9 Film Ini Lebih Bagus dan Menarik Daripada Buku yang Diadaptasinya

9 Film Ini Lebih Bagus dan Menarik Daripada Buku yang Diadaptasinya

Kebalik, mungkin? Bukunya yang lebih bagus dari film?

Well, umumnya memang demikian, ya. Buku yang best seller, mengundang khalayak dan kemudian diangkat ke layar lebar akan lebih bagus ketimbang filmnya. Meski lebih visual, namun tidak menjamin kualitas dan emosi yang dibangun seperti dalam teks bacaan. Karenanya banyak yang berpendapat kalau kebanyakan film hasil adaptasi tidak akan lebih baik dari bentuk aslinya.

Kontras dengan dengan film-film berikut ini. Serasa lebih menyenangkan untuk menonton filmnya ketimbang membaca bukunya. Film apa saja? Well ini dia:

1. Film “Adaptation” (2002)

film adaptasi novel terbaik, film adaptasi novel manisnya cinta, filem adaptasi novel andai itu takdirnya, film adaptasi novel paling bagus

Dibalik film tentu ada sutradaranya. Untuk yang satu ini, sang sutradara adalah Spike Jonze. Dia mengadaptasi novel non-fiksi karya Susan Orlean. Ceritanya tentang investigasi yang dilakukan sang penulis terhadap seseorang bernama John Laroche dan rekan-rekan Seminole-nya. Seminole sendiri merupakan istilah bagi orang-orang Amerika asli (biasanya dari Florida). Mereka ditangkap karena kedapatan memburu sejenis anggrek langka di taman Fakahatchee Strand Preserve. Tapi ceritanya kemudian sedikit ‘dibelokkan’ oleh Charlie Kaufman, sang penulis skenario-lirik-produser, sekaligus sutradara. Dia menjadikan Orlean dan Laroche itu sebagai sepasang kekasih. Dia juga menceritakan bahwa para Seminole itu ingin menjadikan anggrek yang mereka buru sebagai obat. Aneh sih, tapi keren. Tak hanya itu, Kaufman juga menambahkan sosok fiksi yang tak lain merupakan saudaranya sendiri, Donald Kaufman. Kolaborasi mereka mendatangkan penghargaan Academy Award untuk kategori “Best Adapted Screenplay”. Begitupun dengan filmnya, yang sukses dinikmati para penonton.

2. Film “Atonement” (2007)

Kalau yang ini berdasarkan novelnya Ian McEwan, dengan judul yang sama dan bersetting tempat di Inggris. Cerita film yang disutradarai Joe Wright ini cukup romantis, namun juga penuh drama. Adalah tokoh muda berusia 13 tahun, Brionny Talis, yang menjadi pusat perhatian. Semenjak dia tidak sengaja membaca surat dan menyaksikan aktivitas ‘dewasa’ antara kakak perempuan dan pasangannya, rantai peristiwa yang tragis dan dramatis pun terjadi pada couple tersebut. Cerita dalam novel ini makin disempurnakan oleh penggarapan filmnya. Penulisan skenario, tampilan visual, totalitas para pemain dan segala penunjang film membuat karya ini meraih 53 penghargaan dan 128 nominasi.

3. Film “Brokeback Mountain” (2005)

Keren banget sutradaranya,  Ang Lee. Padahal film ini diadaptasi dari cerita pendek milik Annie Proulx. Sehingga pemaparannya tidak terlalu detail. Namun begitu difilmkan, hasilnya bisa memuaskan penonton. Adapun film beraliran queer ini bercerita tentang ‘hubungan’ antara dua koboi, yang tak biasa dan sangat rahasia.

4. Film “Everything is Illuminated” (2005)

Film ini diangkat dari novel autobiografi karyanya Jonathan Safran Foer. Karya yang disutradarai oleh Liev Schrieber  ini mengangkat kisah Elijah Wood (yang berperan sebagai sang novelis film ini). Dia merupakan orang Amerika Yahudi yang melakukan perjalanan ke negara Ukraina. Tujuannya, ia ingin sekali menemui perempuan yang sudah menyelamatkan Kakeknya ketika terjadi Perang Dunia II. Di sana ia dibantu oleh anak muda Ukraina yang juga seorang rapper, seekor anjing dan seorang sopir. Filmnya cukup ‘kaya’, dengan dilengkapi oleh sejarah Yahudi bangsa Eropa berikut karakternya. Gaya visualnya juga memesona.

5. Film “Fantastic Mr. Fox” (2009). Lanjutkan Ke –> Page / Halaman 2