Home General Menyikapi Masalah Keuangan dalam Rumah Tangga

Menyikapi Masalah Keuangan dalam Rumah Tangga

1
SHARE

Isu paling sensitif yang langsung menohok ulu hati dalam pernikahan bukanlah kesetiaan, perselingkuhan atau pergumulan di ranjang, tapi UANG. Jadi berhati-hatilah dan bersikaplah bijak kepada pasangan kalau urusannya sudah menyangkut rupiah. Ada prinsip universal yang bisa dijadikan pegangan dalam mengelola dan mengkomunikasikan masalah keuangan. Kalau lelaki dan perempuan sudah teken akad atau kontrak perkawinan, maka sejak hari itu semua penghasilan yang mereka peroleh adalah harta bersama, termasuk di dalamnya harta atau uang yang berupa hadiah, hibah, maupun undian.

Pokoknya semua itu jadi harta bersama, persetan pihak mana yang lebih besar atau lebih kecil income atau pendapatannya. Kalau mau aman dari prasangka, sebaiknya suami dan istri saling terbuka: berapa banyak gaji / tunjangan mereka, sekecil apapun komisi, bonus, persenan maupun duit ceperan yang mereka dapat, wajib dibuka atau dilaporkan kepada pasangannya.

masalah keuangan, masalah keuangan dalam rumah tangga, masalah keuangan keluarga, solusi masalah keuangan rumah tangga, masalah keuangan dalam rumah tangga menurut Islam, masalah keuangan di dalam rumah tangga, masalah keuangan dalam rumah tangga

Tidak ada satupun pasal undang-undang yang membenarkan Anda merahasiakan berapa besaran gaji dari pasangan, kecuali kalau dia manusia boros, penggila judi atau orang yang gemar berfoya-foya. Selama pasangan Anda tergolong normal otaknya, dia berhak tau besar / kecil penghasilan Anda. Banyak istri yang terima fakta suami gajinya kecil, asalkan dia terbuka. Istri kadang malah jadi iba dan dengan ikhlas ikut berikhtiar dan ikut tombok memenuhi kebutuhan keluarga. Sebaliknya, istri paling judeg dan sebel kalau lelaki menutup-nutupi data keuangannya.

Akan lebih mulia kalau suami menyerahkan seluruh upah / amplop yang dia terima kepada istrinya. Yang penting bikin dia senang dulu dengan kejujuran Anda. Kalau Anda punya kebutuhan khusus, sampaikan saja kepada nyonya. Yang merasa jadi perempuan sebaiknya jangan kikir atau pelit-pelit kepada suami.

Kalau dia sudah jujur terbuka, berikan sedikit haknya untuk membeli kebutuhan atau hobinya. Keterbukaan ini harus tetap dijaga meskipun Anda berdua sudah tergolong sebagai orang berada, ketika semua kebutuhan primer dan sekunder sudah terpenuhi semua.

Mungkin akan tiba saatnya di mana duit datang dengan begitu mudahnya sehingga Anda merasa tak perlu menyampaikan penghasilan ekstra seperti itu kepada pasangan, sebab Anda berasumsi telah mencukupi kebutuhannya. Justru dalam situasi keuangan yang lapang seperti itu setan menampakkan batang hidungnya.

Tanpa kontrol diri Anda tergoda untuk “bersedekah”: menafkahi fotomodel majalah dewasa, menafkahi duta Jamu Rapetwangi, atau berinvestasi di ladang ganja… Duit bisa menaikkan derajat dan gengsi pemiliknya, tapi bisa juga menjerumuskan dia ke neraka dunia. Selama pasangan anda waras dan bisa dipercaya, jujur dan pasrahlah padanya.

Masalah Keuangan dalam Rumah TanggaArif Subiyanto