13 Jenis Hama Tanaman Pangan Hortikultura Dan Perkebunan

Hama Tanaman Pangan Hortikultura Dan Perkebunan

Menanggulangi serangan hama salah satu kunci sukses berkebun. Modal besar, teknologi tinggi, dan tempat tanam yang ideal menjadi sia-sia jika hama mewabah.

contoh hama tanaman pangan, artikel hama tanaman pangan, pengertian hama tanaman pangan, resensi hama tanaman dan perkebunan, macam hama tanaman, hama pada tanaman perkebunan, hama tanaman pangan hortikultura dan perkebunanMunculnya biang keladi kerusakan itu sangat dipengaruhi faktor lingkungan. Pada musim kemarau, saat suhu tinggi dan kelembapan rendah, hama mengamuk. Langkah paling efektif untuk meminimalkan risiko dengan melakukan pengamatan rutin. Ketika ada serangan, pergunakan insektisida secara bijaksana. Artinya, semprotlah jika intensitas serangan sudah melebihi ambang batas toleransi.

Penyemprotan pun harus tepat sasaran dan tepat waktu. Misalkan saja ada serangan ulat grayak. Jangan menyemprotkan insektisida kontak siang hari. Percuma, sebab waktu itu ulat bersembunyi di bawah mulsa atau di dalam tanah. Semprot dengan insektisida untuk ulat grayak saat matahari terbenam atau bahkan malam hari.

Waktu aplikasi tidak hanya berkaitan dengan siang atau malam, tetapi juga tahap kehidupan. Pada bentuk larva, ketika masih muda, dosis mematikan sedikit sekali, hanya 1,7 mikrogram/larva. Jika sudah dewasa, dosis yang diperlukan meningkat menjadi 500 mikrogram/larva.

Aturan lain yang menjadi standar ialah jangan menyemprot terlalu basah. Sebab, butiran air akan saling “memegang” hingga lebih lama terpengaruh sinar matahari. Kristal insektisidanya akan tertinggal di daun. Kalau terlalu basah, butiran air terlalu besar. Padahal butiran kecil lebih baik penetrasinya ke dalam jaringan tanaman ataupun hewan sasaran.

Ukuran butiran juga dipengaruhi nosel. Nosel dengan pancaran kerucut kosong mampu menyebarkan butiran lebih rata dan halus. Butiran akan mengambang dan bisa masuk ke tajuk yang rimbun sekali. Nosel ini memiliki lubang berukuran 1-1,2 mm. Butiran yang dihasilkan 250 mikron. Cocok dipakai untuk komoditas yang ditanam menghampar. Contohnya kubis, brokoli, atau horenzo. Lantas, Insektisida apa yang harus disemprot? Bagaimana gejala serangannya? Berikut dipaparkan ciri khas masing-masing hama, berikut anjuran insektisida yang bisa dipakai.

1. Thrips/Kemreki (Thrips parvispinus)

hama tanaman pangan hortikultura dan perkebunan, contoh hama tanaman pangan, artikel hama tanaman pangan, pengertian hama tanaman pangan, resensi hama tanaman dan perkebunan, macam hama tanaman, hama pada tanaman perkebunan

Gejala:

Kerusakan paling menonjol biasanya terlihat di bagian bawah daun. Bagian yang terinfeksi terlihat kering dan kecokelatan. Daunnya keriting.

Yang diserang:

Hama ini ditemukan di hampir semua tanaman holtikultura: tomat, kentang, semangka, melon, terung jepang, anggrek, cabai.

Penanggulangan / Cara Mengatasi:

Pegasus 500 SC; 1,5 ml/l Decis 2,5 EC; 0,1-1 ml/l Confidor 200 SL; 0,25-0,5 ml/l Tokuthion 500 EC; 0,5-1 ml/l Mesurol 50 WP;1-2 gr/l Curacron 500 EC; 2 ml/l.

2. Ulat penggulung daun (Lamprosema indicata)

Gejala:

Tepi-tepi daun muda menggulung sehingga saling bertemu dan membentuk semacam corong. Daun tergulung itu umumnya kering dan cokelat. Kalau gulungan itu dibuka, mungkin saja Anda ulat biang keladinya sedang makan permukaan daun.

Yang diserang:

Terung jepang, kedelai

Penanggulangan / Cara Mengatasi :

Atabron 50 EC; 0,5-1 l/ha Matador 25 EC; 0,25-0,5 ml/l Buldok 25 EC; 3,75-7,5 ml/10 l Ambush 2 EC Corsair 100 EC Petrovin 85 WP

3. Ulat tritip/ulat daun kubis/diamondback moth (Plutella xylostella)

Gejala:

Bekas gigitan di daun bagian bawah ciri awal serangan ulat ini. Gigitan semakin dalam sampai akhirnya daun bolong. Luas permukaan yang bolong semakin besar. Pada tanaman muda, tunasnya dilahap.

Yang diserang:

Semua tanaman yang termasuk Crucifer, seperti kubis, kembang kol, brokoli, sawi, radish, kohlrabi.

Penanggulangan / Cara Mengatasi :

Turex WP; 1-2 gr/l Sherpa 50 EC; 0,5-1 ml/l Matador 25 EC; 1-2 ml/l Curacron 500 EC; 1,5 ml/l Tokuthion 500 EC 1 ml/l Atabron 50 EC;1-2 ml/l

4. Ulat tanah/black cutworm (Agrotis ipsilon)

Gejala:

Batang tanaman yang dekat dengan tanah patah. Gali tanah disekitar tempat itu dengan hati-hati. Anda akan melihat larva ulat tanah. Mereka bersrmbunyi pada siang hari dan malam hari mencari makan.

Yang diserang:

Ulat ini menyerang pembibitan hampir semua jenis sayuran. Misal, kacang-kacangan, tomat, bawang, kentang, caba, timun.

Penanggulangan / Cara Mengatasi :

Dursban 20 EC Rhocap 10 G Basamin G

5. Ulat Perusak Daun. Lanjutkan Ke –> Page / Halaman 2