Jenis – Jenis Pupuk di Indonesia Kegunaannya

Pupuk Indonesia dan Jenisnya

pemandangan sawah dan gunung, pemandangan sawah padi pictures, gambar pemandangan sawah padi, pemandangan sawah photo, gambar pemandangan sawah, gallery pemandangan, photo sawah boyolali, pemandangan sungaiTanaman buah yang subur, berbuah lebat, memiliki rasa enak adalah dambaan setiap pemiliknya. Bagaimana mendapatkan buah yang demikian? Pemupukan adalah jawabannya.

Untuk kelangsungan hidupnya, tanaman butuh unsur-unsur hara yang tersedia di dalam tanah. Namun tidak selamanya tanah mampu menyediakan semua unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Kian lama persediaan hara dalam tanah kian berkurang karena sudah diserap oleh tanaman. Kadang-kadang bahkan sampai habis. Akibatnya tanaman menderita, dan mungkin bisa mati karena kekurangan makanan. Oleh sebab itu perlu ditambahkan unsur hara yang diperlukan tanaman, melalui pemupukan.

Pupuk memang diperlukan tanaman. Tetapi tidak semua tanaman sama kebutuhannya. Lagi pula tidak semua jenis pupuk cocok untuk satu jenis tanaman.

Jenis-jenis Pupuk

Paling tidak ada 16 unsur yang diperlukan tanaman untuk menunjang pertumbuhan tanaman yang sehat dan normal. Tiga unsur (C, O dan H) diperoleh dari udara, dan 13 unsur lainnya tersedia di dalam tanah. Dari 13 unsur yang tersedia di dalam tanah, ada 6 unsur yang dibutuhkan dalam jumlah banyak sehingga disebut unsur makro. Tiga unsur di antaranya mutlak harus ada bagi tanaman, yaitu N, P dan K. Sedangkan 3 unsur lainnya (S, Ca dan Mg), meskipun dibutuhkan dalam jumlah banyak, perannya kurang begitu penting dibandingkan dengan N, P dan K tadi.

Unsur lain di luar keenang yang sudah disebut tadi pun sangat dibutuhkan tanaman, tapi dalam jumlah yang sangat sedikit sehingga disebut unsur mikro, yaitu C1, Mn, Fe, Cu, Zn, B dan Mo. Diperkirakan dalam jangka waktu cukup lama unsur mikro ini tetap tersedia dalam tanah. Jika salah satu unsur tidak tersedia, tanaman akan tumbuh tidak sempurna. Pemupukan juga dimaksukan untuk menutup kekurangan unsur makro maupun mikro ini agar tanaman tetap dapat terpenuhi kebutuhannya.

Berbagai jenis pupuk dapat diperoleh di kios-kios pertanian. Pupuk-puk itu dibedakan berdasarkan asalnya, kandungan unsur hara di dalanya, bentuknya, atau cara pemakaiannya. Menurut asalnya, dibedakan pupuk alam dan pupuk buatan. Pupuk alam, dikenal juga dengan sebutan pupuk organik, terjadi karena proses alam. Termasuk di dalamnya pupuk kandang, kompos, pupuk hijau, guano, dan pupuk gambut. Pupuk buatan, yang juga disebut pupuk anorganik, ialah semua jenis pupuk yang dibuat oleh pabrik dari bahan kimia anorganik berkadar tinggi. Misalnya pupuk urea, TSP, KCI. Kalau mengandung satu unsur saja, pupuk itu disebut pupuk tunggal, misalnya urea yang hanya mengandung N saja. Kalau mengandung unsur hara lebih dari satu disebut pupuk majemuk. Menurut bentuknya, dikenal pupuk padat dan cair. Berdasarkan cara pemakaiannya, ada pupuk yang diberikan lewat akar dan ada pula yang diberikan melalui daun.

A. Pupuk Alam (Pupuk Organik)

Keuntungan menggunakan pupuk organik adalah dapat memperbaiki struktur dan tekstur tanah, serta memperbesar kapasitas menahan air. Selain itu pupuk organik juga bermanfaat menambah persediaan unsur hara makro dan mikro bagi tanaman.

1. Pupuk Kandang

Pupuk kandang adalah pupuk yang diperoleh dari kotoran hewan piaraan seperti sapi, kambing, kerbau, ayam, kuda dan babi. Hewan piaraan ini menghasilkan pupuk kandang yang berbeda-beda kandungan unsur haranya, tergantung makanan yang diberikan pada hewan itu. Misalnya, kalau makanan yang diberikan banyak mengandung nitrogen, maka kotoran yang dihasilkan juga banyak mengandung nitrogen. Setiap kotoran hewan mempunyai kandungan hara yang berbeda, seperti terlihat pada tabel berikut :

Tabel, Jenis dan Kandungan Hara Bebeberapa Kotoran Ternak
Jenis Ternak Bentuk Kotoran N (%) P (%) K (%) Air (%)
Kuda –       Padat

–       Cair

0,55

1,40

0,30

0,02

0,40

1,60

75

90

Kerbau –       Padat

–       Cair

0,60

1,00

0,30

0,15

0,34

1,50

85

92

Sapi –       Padat

–       Cair

0,60

1,00

0,20

0,50

0,10

1,50

85

92

Kambing –       Padat

–       Cair

0,60

1,50

0,03

0,13

0,17

1,80

60

85

Domba –       Padat

–       Cair

0,75

1,35

0,50

0,05

0,45

2,10

60

85

Babi –       Padat

–       Cair

0,95

0,40

0,35

0,10

0,40

0,45

80

97

Ayam – Padat & Cair 1,00 0,80 0,40 55

Sebelum digunakan, pupuk kandang harus terbebas dari berbagai hama yang menggangu tanaman, seperti rayap atau lundi. Selain itu pupuk kandang harus sudah matang. Ciri-ciri pupuk kandang yang sudah matang adalah warnanya cokelat kehitaman, kalau dipegang terasa dingin dan tidak lengket. Pupuk kandang yang belum matang masih akan mengalami proses dekomposisi, dan bila diberikan pada tanaman dapat mengakibatkan tanaman mati.

2. Kompos. Lanjutkan Ke –> Page / Halaman 2