10 Seniman Reggae Dunia Terbaik Sepanjang Masa

Posted on

10 Seniman atau Musisi Reggae Dunia Terbaik Sepanjang Masa

Begitu mendengar kata ‘reggae dunia’, apa pikiranmu langsung tertuju pada sosok Bob Marley?

Memang, musisi asal Jamaika ini memiliki pengaruh besar terhadap musik reggae. Sebagaimana kita tahu, genre musik ini memiliki karakter khas berupa beat yang enak dengan penekanan bass atau perkusi yang kuat. Jelas sekali mampu membuat pendengarnya terangguk-angguk karena larut. Jenis musik reggae menjadi paduan antara ska, mento dan rocksteady. Reggae sendiri sudah menjadi inspirasi bagi kehadiran sub-genre lain. Bahkan eksistensi musik hip hop pun tak lepas dari pengaruh ‘musik santai’ ini.

Tentu saja, di tiap jenis musik terdapat musisi hebat yang turut andil mempopulerkannya. Berikut ini daftar 10 artis reggae yang terbaik, tersukses dan paling berpengaruh di dunia. Gelar ini didapat berdasarkan hasil penjualan album, kesuksesan di dalam dan luar negeri serta pengaruh mereka di industri musik.

Siapa saja? Jom!

1. Bob Marley

tokoh musik reggae dunia, musisi reggae dunia, band reggae dunia, artis reggae dunia, daftar band reggae dunia, tokoh reggae dunia, tokoh musik reggae di dunia
via : pinterest.com

Bob Marley memiliki nama asli sebagai Robert Nesta Marley. Nama vital di balik music reggae ini lahir di St. Ann Jamaica’s Nine Mile. Ayahnya merupakan sosok berkulit putih bernama Norval Marley, sementara ibunya yang asli Jamaika bernama Cedella Booker. Diketahui bahwa sang ayah tidak pernah hadir di kehidupan Bob Marley. Meski demikian, ia tetap bertanggung-jawab soal finansialnya. Sampai kemudian Bob mesti menjadi anak yatim di usianya yang ke-10.

Waktu itu Bob Marley keluar dari sekolah. Dia memilih mengejar kariernya di dunia musik. Bersama teman-temannya, mereka membentuk grup yang diberi nama The Wailers. Dua membernya keluar, tapi Bob Marley memilih untuk mempertahankan nama band-nya. Sampai kemudian dia merilis album bertajuk “Natty Dread”. Di dalam album juga terdapat single yang meledak dan gaungnya masih terdengar sampai sekarang, “No Woman No Cry”.

2. Peter Tosh

Nama asli dari Peter Tosh ini yaitu Winston Hubert McIntosh. Dia termasuk teman Bob Marley di grup The Wailers, sampai kemudian memutuskan untuk keluar. Hal itu disebabkan karena Peter Tosh kurang puas. Peranannya di grup terasa begitu sedikit. Bisa dibilang, Peter Tosh ini termasuk yang paling militan dan kontroversial. Suara reggae versinya dirinya terdengar lain. Dia pun memilih karier solo dan ternyata sukses. Salah-satu kekhasannya yaitu dengan memberi pidato membakar yang ditujukan pada para politisi serta sistem pada umumnya. Beberapa single tak terlupakan darinya yaitu”Equal Rights”, “No Nuclear War”, “You Gotta Walk and Don’t Look Back” (featuring Mick Jagger) dsb.

3. Gregory Isaacs

Gregory ‘Anthony’ Isaacs lebih akrab dipanggil Gregory Isaacs atau “Cool Ruler”. Musisi reggae yang satu ini juga masih kelahiran Jamaika. Dia menjadi salah-satu vokalis reggae dengan suara paling indah. Cerita kehidupannya memang sedikit bergemuruh, namun ia memiliki keunikan suara dan tenor yang begitu lembut. Keunggulan itu sangat mendukung vocal dan penyampaian lagunya. Beberapa lagunya ada yang menceritakan kisah percintaan, ratapan mereka yang menghabiskan waktu di pengapnya bui, peringatan akan bahaya obat-obatan terlarang, dsb. Track-nya yang selalu dikenang orang yaitu “Out Deh”, “Mr Cop”, “My Number One”, dsb.

4. Jimmy Cliff

Panggilan sebagai ‘Jimmy Cliff’ memang lebih familiar ketimbang nama aslinya, James Chambers. Dia juga termasuk musisi reggae kelahiran Jamaika. Dia menjadi musisi reggae satu-satunya yang dianugerahi OM (Order of Merit) Jamaika. Merit ini sendiri merupakan penghargaan khusus dari pemerintah Jamaika, khususnya pada mereka yang dianggap unggul dalam bidang seni dan ilmu pengetahuian.

