu enggak sungkan-sungkan buat bersentuhan intim sama teman atau keluarga. Tapi kalau urusannya udah sama pasangan, di publik, itu beda lagi. Mirip kayak di kita. Mereka juga tahu normanya. Kecuali mungkin kalau anak-anak mudanya udah kebawa pengaruh barat. Pegangan tangan sama berpelukan siang bolong di keramaian, walau belum terikat pernikahan, bisa dipandang normal.

Ketujuh, Ada Seseorang yang Dipacari sama Seseorang yang Dinikahi

Di Korea itu ada kemungkinan begini; Si cowok A memacari B, yang cantik-jelita. Tapi kalau Si B enggak bisa masak atau misalnya berasal dari kalangan yang kurang setara dengannya, bisa saja Si B enggak akan kepikiran menikahinya. Sebatas mengencani aja. Mereka juga terbuka kok sama hubungan dengan orang asing, tapi ya itu… kalau soal menikah, mereka akan cenderung galau gitu kalau sama ‘orang internasional’. Mereka menganggap kalau pernikahan bukan Cuma menyatukan dua jiwa, melainkan juga keluarga. Karenanya, ‘mencuri’ hati keluarga Si Dia itu jadi misi vital bagi mereka.

Nah, siapa yang tertarik punya relasi khusus sama orang Korea? ~Dari berbagai sumber~ [#RD]