Lazada Indonesia

11 Jenis Sayuran Baby – Mini (Baby Vegetables List)

11 Jenis Sayuran Baby – Mini (Baby Vegetables List)

jenis sayuran kecil, little vegetables, mini vegetables, Sayuran sayuran mini, kebun sayur mini, kebun sayur mini di rumah, sayur kubis mini, membuat kebun sayur miniSayuran muda atau baby (mini – kecil) kini semakin dicari. Tidak hanya lebih enak, sayuran ini umumnya bebas pestisida. Masa panen yang cepat dan lahan yang semakin sempit menjadi alasan lain dipilihnya sayuran ini.

Permintaan akan sayuran baby semakin meningkat sejak tahun 1990. Karenanya, petani juga semakin banyak menanam jenis-jenis baru untuk memenuhi permintaan konsumen. Sayuran baby mempunyai prospek yang sangat cerah karena jenis dan permintaan semakin banyak. Namun diakui juga bahwa penggunaan sayuran ini masih terbatas pada kalangan tertentu atau jenis masakan tertentu, walaupun ada yang sudah sangat dikenal dan digemari masyarakat luas seperti baby labu siam dan baby corn.

Kecenderungan ini mungkin karena semakin bergesernya selera pada sayuran yang bebas pestisida. Karena dipetik sangat muda, memang sayuran ini tidak memerlukan pestisida. Tentu saja sayuran ini lebih sehat, selain rasanya yang lebih renyah dan segar. Untuk mendapatkan sayuran baby yang baik diperlukan sterilisasi tanah yang tepat dan pemberian pupuk yang cukup. Perawatan lainnya tidak jauh berbeda dengan sayuran biasa, malah tidak memerlukan banyak perawatan karena umurnya yang singkat. Lahan yang diperlukan lebih sedikit dan jarak tanaman lebih rapat. Dengan demikian biaya produksi tentu lebih rendah.

Berikut beberapa jenis sayuran baby yang banyak dicari konsumen :

1. Baby Turnip

Sayuran sayuran mini, kebun sayur mini, kebun sayur mini di rumah, sayur kubis mini, membuat kebun sayur mini

Dikenal juga dengan nama baby kabo. Ukuran umbinya kecil, lebih kecil daripada bola pingpong dengan panjang rata-rata 2,5 cm dan diameter 1,5 – 3 cm. Ada 2 varietas yaitu yang warna umbi putih bersih dengan bagian pangkal berwarna kehijauan (maincrop greentinged turnip). Namun pada baby turnip warna umbinya putih bersih tanpa ada warna campuran lainnya.

Budidaya baby turnip sama dengan budidaya turnip biasa. Bibit yang digunakan juga sama, hanya berbeda pada umur panen. Baby turnip biasanya dipanen pada umur 1,5 bulan setelah tanam, bahkan ada yang dipanen pada umur 25 hari – tergantung permintaan konsumen. Perawatan lain yang diperlukan adalah sanitasi kebun, dan bila daunnya diserang plutella disemprot dengan insektisida dengan dosis sesuai petunjuk pada label kemasan. Rasanya yang renyah dan segar dapat dibuat pie, salad, dibakar, atau dimakan bersama mayonaise.

2. Baby Zucchini

baby food zucchini, baby vegetables list, baby vegetables seeds,baby food vegetables, roasted baby vegetables, baby vegetables 6 months, baby carrots, baby vegetables recipe, growing baby vegetables

Baby zucchini, labu yang mirip mentimun ini dipanen saat bunganya yang berwarna kuning masih mekar pada ujungnya atau sekitar 1 bulan setelah tanam. Budidayanya sama saja dengan zucchini yang dipetik dewasa. Semakin muda, zucchini semakin enak. Rasanya renyah dan halus. Bila zucchini biasa dipanen saat panjangnya 20 cm dan diameter 4 cm, maka baby zucchini dipanen dengan ukuran panjang 7 – 10 cm dan diameter 1 – 2 cm.

Ada dua varietas yaitu tender finger yang kulit buahnya berwarna hijau tua dan varietas jemmy yang berwarna kuning keemasan. Untuk baby, biasanya yang digunakan adalah varietas tender finger. Zucchini kaya dengan vitamin C dan rendah kalori. Selain untuk salad, baby zucchini dimakan bersama roti panggang, atau ditumis dengan saus tomat dan bawang putih.

3. Baby Mentimun Jepang. Lanjutkan Ke –> Page / Halaman 2