Home General 7 Cara dan Tips Melindungi Anak dari Bahaya Internet

7 Cara dan Tips Melindungi Anak dari Bahaya Internet

3
SHARE

7 Cara dan Tips Melindungi Anak dari Bahaya Internet

melindungi anak dari internet, cara melindungi anak dari bahaya internet, cara melindungi anak dari internet, anak kecanduan internet, anak korban internet, anak bermain internet, anak gila internet, paket internet anak kuliahanBanyak orang tua yang keliru ketika mereka percaya bahwa anak-anak yang sebagian besar menghabiskan waktu mereka di dalam rumah akan terhindar dari bahaya. Sayangnya, kita sebagai orang tua benar-benar salah karena di jaman globalisasi seperti saat ini internet sudah menjadi salah satu bahaya paling besar.

Dijaman generasi ‘Z’(anak jaman sekarang) yang semakin modern dan canggih ini tidak bisa dihindari bahwa anak-anak tidak ingin terlihat kuno atau ketinggalan jaman. Mereka ingin tampil lebih percaya diri dan berwawasan luas dengan fasilitas yang disediakan oleh kecanggihan teknologi. Mereka dengan mudah mengakses apapun yang ingin mereka ketahui secara online. Begitu banyak situs yang menawarkan kepada mereka untuk membuka wawasan seluas-luasnya.

Tapi taukah anda bahwa sebagian besar website – website penuh hal –hal yang tidak baik dan  tidak bermoral, seperti kekerasan, pornografi, kebencian, penipuan dan hal-hal berbahaya lainnya. Tidak seperti orang dewasa, anak-anak hanya menyerap informasi-informasi yang tersedia begitu saja tanpa tahu bagaimana melawan berbagai godaan, mengetahui bahwa itu adalah ajaran sesat dan hal negatif lainnya.

Banyak anak-anak pengguna situs jaringan yang menjadi korban cyber bullying. Pernahkah anda mendengar istilah cyber attack atau penyerangan di dunia maya? Ya, cyber attack merupakan cara dimana orang dapat dengan mudah menyakiti dan mengintimadasi orang lain dengan menggunakan teknologi elektronik.

Orang dewasa menyadari bahwa kekerasan di dunia maya bukanlah sesuatu yang sangat berbahaya dan serius, karena dalam banyak kasus, hal itu tidak terlalu mengancam keselamatan fisik mereka. Pengintimidasi dunia maya adalah mereka yang bermental lemah, para oknum licik yang ingin mengacaukan rasa emosional dan merusak rasa percaya diri bahkan harga diri seseorang. Anak – anak cenderung mengambil kesimpulan dari segala sesuatu yang mereka terima tanpa berfikir panjang dan mempercayai bahwa kata-kata ancaman akan menjadi kenyataan dalam waktu yang sangat singkat.

Dalam masa pra-remaja sampai remaja orang tua harus berperan aktif dalam membantu anak-anak mereka dalam menggunakan internet dan mengajarkan mereka untuk dapat menggunakannya secara bijak dan aman. Mari kita temukan bagaimana cara untuk melindungi anak-anak kita dari bahaya internet.

1. Buatlah Peraturan

manfaat internet bagi pelajar, dampak negatif internet bagi pelajar, dampak internet bagi pelajar, dampak positif internet bagi pelajar, pengaruh internet bagi pelajar

Mulailah dengan membuat aturan, karena itu adalah salah satu langkah awal yang penting. Setiap keluarga memiliki standar-standar, tradisi dan juga orang tua memiliki hak untuk membuat peraturan. Peraturan-peraturan yang dibuat biasanya membantu anggota keluarga untuk memiliki relasi yang baik dan dapat saling melindungi dari berbagai bahaya/ancaman.

Dalam membuat aturan, orang tua pun harus bijak. Terlalu banyak kontrol dapat membuat anak mengasingkan dirinya atau bahkan dapat mengubahnya menjadi seorang pemberontak. Baik orang dewasa maupun anak-anak tahu istilah larangan itu ada untuk dilanggar.  Jika hal ini tidak ingin terjadi, cobalah untuk menyesuaikan peraturan-peraturan dengan kondisi anak-anak menggunakan pendekatan otoritatif (authorithative) gaya pengasuhan dengan karakteristik dari orangtua yang mendorong anak mereka untuk mandiri), dimana orang tua tetap punya control yang tinggi tetapi tetap mempunyai sikap yang responsif sehingga anak dapat mengungkapkan pendapatnya dan orang tua mampu mengkomunikasikan segala sesuatu dengan baik karena orang tua mempunyai pola asuh yang penuh dengan kasih sayang bukan otoriter. Orang tua yang otoriter akan memberikan aturan-aturan kaku dan bersifat memaksa untuk dipatuhi oleh anak-anak tanpa tahu perasaan anak. Anak akan menjadi seorang yang tidak bahagia, mudah sedih dan tertekan.

