Lazada Indonesia

4 Jenis Bambu Untuk Kerajinan

4 Jenis Bambu Untuk Kerajinan

bamboo types, beberapa jenis bambu, jenis pohon bambu, jenis bambu hias, jenis bambu yang paling kuat, jenis bambu unik, jenis bambu untuk kerajinanKomoditas bambu Indonesia mempunyai potensi yang besar. Kita memiliki berbagai jenis bambu yang benilai ekonomis tinggi. Bambu yang disebut juga haur (aur) atau buluh, termasuk dalam famili Gramineae. Tanaman ini tersebar di daerah tropik dan subtropik, meski terdapat juga di daerah dingin seperti Jepang, China, dan Amerika Serikat. Diperkirakan di seluruh dunia terdapat sekitar 600-700 spesies bambu yang mewakili kira-kira 60 genera. Dari jumlah tersebut, 300 spesies tumbuh di Asia, kebanyakan di wilayah Indoburma yang dianggap sebagai daerah asalnya.

Negara penghasil bambu terbesar di dunia adalah India yang memiliki perkebunan bambu seluas 9 juta ha. Yang kedua adalah China dengan luasan kebun bambu 3 juta ha, diikuti oleh Jepang seluas 120.000 ha.

Dari sekian banyak jenis bambu yang kita miliki, ternyata masing-masing mempunyai sifat yang khas. Hal inilah yang membuat perbedaan dala pemanfaatannya. Berikut ini beberapa jenis di antaranya.

1. Bambu Apus

jenis bambu dan manfaatnya, jenis bambu hias, jenis bambu yang digunakan untuk kerajinan, cara membuat kerajinan bambu, perusahaan kerajinan bambu, kerajinan bambu sederhana, kerajinan anyaman bambu, kerajinan bambu dan cara membuatnya

Bambu apus dikenal juga sebagai bambu tali atau dalam bahasa Sundanya awi tali. Bambu apus (Gigantochloa apus) termasuk dalam genus Gigantochloa, jenis bambu yang tumbuh merumpun. Tingginya bisa mencapai 20 m dengan warna buluh hijau cerah atau kekuning-kuningan. Batangnya tidak bercabang di bagian bawah, diameternya 2,5-15 cm, tebal dinding 6-13 mm, dan panjang satu ruas 45-65 cm. Panjang batang yang dapat dimanfaatkan antara 3 m – 15 m. Bambu apus berbatang kuat, liat, dan lurus. Bentuk batangnya sangat teratur dengan buku-buku yang sedikit membengkak. Bambu apus hanya ditemukan di Jawa, mulai dari dataran rendah sampai ketinggian 1.000 m dpl. Rebungnya pahit dan tidak bisa dimakan. G. apus terkenal paling bagus untuk dijadikan bahan baku anyaman karena seratnya yang panjang, halus, dan lentur. Sebaliknya jenis bambu ini tidak baik digunakan sebagai alat musik, karena buku-bukunya yang cekung menyebabkan gaung yang tidak beraturan.

Bambu ini, dalam keadaan basah berwarna hijau dan tidak keras. Sebaliknya bila sudah kering warnanya menjadi putih kekuning-kuningan, liat, dan tidak mudah putus. Karena itu, tak heran bila bambu ini digunakan sebagai bahan utama untuk kerajinan anyaman.

2. Bambu Betung. Lanjutkan Ke –> Page / Halaman 2

Comments
  1. Bambu Souvenir |