Track perdananya yang sangat booming berjudul “Hurricane Hattie”. Waktu itu dia masih berusia 14 ketika merekam track tersebut. Leslie Kong yang menjadi produser bagi mayoritas lagunya. Tak heran kalau Jimmy Cliff sempat terpukul ketika Leslie Kong meninggal. Bagaimanapun, mereka berdua sudah mengarungi datar dan terjalnya perjalanan. Adapun beberapa album yang sudah ia telurkan yaitu “Hard Road to Travel”, “Special”, “Give the People what they Want”, dsb.

5. Burning Spear

Nama panggung “Burning Spear” memang lebih popular ketimbang nama aslinya, Winston Rodney. Dia berasal dari wilayah yang sama dengan Bob Marley. Mereka juga bertemu di tahun 1969. Dari pertemuan itulah, jalan kesuksesan Burning Spear mulai nampak. Bersama Rupert Willington, dia membentuk grup duet dengan nama “Burning Spear”. Konon nama tersebut terinspirasi dari presiden pertama Kenya. Sayang sekali, grup tersebut bubar. Meski demikian, Winston Rodney tetap mempertahankan namanya. Di tahun 1995, 2000 dan 2009, Burning Spear memenangkan Grammy Award untuk tracknya yang berjudul “Rasta Business”, “Calling Rastafari” dan “Jah is Real”.

6. Toots

Toots memiliki nama asli Frederick Nathaniel Hibbert. Dia merupakan pemusik reggae asal May Pen – Jamaika yang cukup tenar. Dia dikenal sebagai sosok yang funky, sedikit keras, energik dan memiliki vocal yang khas. Namanya menjadi salah-satu yang paling berpengaruh dalam perkembangan music reggae dan ska. Bersama Henry “Raleigh” Gordon dan Nathaniel “Jerry” Mathias, dia mendirikan grup bernama “Maytals” di usia remaja. Kini umurnya sudah mencapai 64 tahun, namun ia masih aktif menelurkan album serta melakukan kolaborasi dengan musisi lain.

7. Bunny Waile

Neville O’Riley Livingston aka Bunny Waile aka Jah B bukan hanya seorang penyanyi reggae biasa. Dia juga merupakan penulis lagu dan seorang pemain perkusi. Bunny Waile ini merupakan member dari “The Wailers” bersama Bob Marley. Keputusannya untuk melakoni karier solo terbilang bijak dan tepat, sebab dia mampu meraih kesuksesan. Album solo debutnya diberi judul “Blackheart Man”. Begitu meluncur, track lain menyusul menjadi hits di industry music. Di tahun 1981, dia juga merilis album gebrakan bertajuk “Rock N Groove”. Kariernya berjalan naik-turun. Namun yang pasti, namanya akan selalu tercatat sebagai salah-satu pengaruh di ranah music reggae.

8. Black Uhuru

Di tahun 1972, grup music Black Uhuru lahir di Jamaika. Dulu mereka lebih dikenal sebagai “Uhuru” saja. Namanya sendiri berasal dari Bahasa Swahili, yang bermakna “kebebasan”. Waktu itu anggotanya ada Don Carlos, Garth Dennis dan Derrick “Duckie” Simpson. Seiring berjalannya waktu, personil grup musik ini datang dan pergi. Member aslinya hanya Derrick “Duckie” Simpson. Mereka merilis album perdana yang berjudul “Anthem”. Debut tersebut langsung menyita perhatian, apalagi pasca memenangkan Grammy Award untuk kategori “Album Reggae Terbaik”.

9. Culture

Empat tahun pasca pembentukan “Black Uhuru”, grup “Culture” pun lahir. Awalnya mereka memiliki julukan sebagai “African Disciples”. Para personilnya yaitu Roy “Kenneth” Dayes, Albert “Ralph” Walker serta Joseph Hill. Tapi kini, member yang masih bertahan hanya Joseph Hill. Salah-satu album mereka yang paling sukses dan nge-hits yaitu “Two Seven Clash”. Sayang sekali di tahun 1981, grup memutuskan untuk bubar. Meski demikian, Joseph Hill bersikukuh untuk mempertahankan namanya.

10. Tanya Stephens

Vivienne Tanya Stephenson, seorang musisi reggae perempuan asal Jamaika yang mulai berkarier di tahun 90-an. Selain bernyanyi, ia juga sangat lihat dalam menciptakan lagu. Di tangannya, tema yang cukup kompleks bisa diolah dalam bait kata yang begitu tertata. Beberapa karyanya yang terkenal yaitu “No Means No”, “Warn Dem”, “Way Back”, dsb.

Eksistensi musik masih terasa geliatnya sampai sekarang. Meski ada beberapa perubahan, namun bicara sejarah dan perkembangan suatu musik, tentu kita akan kembali teringat akan orang-orang berpengaruh di dalamnya. 10 Tokoh Musisi Reggae Dunia Terbaik Sepanjang Masa (DBS) #RD