Namun seringkali anak-anak lupa pada aturan yang telah kita buat, maka kita harus membuat sebuah pengingat efektif misalnya dengan cara membuat daftar peraturan dan meletakannya di depan komputer sehingga anak-anak dapat melihat dan mengingat apa saja yang boleh dilakukan dan apa yang memang tidak boleh dilakukan. Tetapi itu tidak akan berjalan dengan efektif jika mereka difasilitasi smartphone atau gadget-gadget elektronik lainnya yang dengan mudah dapat dihubungkan dengan internet.

Biasanya, anak – anak belum diperbolehkan untuk mengakses internet sampai mereka menjadi seorang remaja. Tetapi jika hal itu benar-benar dibutuhkan maka mereka harus menggunakannya dibawah pengawasan yang ketat demi kebaikan emosional mereka.

2. Perhatikan Kondisi Emosional Anak

Kekerasan di dunia maya dapat berdampak negatif pada kestabilan mental anak. Tapi, bagaimana kita dapat memahami bahwa anak kita adalah korban dari kekerasan di dunia maya? Kita sebagai orang tua sudah pasti memahami anak kita dengan sangat baik. Setiap hari kita harus memperhatikan kata-kata yang mereka ucapkan, menganalisis tindakan serta segala sesuatu yang mereka lakukan. Terkadang rasa emosi dan tindakan yang tidak biasa menunjukan tanda adanya masalah yang tak kasat mata seperti rasa takut yang berlebihan dan mata mereka yang menunjukan kebingungan.

Banyak anak-anak yang cenderung menarik kesimpulan sendiri dari masalah yang mereka hadapi dan enggan untuk meminta bantuan orang lain apalagi itu menyangkut kehidupan pribadi mereka. Mereka akan terlihat tidak bersemangat dan malas untuk pergi ke sekolah atau berkomunikasi dengan orang di sekitarnya. Sadarilah bahwa stress yang luar biasa dan pengasingan diri dari interaksi sosial yang normal dapat menyebabkan gangguan psikologis.

Jika kita melihat sesuatu yang tidak wajar dari tingkah laku anak kita setelah menghabiskan waktu berjam-jam di depan komputer, kita harus berinisiatif menanyakan apa saja yang ia lakukan, jangan diam saja, cobalah memahami apa yang sedang terjadi. Lakukanlah yang terbaik ketika menanyakan dan kita harus berjanji bahwa yang telah dibicarakan akan tetap menjadi rahasia. Saling percaya merupakan salah satu cara untuk mengetahui apa yang terjadi sebenarnya tetapi sebaliknya jika tidak adanya saling percaya maka kita tidak akan pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi.

3. Ajarilah Mereka Bagaimana Bersosialisasi Dengan Baik

 Anak-anak yang pandai bersosialisasi maupun punya tingkat percaya diri yang tinggi belum tentu terbebas dari berbagai tindakan kekerasan, tidak terkecuali kekerasan di dunia maya. Namun para penjahat di dunia maya lebih menyukai orang-orang yang lemah dan tertutup karena mereka orang-orang yang lebih mudah dipengaruhi dan tanpa berpikir panjang mempercayai berbagai manipulasi karena mereka tidak punya kekuatan mental, tidak ada teman untuk menghibur mereka, tidak punya orang-orang yang dapat menasihati mereka atau tidak ada orang yang mampu meminjamkan bahu ketika mereka benar-benar berada dalam keadaan yang sulit. Akibatnya mereka keluar dari diri mereka sendiri dan berhadapan dengan para penjahat di dunia maya.

Jika anak kita adalah seorang yang sangat tertutup, pertimbangkanlah hal yang mungkin dan tidak mungkin untuk menjadi temannya. Tetapi jika sebaliknya, anak kita terlalu terbuka maka berikanlah pengarahan kepada mereka bagaimana mereka berkomunikasi dengan teman-teman mereka dan membangun sebuah hubungan persahabatan yang sehat.

4. Kontrol Orang Tua

dampak internet bagi pelajar indonesia, dampak internet bagi pelajaran, bahaya penggunaan internet bagi pelajar, bahaya internet bagi kalangan pelajar, pengaruh internet bagi siswa smp

Saat ini para orang tua dapat dengan mudah mengontrol anak-anak mereka dari ancaman di dunia maya dengan bantuan teknologi modern dimana para orang tua dapat menjadi sebuah fasilitator cerdas bagi anak-anak mereka, misalnya dengan memanfaatkan berbagai program yang meliputi program – program yang memonitor kejahatan di dunia maya, akses-akses ke situs-situs berbahaya dan juga menyediakann software perlindungan para pengguna internet. Kita sebagai orang tua dapat meng install dan menggunakan program-program itu untuk melihat apa saja situs yang dibuka anak dan mencegah mereka untuk mengungkapkan hal-hal yang tidak perlu disebarkan di dunia maya atau media sosial. Istilah yang sering kita dengar memang benar mencegah merupakan solusi terbaik dari  hampir semua  masalah.

