Home General Hidup yang Sempurna dan Bahagia itu Seperti Apa ?

Hidup yang Sempurna dan Bahagia itu Seperti Apa ?

22
SHARE

Hidup Yang Sempurna

hidup bahagia menurut islam, hidup bahagia tanpa riba, hidup bahagia dunia dan akhirat, hidup bahagia dengan bersyukur, hidup bahagia itu seperti apa

Hidup yang sempurna itu seperti apa sih? Bagi saya hidup yang utuh dan sempurna itu ya hidup yang lengkap seimbang. Ada kalanya kita jadi idola, ada kalanya kita dikagumi dan ditokohkan, tapi ada juga saatnya kita kesandung dan jadi cemoohan atau tingkah laku kita jadi bahan omongan.

Hidup yang sempurna lurus-lurus tanpa cela bukan saja mustahil, tapi mengerikan. Kita seperti robot yang hidup karena diprogram dan tak pernah mengenal input pilihan. Kapan dan di mana pun, tanpa kita inginkan dan kehendaki, kita pasti jadi pahlawan dan bintang bagi suatu kelompok atau golongan, dan pada saat yang sama kita pasti jadi mahluk yang paling mengecewakan dan menyebalkan bagi sebagian orang.

Jalani saja semua itu dengan hati tenang. Kalau pas Anda sadar telah keliru melangkah, tak ada salahnya mengaca diri atau meminta maaf. Kalau pas hati Anda sumpek dan ogah berintrospeksi, tidak usah repot-repot menganalisa omongan orang, sebab terkadang mereka itu juga reseh, nyebelin, terlalu menuntut dari kita tapi tidak mau melihat daki busuk di tengkuknya.

Hidup Yang Bahagia

hidup bahagia tanpa riba, hidup bahagia dunia dan akhirat, hidup bahagia dengan bersyukur, hidup bahagia itu seperti apa, hidup bahagia menurut islam

Hampir semua orang di muka bumi ini mengejar bahagia, tak terkecuali Anda dan saya. Tapi pernahkah Anda berpikir dan merenung, betapa pengertian, visi dan konsep kita tentang bahagia itu begitu superfisial alias dangkalnya?

Kita mengukur kebahagiaan orang dari senyum tawanya, dari harta dunianya, dari rumah megah dan kendaraannya, dari anak-anak mereka, dari segala sesuatu yang nampak kemilau di mata. Segala sesuatu yang di luar itu tidak kita kategorikan sebagai bahagia, terlebih jika yang kita saksikan adalah penampilan orang yang nampak suram tanpa pesona. Pernahkah terpikir oleh kita bahwa orang-orang yang jauh dari kilau harta dunia itu memang tidak lagi butuh bahagia?

Boleh jadi kebahagiaan yang kita miliki dan selalu pamerkan ini tak ada seujung kuku dari ‘bahagia’ yang mereka punya. Mereka ‘bahagia’ dalam keimanannya, mereka ‘bahagia’ karena merasa dekat dan dicukupi oleh Tuhannya. Orang-orang seperti itu mungkin tak lagi mengejar bahagia dunia. ‘Bahagia’ bagi mereka melebihi kepuasan dan rasa tenteram yang kita punya, rasa damai itu terbit dan mengalir kekal karena kepasrahan dan tawakkal kepada dzat pemilik mereka.

Mereka tak butuh kita anggap bahagia sebab kata sifat atau label itu bahkan sudah terhapus dari kosakata kehidupan mereka. Seperti apakah ‘kebahagiaan’ mereka itu, saya sendiri juga belum paham, sebab saya juga masih mengejar bahagia yang fana, kasat mata, bisa dirasa, dipertontonkan, bahagia semu yang membuat orang lain iri dan merana ketika saya tersenyum penuh rasa bangga. Hidup yang Sempurna dan Bahagia itu Seperti Apa ? Arif Subiyanto