Lazada Indonesia

Mengapresiasi Kemunafikan Heart Emoticon

Resep Hidup Tenang Nomor 106 Mengapresiasi Kemunafikan Heart Emoticon

munafik dalam islam, pengertian munafik menurut islam, munafik adalah, orang munafik, munafik menurut islam, maksud munafik, pengertian munafik, golongan munafikSaya tidak akan memaksa orang memberikan sesuatu yang mereka tak sanggup memberikan. Tapi saya juga tidak mau dipaksa memberikan sesuatu yang saya tidak mampu (atau memang tidak mau). Orang baik kepada saya, saya akan melipatgandakan balasannya, tergantung situasi kewarasan otak dan mood saya. Orang mau bermuslihat kepada saya, saya belum tentu membalasnya, kecuali kalau saya lagi punya waktu dan tertarik memainkan kegilaan yang sama. Saya tidak mau memusingkan ketulusan sikap orang lain dalam keseharian saya. Yang saya tangkap dan respon hanya apa yang kasat mata: mereka senyum saya senyum juga. Mereka misuh, saya tak pernah kekurangan tandingan kosakata. Mereka berpura-pura, saya juga bisa.

Saya tidak pernah memusingkan isi hati orang lain, dan berharap mereka jangan pula repot-repot menerawang isi hati saya. Filosofi saya dalam berinteraksi sosial mungkin agak gila: bergaul bagi saya ibarat orang makan tempe mendoan. Saya nikmati hangat dan gurihnya, dan tidak mau membayangkan prosesnya. Tempe dibuat dari kedelai yang dikupas, diinjak-injak tungkak manusia, ditaburi ragi. Yang membuat adonan mendoan itu mungkin tangannya kotor, lupa cebok atau suka menggosok daki, saya tidak peduli yang penting enak. Tak beda juga dengan orang menyantap sate ayam.

Saya tidak mau bayangkan prosesnya mereka menyembelih unggas itu, membersihkan jeroannya, membuang isi perutnya, mencabuti bulunya. Ya, bergaul dengan orang lain itu mirip orang yang suka sop ceker ayam. Mana pernah para pengudap itu mau membayangkan bahwa ceker yang mereka kunyah itu aslinya penuh kotoran ayam yang menumpuk di kandang? Yang penting adalah sensasi nikmatnya ketika kita makan semua sajian itu. Begitu pula dalam berinteraksi dengan orang, yang penting sama-sama nyaman, meski di dalam hati kita pengin pisuh-pisuhan.

Begitulah, saudara sekalian, wajah yang manis dan bibir yang santun di hadapan kita itu bisa jadi menyembunyikan rasa kesal dan beribu kutukan terhadap saya dan Anda, namun demi keselarasan hidup bersama, orang lain berjuang keras menyembunyikannya, menyamarkannya, membiarkan yang busuk-busuk itu bermetamorfosa dalam pepatah petitih dan suba sita yang superfisial, canggih, dan rada munafik.

Kemunafikan diperlukan dalam pergaulan. Kalau orang tidak munafik dan jujur apa adanya, saya jamin umur Anda tidak akan lama. Bayangkan orang dihadapanmu ngablak apa adanya: “Mas, Anda tukang selingkuh kan? Anakmu pating pececer di mana-mana, bau badanmu seperti napas onta, blah blah blah…” Anda mau ketulusan yang semacam itu? Resep Hidup Tenang Nomor 106 Mengapresiasi Kemunafikan Heart Emoticon ~ Arif Subiyanto