5. Beri Contoh Yang Baik

Agama sebagai pegangan serta keyakinan bagi masing-masing manusia, tentu mengajarkan kebaikan moral dan beretika, sedini mungkin orang tua harus bisa menanamkan pondasi kebaikan-kebaikan yang diajarkan oleh agama. Seberapapun kerasnya kita sebagai orang tua, kita tidak akan berhasil mendidik bahkan mengubah mereka menjadi lebih baik jika kita tidak memberikan contoh yang baik pada mereka. Tingkah laku kita menentukan tingkah laku anak kita. Jika kita tetap menunjukan sikap yang kurang baik, kita seolah tidak menghargai mereka dimana mereka harus menaati segala aturan yang dibuat. Itu dirasa tidak adil, maka hal itu akan menghilangkan kepercayaan dan hubungan emosional antara orang tua dan anak.

Anak-anak yang tumbuh dalam keluarga yang tidak mengutamakan rasa pengertian dan saling menghargai, biasanya akan menghabiskan banyak waktu online untuk mencoba mencari dukungan teman-teman, jawaban-jawaban dari pertanyaan yang muncul dari diri mereka. Mereka seolah tidak membutuhkan lagi orang tuanya karena segalanya telah tersedia dengan mudah untuk mendapatkan apa yang ingin mereka ketahui. Marilah kita menjadi orang tua yang bijak yang mampu memberi contoh yang baik pada anak dan menaati komitmen yang dibuat dalam keluarga.

6. Anak Harus Diberitahu Dampak Positif Dan Negatif Dari Internet

Anak-anak terkadang belum tahu mana yang nyata atau mana yang hanya rekayasa. Mereka seringkali keliru bahwa yang mereka simak atau mainkan di internet hanyalah sebuah permainan dan bukan sesuatu yang ada di dunia nyata dimana mereka tidak punya aturan dan dapat memainkannya sesuka mereka. Setiap anak generasi ‘Z’ ini mempunyai akses internet yang bebas dan mudah, tetapi kita harus memberinya pengertian yang jelas mengenai struktur, fungsi dan kemungkinan bahaya yang akan terjadi.

Sebagai pengguna internet, kita juga harus mengajarkan anak untuk berperilaku pada jalur yang benar. Anak harus mampu bertanggung jawab untuk informasi-informasi yang ia posting secara online dan pastikan mereka tidak meng-upload foto atau apapun yang dapat menghancurkan nama baik keluarga.

Selain itu, mereka juga harus tahu bahwa gambar atau pernyataan-pernyataan  yang memprovokasi dapat merusak reputasi mereka secara online maupun sosial. Penting untuk menyadari bahwa akun jejaring sosial itu mencerminkan karakter kita, gaya hidup, pandangan, sikap, minat, hobi, hubungan dan hal-hal lain yang menyangkut pribadi kita. Mengatasi hal itu memang tidak mudah, tapi kita diharapkan untuk menemukan cara yang tepat untuk menjelaskan kepada anak-anak bahwa dalam menggunakan internet harus ada batasannya dan memanfaatkan internet untuk hal-hal yang positif demi kesuksesan mereka di masa depan.

7. Letakan Komputer di Tempat yang Terlihat

Hal yang dapat membuat seseorang melakukan hal yang dilarang adalah godaan dan hal itu juga terjadi pada anak-anak. Jika kita tidak melakukan pengawasan yang rutin, maka kita harus mensiasati dengan cara yang lain misalnya dengan meletakan komputer di tempat yang mudah terlihat dan sering kita kunjungi sehingga itu dapat membatasi anak untuk membuka situs yang tidak diperbolehkan karna itu akan beresiko kemudian hari. Lebih lagi kita akan mempunyai kesempatan untuk berkomunikasi lebih banyak dengan anak kita.

Cara ini cukup efektif bagi mereka yang sedang memasuki masa remaja ataupun anak remaja. Kadang mereka akan menemukan cara untuk mengelabui kita karena mereka biasanya lebih penasaran akan banyak hal. Pengamanan internet bagi anak- anak generasi “z” harus diprioritaskan oleh para orang tua jaman sekarang karena anak-anak adalah aset kita dimasa depan. Jika kita tidak ingin mempunyai anak bemasalah secara psikologi kita harus mulai menata penempatan komputer dan juga menggunakan program-program yang dapat melindungi anak-anak kita dari situs-situs yang tidak baik atau berbahaya. Tetapi memang itu saja tidak cukup, jalinlah komunikasi yang baik dengan anak, prioritaskan rasa saling pengertian dan jadilah teman yang baik bagi mereka. Apakah anda percaya bahwa internet mempengaruhi psikologis anak? Cara apa yang akan anda lakukan untuk melindungi anak-anak dari bahaya internet? 7 Cara dan Tips Melindungi Anak dari Bahaya Internet #Lisi